fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Bantuan Modal Usaha Senilai 3 Sampai 20 Juta, Pemkab Anggarkan Hampir Setengah Miliar

Diterbitkan

pada

Wonosari,(pidjar.com)–Pada tahun anggaran 2022 ini, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul akan menyalurkan sejumlah program bantuan sosial (bansos) bagi masyarakat pra sejahtera. Setidaknya ada beberapa jenis bansos yang akan diberikan kepada masyarakat. Total anggaran untuk bantuan kepada masyarakat ini mencapai ratusan juta rupiah yang berasal dari APBD Gunungkidul 2022.

Adapun untuk anggaran bantuan dari APBD Gunungkidul ini, difokuskan kepada pemulihan perekonomian masyarakat. Dalam hal ini adalah bantuan untuk kelompok-kelompok usaha di masyarakat agar nantinya bisa menggeliatkan ekonomi warga. Sejumlah kelompok akan menjadi sasaran pemberian bantuan permodalan berbagai jenis dari pemerintah ini.

Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin, Dinas Sosial, Pemberdayaan Anak dan Perempuan Kabupaten Gunungkidul, Giyanto mengatakan, untuk tahun 2022 ini, ada beberapa bantuan yang akan diberikan kepada masyarakat. Untuk bantuan sendiri memang berbentuk modal usaha kepada kalangan masyarakat atau kelompok.

Berita Lainnya  Minim Inovasi, DKP Dorong Masyarakat Tingkatkan Nilai Jual Hasil Laut

“Untuk besar bantuan variatif, dari Rp 3 juta hingga Rp 20 juta per kelompok,” kata Giyanto, Senin (10/01/2022).

Ia beberkan lebih lanjut, adapun distribusi bantuan yang akan diberikan tahun ini adalah Program Keluarga Harapan (PKH) graduasi yang akan diberikan kepada 32 orang. Untuk program ini, besaran bantuan modal usaha yang diberikan adalah 3 juta rupiah. Selain itu juga akan diberikan kepada 25 kelompok Usaha Ekonomi Produktif Keluarga Miskin. Bantuan juga akan diberikan kepada kelompok ibu-ibu KK miskin dengan nilai bantuan 10 juta per kelompok dengan spesifikasi kelompok usaha non ternak.

Dilanjutkannya, juga akan ada bantuan untuk berbagai Kelompok Usaha Bersama (KUBE) dengan nilai bantuan per kelompok dari 10 juta hingga 20 juta.

“Masih ada juga BLT Dana Desa (DD) yang nantinya didistribusikan oleh Pemerintah Kalurahan tapi itu dari APBN,” lanjutnya.

Dirinya menyebutkan data masyarakat penerima bantuan ini akan dipilih berdasarkan dari data Pagu Indikatif Wilayah Kecamatan (PIWK). Sementara itu, anggaran berasal dari APBD kabupaten Gunungkidul tahun 2022 dengan total nilai sebesar Rp 466 juta.

Berita Lainnya  Anggaran Dialihkan, Program Pembebasan Lahan Sport Centre Wonosari Akhirnya Tertunda

Giyanto juga menjelaskan bahwa anggaran tersebut bersifat dinamis, sehingga dapat berubah menyesuaikan dengan penerima bantuan. Walau begitu, ia juga menyebut bahwa bantuan yang bersumber dari APBN selain dari BLT DD di tahun 2022 belum dapat dipastikan ada. Mengingat kondisi Covid-19 di Gunungkidul masuk ke dalam kategori rendah.

“Sementara belum ada untuk bantuan dari APBN. Misal dulu ada bantuan untuk permakaman bagi masyarakat yang terpapar Covid-19. Tapi saat ini belum ada,” ucap Giyanto.

Adapun saat ini sebanyak 12.321 masyarakat kurang mampu masih berkesempatan menerima bantuan sosial PPKM dari anggaran tahun 2021 sebesar Rp 200 ribu selama sebulan. Menurut Giyanto, program ini sebenarnya merupakan program tahun 2021 yang penerimaannya diberikan pada tahun 2022 ini.

Berita Lainnya  Dapat Jatah Anggaran Danais 70 Miliar, Pemkab Fokuskan Penyelesaian Pembangunan Taman Budaya

“Sebetulnya itu program bulan Oktober tahun lalu, namun baru cair di tahun 2022 ini. Itu bantuan khusus PPKM kemarin,” pungkas dia.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler