fbpx
Connect with us

Pemerintahan

BPBD Tegaskan Tak Ada Korban Atau Kerusakan Akibat Gempa Bumi Yang Guncang Gunungkidul Dini Hari Tadi

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Gempa bumi berkekuatan 5,8 Skala Richter yang mengguncang Gunungkidul pada Rabu (29/08/2018) dini hari tadi sempat membuat masyarakat panik. Aroma kepanikan memang sangat kental lantaran sejak beberapa waktu terakhir ini, masyarakat memang banyak menerima informasi perihal akibat gempa di Nusa Tenggara Barat yang sampai menewaskan ratusan orang.

Terkait gempa yang terjadi dinihari tadi, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul, Edy Basuki memastikan bahwa tidak ada korban jiwa maupun materi akibat kejadian ini. Gempa sendiri memang cukup kuat dirasakan masyarakat karena memang berpusat di Gunungkidul.

"Dari laporan teman-teman dari wilayah barat, utara, selatan, timur tidak ada kerusakan atau korban akibat gempa bumi. Akan tetapi kita terus melakukan monitoring," kata Edy Basuki kepada pidjar.com, Rabu pagi.

Menurut Edy, dengan memperhatikan episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi berkedalaman dangkal ini diakibatkan oleh aktifitas subduksi lempeng Indo-Australia yang menyusup di bawah lempeng Uerasia. Berdasarkan shakemap BMKG dan laporan masyarakat, guncangan gempa dirasakan selain di seluruh wilayah DIY juga turut pula dirasakan hingga Trenggalek, Jawa Timur; Purworejo, Jawa Tengah; dan Magelang, Jawa Tengah.

Berita Lainnya  Dinas Pariwisata Belum Berani Rekomendasikan Keamanan Spot-spot Foto Yang Menjamur di Obyek Wisata

“Gempa semalam juga tidak berpotensi tsunami,” terangnya.

Disinggung perihal adanya gempa susulan, Edy mengatakan bahwa hal tersebut tidak terjadi. Hasil monitoring dari BMKG, belum menunjukan adanya aktifitas gempa bumi susulan (aftershock). Untuk itu, ia menghimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan selalu waspada.

"Tidak ada gempa susulan, semalam juga tidak berpotensi tsunami. Kita akan up date terus, jangan mudah terpengaruh berita bohong," ujar Edy.

Edy menjelaskan, meski berharap agar tidak ada bencana di wilayah Gunungkidul, namun pihaknya siap dengan kemungkinan terburuk. Anggaran maupun sarana serta prasarana telah lengkap bilamana sewaktu-waktu terjadi bencana. Pada tahun 2018 ini, pihaknya menyiapkan dana sebesar Rp 100 juta yang dianggarkan untuk keperluan logistik jika nantinya terjadi bencana alam. Sedangkan untuk anggaran rehap dan rekondisi dampak bencana alam teranggarkan sebesar Rp 400 juta.

Berita Lainnya  Mediasi Buntu, Gugatan Seleksi Penerimaan Perangkat Desa Watusigar Terus Berlanjut

"Sudah terpakai sedikit untuk membantu korban kebakaran, karena kebakaran paling sering terjadi di Gunungkidul. Nanti jika kurang biasanya ada tambahan dari BNPB," imbuh Edy.

Namun untuk ketersediaan tenda saat ini jumlahnya sangat minim. Sebab pihaknya hanya memiliki satu tenda yang bisa difungsikan.

"Ada tenda besar 1 berukuran 12 meter. Kalau terpal kita ada 30an yang siap digunakan," imbuh dia.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler