fbpx
Connect with us

Peristiwa

Berikut Permintaan Maaf dari Warga Penolak Jenazah Mantan Danramil

Published

on

Ponjong,(pidjar.com)–Berkaitan dengan viralnya penolakan pemakaman jenazah Suyitno yang berstatus terkonfirmasi positif dua warga Padukuhan Trengguno Lor, Kalurahan Sidorejo, Kapanewon Ponjong meminta maaf secara terbuka kepada keluarga dan masyarakat umum. Sebab apa yang mereka lakukan berdampak cukup besar bagi keluarga almarhum, termasuk dengan respon netizen yang beragam.

Rohmadi alias Mandra (42) warga Trengguno Lor dan Sudiro (54) yang merupakan Ketua RT 01 RW 11 Padukuhan Trengguno Lor meminta maaf baik secara lisan maupun tertulis kepada pihak keluarga almarhum Suyitno. Adapun permintaan maaf ini ditanda tangani keduanya serta berjanji tidak akan mengulani perbuatan yang membuat gaduh tersebut.

Dalam surat tersebut tertulis, penolakan yang terjadi pada Jumat (10/06/2021) itu karena kurangnya pengetahuan Rohmadi dan Sudiro atas persoalan penanganan pemakaman jenazah covid19. Sehingga hal tersebut dapat terjadi dan menimbulkan kegaduhan.

“Kami berdua memohon maaf atas kegaduhan yang terjadi dan membuat keluarga almarhum Mayor Inf Suyitno mendapat serangan psikis akibat ketidak pahaman kami,” tulis Rohmadi dan Sudiro.

Pada surat tersebut juga bertuliskan permohonan maaf untuk TNI Angkatan Darat, Pemerintah Kalurahan Ngeposari, dan Kalurahan Sidorejo. Keduanya berjanji tidak akan mengulangi perbuatan mereka yang menghalang-halangi pemakaman jenazah covid19.

“Jika kami mengulangi perbuatan semacam ini maka kami siap menerima segala konsekuensi hukum yang berlaku,” imbuhnya.

Sebagaimana diketahui, Suyitno merupakan mantan Danramil Ponjong dengan pangkat terakhir Mayor. Jumat kemarin ia meninggal dunia di rumah sakit dan berstatus terkonfirmasi covid19. Pihak keluarga berencana memakamkan jenazah di TPU Trengguno Lor, sebab pria 60 tahun itu dulunya lahir di wilayah tersebut dan pernah memimpin Koramil Ponjong beberapa tahun.

Pagi itu keluarga telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kalurahan Sidorejo terkait pemakaman di Trengguno Lor, pemerintah telah mengeluarkan surat permohonan bantuan prmakaman ke PMI Gunungkidul. Liang lahat juga telah digali oleh tukang gali kubur, namun ditengah perjalanan Rohmadi alias Mandra dan Sudiro menolak adanya pemakaman jenazah covid19.

Keduanya menolak dengan dalih lingkungan takut tertular virus tersebut. Kemudian pemakaman jenazah mantan Danramil tersebut dilakukan di TPU Kalangbangi Lor, Kalurahan Ngeposari, Kapanewon Semanu dengan kesepakatan keluarga dan Pemerintah Kalurahan Ngeposari.

Lurah Sidorejo, Sidiq Nur Safi’i mengatakan telah dilakukan mediasi terkait perkara ini dan berjalan lancar serta damai. Dua warganya telah mengakui kesalahan mereka.

“Diselesaikan secara kekeluargaan, mediasi berjalan lancar,” kata Sidiq.

Adanya kejadian ini, Pemerintah Kalurahan Sidorejo akan memberikan edukasi serta sosialisasi terkait aturan serta covid19 yang lebih lagi. Sehingga masyarkat benar-benar paham dan kejadian semacam ini tidak terulang lagi.

 

 

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler