fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Minta Pembangunan Tugu Tobong Ditinjau Kembali, DPRD: Dengarkan Suara Rakyat

Diterbitkan

pada

Wonosari,(pidjar.com)–Gelombang penolakan atas keputusan kontroversial Bupati Gunungkidul untuk membangun tugu Tobong Gamping di Bundaran Siyono, Kapanewon Playen terus berlanjut. Setelah penolakan viral di media sosial serta bahkan ada elemen masyarakat yang menggelar aksi demonstrasi, hal serupa juga mengemuka di kalangan DPRD Gunungkidul. Bupati Sunaryanta diminta untuk mempertimbangkan kembali pembangunan Tugu Tobong Gamping tersebut.

Dalam Rapat Paripurna yang digelar pada Selasa (20/04/2022) kemarin, anggota Komisi C, Rian Eko Wibowo menyuarakan penolakannya. Rian menyebut bahwa saat ini, berkembang dinamika di kalangan masyarakat yang sebagian besar menolak pembangunan Tugu Tobong Gamping. Melihat situasi tersebut, ia meminta agar Bupati peka dengan aspirasi dan suara rakyat. Ada baiknya keputusan tersebut bisa dipertimbangkan kembali atas dasar suara-suara rakyat yang lantang meneriakan penolakan ini.

Berita Lainnya  Modus Standar Investor Hindari AMDAL Yang Rumit dan Mahal, WALHI: Perizinan Lingkungan Hotel Santika Patut Dicurigai

“Kebijakan ini harapannya bisa ditinjau kembali, dipertimbangkan kembali dan kembali mendengarkan suara rakyat,” ucap Rian Eko Wibowo dalam interupsinya.

Kepada pidjar.com, Rian mengungkapkan bahwa ia sengaja memilih momen rapat paripurna yang dihadiri Bupati untuk menyampaikan usulan peninjauan kembali ini. Dia berharap dengan penyampaian dalam forum resmi semacam ini, aspirasinya bisa diterima dan kemudian ditindak lanjuti Bupati dengan membawa masalah ini ke rapat internal eksekutif dalam pembahasan dan evaluasi.

“Meski memang interupsi saya di luar agenda pembahasan dalam rapat paripurna. Tapi saya merasa bahwa hal ini sangat penting untuk disampaikan secara langsung di hadapan Bupati,” urai dia.

Menurutnya, Patung Kendang yang saat ini ada sudah tepat berada di lokasi tersebut. Patung kendang tersebut mengilustrasikan seorang legenda campursari, Manthous yang telah berjasa memperkenalkan nama Gunungkidul ke khalayak nasional. Melalui karya Manthous lah kemudian campursari berkembang dan bahkan mengangkat nama Gunungkidul.

Berita Lainnya  Rusak Parah dan Dinilai Membahayakan, Tiga Sekolah Dasar Dapat Gelontoran Dana Perbaikan

“Jika memang Bupati ingin membuat ikon tobong, bisa memilih di lokasi lain. Misal di Tugu Batas Kota atau yang lainnya,” lanjut dia.

Sementara itu, Koordinator Gunungkidul Corruption Watch (GCW) Dadang Iskandar menyampaikan surat terbuka penolakannya terhadap pembangunan Tugu Tobong Gamping. Dalam suratnya tersebut, Dadang meminta agar Bupati secara tegas membatalkan rencana pembongkaran Patung Kendang untuk diganti dengan Tugu Tobong Gamping. Ia menyebut ada beberapa alasan berkaitan dengan penolakan tersebut.

Yang pertama, Patung Kendang dianggap sudah cocok untuk menggambarkan kecintaan warga Gunungkidul terhadap seni dan budaya. Patung kendang menjadi ilustrasi musik campursari maupun kesenian tradisional Jawa yang memang selalu menggunakan perangkat musik ini.

“Patung Tobong Gamping ini sudah dan ndak populer dan terkesan ekploitasi karst Gunungkidul. Seperti itu kok mau dijadikan icon,” tandas Dadang.

Pembongkaran Patung Kendang yang diikuti dengan pembangunan Tugu Tobong Gamping ini sendiri disebutnya hanyalah buang-buang uang rakyat. Ada banyak hal yang sebenarnya bisa menjadi prioritas Bupati dengan anggaran tersebut. Seperti misalnya perbaikan jalan maupun fasilitas umum.

Berita Lainnya  Tinggal Tunggu Penetapan, 4 Nama Ini Dipastikan Jadi Pimpinan DPRD Gunungkidul

“Saya ingatkan, kamu jangan arogan dan menentang suara rakyat. Nek niatmu baik baik, bangun Gunungkidul ojo mikir golek bathi dan golek balen,” tegasnya.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler