Sosial
Banyak Pilih-pilih Pekerjaan, Angka Pengangguran Lulusan SMK Masuk Kategori Tinggi
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Angka pengangguran dari kalangan lulusan Sekolah Menengah Kejuruan saat ini masih cukup tinggi. Padahal, lulusan dari SMK sebenarnya bisa disebut sudah dalam kategori angkatan siap kerja. Selain kualitas, mental para lulusan SMK di Gunungkidul disebut perlu ditingkatkan agar di kemudian hari, angka indikasi tingkat pengangguran SMK bisa ditekan seminimal mungkin.
Kepala Bidang Tenaga Kerja, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Gunungkidul, Munawir Askin menerangkan, berdasarkan data yang dimiliki oleh pihaknya. Saat ini memang cukup banyak lulusan SMK masih dalam proses mencari pekerjaan.
“Hal ini membuat indikator tingkat pengangguran bagi lulusan SMK melonjak ke angka yang tinggi,” beber Munawir, Kamis (24/05/2018) siang.
Masih tingginya angka pengangguran SMK ini dijelaskan Munawir disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satu yang cukup krusial saat ini adalah usaha para lulusan tersebut dalam mencari lowongan pekerjaan. Pasalnya dengan perkembangan industri yang ada, cukup banyak perusahaan yang mencari tenaga kerja dari lulusan SMK.
Adapun pemerintah telah mendorong semua SMK, baik negeri maupun swasta untuk menjalin kerjasama dengan perusahaan-perusahaan yang ada. Dengan adanya kerjasama semacam ini, maka nantinya para lulusan sekolah bisa langsung diterima bekerja di perusahaan-perusahaan yang telah bekerja sama dengan pihak sekolah.

“Lowongan kerja sebenarnya banyak sekali, ini tinggal mau mencari tahu saja melalui internet atau media sosial,” paparnya.
Ia menambahkan, lulusan SMK memang sangat dominan dalam pencarian kerja berdasarkan data permohonan kartu kuning yang masuk ke Disnakertrans. Pada tahun 2017 silam, dari 1668 pemohon, 969 diantaranya merupakan lulusan SMK. Baru sisanya sebanyak 459 berasal dari lulusan SMA, dan kemudian 240 orang dari lulusan diploma.
“Lebih dari 50% diantaranya, yaitu berjumlah 873 orang telah mendapatkan pekerjaan,” urainya.
Terkait dengan tingginya angka pengangguran lulusan SMK, Kepala SMK Muhammadiyah Wonosari Tsulistianta Subhan Aziz mengatakan bahwa saat ini yang paling krusial adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia. Tak hanya di sisi para siswa, namun peningkatan kualitas juga harus menyasar staf dan jajaran pengajar.
Seperti misalnya yang telah dilakukan pihaknya adalah dengan menciptakan guru yang paham akan lingkungan kerja yang sebenarnya. Untuk itu, pihaknya pun juga menugaskan para guru untuk magang di perusahaan-perusahaan.
“Ini merupakan bentuk revitalisasi SMK agar kemudian tercipta sumber daya manusia yang berkualitas dan siap kerja,” papar Aziz.
Kepala SMK Muhammadiyah 2 Playen, Yunanto Andang Trihantoro lebih menyoroti permasalahan kurangnya semangat dan rasa percaya diri dari para lulusan SMK. Saat ini sebenarnya sangat banyak perusahaan yang membutuhkan lulusan SMK. Perusahaan-perusahaan garmen maupun plastik di lokasi industri yang tengah berkembang seperti Sukoharjo, Boyolali, Solo, serta Jogja banyak memasang lowongan pekerjaan.
“Namun anak itu semangatnya dan tahunya bahwa perusahaan yang mereka inginkan hanyalah pabrik garmen di area Jabodetabek,” keluhnya.
Pemikiran yang salah ini yang menurutnya harus segera dihilangkan. Ia percaya bahwa dengan pendidikan yang ada saat ini, para lulusan SMK di Gunungkidul sangat berkualitas dan langsung siap untuk masuk di dunia kerja.
“Satu lagi, jangan hanya berpikir untuk mencari kerja, para lulusan juga harus membiasakan diri untuk berkarya dan kemudian nanti malah mampu menciptakan lapangan kerja,” tutup dia.
-
Info Ringan1 minggu yang laluResep Lamian Kuah Daging Sapi
-
Peristiwa3 hari yang laluTragis, Pelajar SMP di Semanu Ditemukan Meninggal G4ntung D1r1 di Pohon Jambu Mete
-
Info Ringan4 hari yang laluResep Soto Tangkar
-
Uncategorized2 minggu yang laluLomba Rebahan Pertama di Indonesia Digelar di JCM, Siapkan Hadiah Rp5 Juta
-
Budaya4 minggu yang laluWujudkan Kedaulatan Budaya, Kampung Gambiran Yogyakarta Semai Biji Pohon Gambir
-
Uncategorized4 minggu yang laluMotor Pelajar Raib Saat Jam Sekolah, Polisi Bekuk Pelaku di Alun-Alun Wonosari
-
Uncategorized4 minggu yang laluPerkuat Transformasi Birokrasi di Era Pemerintahan Digital, Diskominfo Luncurkan Inovasi Sadulur
-
Peristiwa4 minggu yang laluLansia di Rongkop Ditemukan Tewas Gantung Diri di Dalam Rumah
-
Uncategorized4 minggu yang laluMuncul Titik-titik Amblasan Baru, BPBD Gunungkidul Gandeng Universitas Diponegoro Teliti Struktur Tanah di Tileng
-
Uncategorized4 hari yang laluKecelakaan Beruntun di Baleharjo Gunungkidul, Pengendara Vixion Meninggal Dunia
-
Pemerintahan3 minggu yang laluAntisipasi Kasus Kekerasan Layaknya di Kota Yogyakarta, Pemkab Gunungkidul Perketat Pengawasan di Daycare
-
Uncategorized3 minggu yang laluSewindu Mengabdi untuk Pendidikan, SMA Muhammadiyah Al Mujahidin Catatkan 1.000 Prestasi
