Connect with us

Politik

Budayawan: Kalau Mau Jadi Bupati Gunungkidul, Uang Saja Tidak Cukup

Diterbitkan

pada

Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Pada 2020 mendatang Gunungkidul, bakal menghelat pesta demokrasi pemilihan umum kepala daerah (Pilkada). Sejumlah tokoh yang muncul nampaknya secara perlahan mulai membangun kedekatan dengan masyarakat. Banyak muncul spekulasi terkait permodalan baik uang, ketokohan maupun popularitas menjadi penentu terpilihnya sosok tersebut menggantikan kursi yang selama ini diduduki Badingah.

Budayawan Gunungkidul, CB Supriyanto mengatakan, dalam sejarah, Bupati yang terpilih di Gunungkidul dari periode ke periode ialah dia yang dekat dengan rakyat. Dalam hal ini, figur ketokohan serta jiwa sosialnya di masyarakat menjadi hal yang pokok bagi calon kandidat.

“Selama ini ketokohan responnya bagus, tetapi pemilih mudah berubah ketika melihat kandidat yang dekat dengan pemilih. Visi misi akan kalah dengan kedekatan tersebut,” ujar CB kepada pidjar-com-525357.hostingersite.com, Selasa (16/10/2019).

Kedekatan yang dimaksud, lanjut CB salah satunya adalah terjun langsung dalam kegiatan sosial. Dalam hal ini ia mencontohkan adalah calon mau turun menyapa warga ketika ada salah satu warga yang meninggal dunia.

Berita Lainnya  Lampiran Hasil Swab Negatif Jadi Syarat Pendaftaran Calon Bupati dan Wakil Bupati di Gunungkidul

“Melayat misalnya, kalau hal-hal seperti itu saja tidak datang ya bagaimana mau dekat,” ujarnya.

Hal itu menurut CB Supriyanto tidak hanya terjadi ketika Pilkada saja. Ia mengambil contoh ketika pileg tahun ini, banyak tokoh populer kalah dengan calon anyar yang mampu membangun kedekatan dengan masyarakat.

Selain dengan ketokohan serta kedekatan dengan masyarakat, kekuatan finansial juga menjadi hal penting. Namun begitu, kekuatan uang bukan segalanya untuk meraih kursi pemimpin di Gunungkidul.

“Calon itu bakal dipilih kalau ada kedekatan, punya modal sosial tinggi itu banyak dukungan. Kalau untuk Pilkada, uang itu penting tapi bukan segalanya,” ungkap dia.

Sementara itu, salah satu pengamat politik di Gunungkidul, Rino Caroko mengungkapkan hal yang tidak jauh berbeda. Namun menurutnya, kekuatan dari partai politik pengusung juga menjadi hal yang penting.

“Ketokohan, popularitas, finansial dan kendaraan politik itu menentukan kemenangan. Saat ini menurut saya, uang bukan satu-satunya modal kemenangan untuk menjadi Bupati di Gunungkidul,” paparnya.

Rino menjelaskan, setidaknya ada dua partai politik yang bakal berpeluang meramaikan pilkada. Partai tersebut yakni PDIP dan Nasdem. Rino menyebut, dua partai itu lantaran dalam pileg kemarin mampu memperoleh suara yang luar biasa di Gunungkidul.

Berita Lainnya  Ketua DPC Gelar Pertemuan Dengan Mayor Sunaryanto, PDIP Telah Jatuhkan Pilihan Calon Bupati?

“Kendaraan politik ini penting. Jika dilihat dari kemarin saingan antara Nasdem dan PDIP itu bakal ramai. Mereka punya basis massa yang kuat dan cukup banyak,” kata Rino.

Rino berpendapat, saat ini parpol tidak melakukan seleksi siapa yang akan diusung menjadi Bupati. Karena, saat ini sangat berpeluang, partai politik melihat calon hanya dari kekuatan finansial.

“Uang itu penting, untuk menyelesaikan dalam internal partai serta juga untuk kegiatan kampanye mengumpulkan massa. Tapi jangan-jangan parpol salah pilih hanya karena finansial, ketokohan popularitas tidak diperhitungkan,” terang dia.

Ia khawatir, budaya seperti ini menjadi penyubur pragnatisme money politik di masyarakat. Karena menurutnya, muasal money politik sendiri berasal dari partai politik.

Berita Lainnya  Resmi Ditetapkan Jadi Bupati dan Wakil Bupati Terpilih, Pelantikan Sunaryanta-Heri Terancam Mundur

Rino juga mengkhawatirkan, partai politik memaksakan seseorang menjadi tokoh. Selain itu, dirinya juga menyoroti adanya dua anggota TNI aktif yang terjun langsung dalam politik praktis.

“Ada orang yang dipaksa menjadi tokoh, dia memproklamirkan dia tokoh maju politik praktis. Padahal aturannya jelas, TNI aktif itu secara aturan tidak boleh turun ke politik praktis. Dalam kontek ini dalam politik praktis, begitu dia terjun komunikasi dengan parpol mendukung dan itu diterima. Jelas tidak bisa, hal-hal sekecil itu harus dipahami,” bebernya.

Dengan adanya calon dari anggota TNI aktif ini yang mulai menabrak aturan akan dibawa dalam pemerintahannya nanti. Sehingga akan banyak aturan yang bakal ditabrak demi kepentingan tertentu.

“Mungkin mereka bisa berdalih bahwa hanya pendekatan dengan masyarakat. Tetapi setahu saya, seperti AHY itu lo, dia mundur dulu baru terjun, mereka kenapa tidak bisa mencontoh itu. Kalau mau maju, mundur dulu baru politik praktis,” terang Rino.

Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata11 jam yang lalu

Libur Sekolah, Obyek-obyek Wisata Mulai Dibanjiri Siswa Study Tour

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)-Libur sekolah tahun 2026 mulai menggerakkan sektor pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) termasuk juga di Gunungkidul. Saat...

Pariwisata2 minggu yang lalu

Camping Syahdu di Pantai Watukodok

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Gunungkidul memamg menjadi gudangnya wisata alam di DIY. Bagaimana tidak, gugusan pantai selatan Kabupaten Gunungkidul menyuguhkan panorama pesisir...

Pariwisata1 bulan yang lalu

Mulai Pertengahan Mei Mendatang, TPR Baron Direncanakan Hanya Layani Pembayaran Retribusi Non-Tunai

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Pemerintah Kabulaten Gunungkidul terus berbenah dalam memperkuat tata kelola retribusi yang lebih transparan, efisien, dan adaptif terhadap perkembangan...

Pariwisata2 bulan yang lalu

Optimalisasi TKP Senopati, Pemkot Siapkan Pangkalan Becak dan Andong untuk Mudahkan Wisatawan

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4   Jogja,(pidjar.com)– Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Yogyakarta bergerak cepat menyiapkan penataan baru di kawasan Tempat...

Pariwisata2 bulan yang lalu

Wisatawan Pantai Krakal Keluhkan Bawa Tikar Sendiri Tetap Dipungut Uang Sewa, Ini Respon Dinas

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Gunungkidul saat ini menjadi primadona bagi wisatawan luar daerah untuk mengisi waktu libur panjang mereka. Dalam setiap momen...

Berita Terpopuler