fbpx
Connect with us

Sosial

Persempit Ruang Gerak Terorisme dan Paham Radikal, Kapolda Minta Masyarakat Aktif Lakukan Deteksi Dini

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Polri dan TNI merupakan 2 institusi dan alat negara yang paling penting dalam memberikan perlindungan keamanan serta pengayoman kepada rakyat. Dengan peran yang maha penting semacam itu, menjadi mutlak adanya kekompakan serta kerjasama diantara kedua institusi tersebut.

Momen Ramadan 2018 kali ini, menjadi momentum beban tugas yang cukup berat bagi kalangan anggota Polri maupun prajurit TNI di wilayah DIY. Selain harus siaga pasca serangan teroris beberapa waktu lalu di Jawa Timur serta beberapa wilayah lainnya, anggota Polri dan TNI masih harus melakukan pengamanan masa Ramadan dan juga pengamanan dan antisipasi pasca dinaikannya status Gunung Merapi menjadi waspada atau level 2.

Kapolda DIY, Brigjen Ahmad Dhofiri mengakui bahwa pihaknya memang dihadapkan kepada tugas yang cukup berat pada Ramadan 2018 kali ini. Namun demikian, pihaknya sangat terbantu dengan keaktifan seluruh elemen baik di kalangan masyarakat hingga di tingkat pemerintahan sehingga situasi di DIY khususnya Gunungkidul tetap kondusif.

“Kita sangat siap dalam menghadapi situasi apapun,” tandas Ahmad ketika ditemui dalam acara Safari Ramadhan Bersama Kapolda DIY dan Danrem Pamungkas Yogyakarta di Makodim 0730 Gunungkidul, Jumat (25/05/2018) malam.

Seperti misalnya dalam penanggulangan terorisme di wilayah hukum DIY. Selain pengamanan ketat, pihaknya juga mengedepankan jajaran pemerintahan desa sebagai wilayah terdepan. Pihaknya sepakat untuk memberdayakan 3 pilar hingga di tingkat pemerintahan terbawah yang nantinya akan melakukan deteksi dini terhadap potensi pelaku teror ataupun berkembangnya paham radikal. Pemantauan terhadap para pendatang baru maupun aktifitas yang mencurigakan akan jauh lebih mudah apabila dideteksi langsung oleh jajaran aparat di lingkungan pedesaan yang lebih mengenal secara kewilayahan.

Selain itu yang juga menjadi perhatian pihaknya adalah antisipasi bencana melihat perkembangan yang terjadi di Gunung Merapi. Meski aktifitas magmatik di Gunung Merapi terpantau cukup siginifikan, akan tetapi situasi di lereng Merapi maupun secara umum di DIY masih sangat kondusif. Masyarakat yang dibantu dengan personel Tagana, Pemerintahan, BPBD nampak sangat siap dalam mengantisipasi segala kemungkinan. Fasilitas yang tersedia pun juga sudah sangat memadai seperti jalur evakuasi maupun lokasi pengungsian.

“Peralatan sudah oke sekali. Semua sudah siap siaga baik masyarakat yang memang sudah hafal, relawan, Tagana, Tim SAR dan juga TNI serta Polri,” urainya.

Mengenai pengamanan obyek vital demi menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat terutama dalam merayakan hari raya pada tahun ini ditegaskan Kapolda menjadi prioritas utama. Jika nantinya dianggap perlu, TNI tentunya akan dilibatkan dalam pengamanan tersebut. Meski demikian, melihat situasi dan perkembangan terkini di wilayah DIY, pengamanan internal dianggap sudah mencukupi.

“Kita komunikasi terus dengan TNI. Seperti dalam momen Ramadan ini, kami Polri bersama TNI akan menggelar Safari Ramadan di 5 wilayah. Ini momentum yang pas selain untuk beribadah juga menjalin kekompakan anggota TNI dan Polri yang selama ini di DIY sudah terjalin dengan sangat baik,” beber dia.

Sementara Danrem 072 Pamungkas, Brigjend Muhammad Zamroni, Ramadan menjadi momentum yang sangat pas untuk terus menjalin persatuan, dalam hal ini antara anggota TNI dan Polri. Kedamaian dan persaudaraan harus terus terjalin. Hal ini lantaran untuk mewujudkan keamanan bersama, diperlukan kerjasama yang baik antara TNI, Polri dan seluruh komponen masyarakat.

“kita ikut menjamin keamanan masyarakat. Mari bersama-sama menciptakan suasana yang aman, tenang sehingga aktifitas masyarakat bisa berjalan normal demi kesejahteraan bersama,” tandas dia.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler