Sosial
Rayakan Hari Santri di Alun-alun, Ribuan Santri Diminta Hati-hati Terhadap Politik
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Ribuan santri dari berbagai Pondok Pesantren (Ponpes) di Gunungkidul memperingati bersama Hari Santri di Alun-alun Wonosari pada Senin (22/10/2018) siang tadi. Tak hanya menggelar upacara peringatan, para santri tersebut juga melakukan pawai dari Alun-alun Wonosari menuju Balai Desa Kepek.
Dalam sambutannya, Bupati Gunungkidul Badingah mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten sangat mendukung peringatan hari santri kali ini. Sebab menurutnya, peran santri dan alim ulama sangat besar untuk turut serta bersama-sama memajukan Gunungkidul.
“Terlebih yang menghadiri adalah santri-santri muda, harapan kita dengan pendidikan santri di pondok masing-masing dapat membentuk karakter, menambah kemampuan intelegensi santri,” kata Badingah.
Di hadapan kurang lebih lima ribu santri itu, Badingah berharap agar para santri nantinya dapat membagikan hal-hal positif yang diterima selama menempuh pendidikan di ponpes. Sehingga setelah selesai dalam pendidikannya dan terjun kemasyarakat, mereka dapat mandiri dan bahkan berdayaguna bagi masyarakat luas.
“Adanya pondok pesantren yang banyak di Gunungkidul semoga dapat berguna bagi nusa bangsa, serta agama dan dapat memajukan Kabupaten Gunungkidul dalam berbagai sektor sehingga dapat mengurangi angka kemiskinan di Gunungkidul,” paparnya.


Suasana peringatan hari santri yang diikuti oleh ribuan santri dari seluruh Gunungkidul
Sementara itu, Ketua Pengurus Cabang Nahdatul Ulama (PCNU) Gunungkidul, Arif Gunadi agar pondok-pondok pesantren dan para santri tidak dimanfaatkan untuk kegiatan kampanye. Arif tak memungkiri bahwa di tahun politik ini, dengan jumlah massa yang begitu besar, pondok pesantren menjadi idola bagi para politisi untuk mengeruk suara.
“Pesantren merupakan tempat khusus untuk pendidikan atau transfer of knowledge. Sehingga jika ada yang memanfaatkan pesentren untuk kampanye saya kira tidak tepat dan harus diingatkan oleh Bawaslu,” ucap Arif.
Fungsi pensantren, kata Arif merupakan lembaga pendidikan murni. Sehingga dirinya berharap kepada peserta pemilu serta masyarakat untuk memahami fungsi sebenarnya dari pesantren.
“Prinsipnya patuhi aturan-aturan yang berlaku dalam hal ini aturan yang telah ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU),” imbuh Arif.
-
Uncategorized4 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized3 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized4 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
-
Uncategorized4 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized2 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized4 minggu yang laluTabrakan di Jalan Lingkar Utara Piyaman, Pelajar 17 Tahun Tewas di Lokasi
-
Uncategorized3 minggu yang laluCek Dapur MBG di Gunungkidul, Wakil Ketua Komisi VII Apresiasi SOP Pelaksanaan MBG
-
Uncategorized4 minggu yang laluKecelakaan Maut di Ponjong, Pengendara Vega Meninggal Usai Tabrakan dengan Karimun
-
Uncategorized2 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized3 minggu yang laluKelor Berubah, Kelor Berbenah, Wayahe Ganti Lurah
-
Uncategorized2 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
