fbpx
Connect with us

Sosial

Bunuh Diri Telah Capai 32 Kasus Hingga Juli, IMAJI: Pandemi Berkepanjangan Perberat Beban Masyarakat

Published

on

Wonosari, (pidjar.com)–Seakan tak ada habisnya, rentetan kejadian bunuh diri terus terulang di Gunungkidul. Hingga akhir Juli 2021, sudah terjadi sebanyak 32 kasus bunuh diri. Jumlah kasus pada 7 bulan ini bahkan telah melebihi jumlah keseluruhan kasus bunuh diri yang pada tahun 2020 lalu di mana terjadi 29 kasus bunuh diri. Hal ini tentunya patur menjadi perhatian bersama, khususnya pemerintah agar peristiwa memilukan ini dapat diantisipasi.

Relawan Inti Mata Jiwa (IMAJI) Wage Dhaksinarga, mengungkapkan, pihaknya masih belum mengetahui penyebab pasti melambungnya jumlah kasus bunuh diri pada tahun 2021 ini. Namun, untuk analisis sementara, beban hidup selama pandemi ini menjadi salah satu faktor utama. Dampak pandemi yang menyentuh segala sektor kehidupan menimbulkan bertambahnya beban psikologis yang dialami masyarakat.

“Kalau penyebab pastinya belum ada kajiannya ya, tapi sekarang beban psikologis masyarakat memang bertambah karena pandemi,” ujarnya, Sabtu (31/07/2021).

Selama masa pandemi, terutama beberapa waktu terakhir ini di mana situasi terus memburuk membuat masyarakat dilanda kecemasan yang sangat tinggi. Menurut Wage, pandemi ini memang memukul segala sektor kehidupan masyarakat, baik secara ekonomi, sosial, maupun kesehatan tentunya.

“Kecemasan masyarakat sekarang kan cukup tinggi, dari sektor ekonomi terganggu, sektor kesehatan terganggu, kesulitan mencukupi kebutuhan hidup, ataupun keinginan-keinginan yang belum terselesaikan atau tidak bisa dilaksanakan. Seperti hajatan hingga pergi jauh. Bisa jadi ada hubungannya dengan angka bunuh diri yang tinggi sampai sekarang,” sambung Wage.

Tingginya kasus bunuh diri sendiri menjadi pukulan telak bagi pemerintah. Saat ini ia menilai, belum ada langkah kongkrit dari pemerintah dengan segala kewenangannya untuk melakukan pencegahan secara maksimal. Di Gunungkidul sendiri sebenarnya telah ada Perda Tentang Penanggulangan Bunuh Diri hingga pembentukan Satuan Tugas. Namun hingga saat ini, kinerjanya belum optimal.

“Mungkin tidak berbeda jauh dari apa yang saya sampaikan dahulu, jika kunci penanggulangan bunuh diri itu ada di komunikasi antar anggota keluarga dan juga optimalisasi peran pemerintah,” ucap Wage melalui sambungan telepon.

Kasubbag Humas Polres Gunungkidul, Iptu Suryanto, mengakui tingginya kasus bunuh diri di Gunungkidul sampai bulan Juli 2021. Berdasarkan catatan kepolisian, jumlah gantung diri hingga 29 Juli 2021 kemarin telah mencapai 32 kasus. Jumlahnya bahkan melampaui angka keseluruhan bunuh diri pada tahun 2020.

“Kejadian terakhir kemarin Kamis (29/07/2021) di mana ada dua kasus bunuh diri dalam sehari. Selama tahun 2021 baru kali ini ada dua kejadian bunuh diri dalam sehari,” ujar Suryanto.

Dalam upaya menekan angka bunuh diri, Polres Gunungkidul selalu berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten Gunungkidul.

“Setiap ada kasus baru akan langsung dilaporkan ke Satuan Tugas Berani Hidup Kabupaten Gunungkidul. Bhabinkamtibmas di Kalurahan juga dilibatkan untuk mencegah adanya kejadian bunuh diri dengan rajin menyambangi warganya,” pungkasnya. (Roni)

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler