fbpx
Connect with us

Sosial

Bikin Siswa Tenang Saat Ujian, SMA Muhammadiyah Wonosari Bagikan Sarapan Susu dan Biskuit

Diterbitkan

pada tanggal

––>

Wonosari,(pidjar.com)–Pihak SMA Muhammadiyah Wonosari nampaknya benar-benar mempersiapkan secara serius para siswanya dalam menempuh Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) pada tahun 2018 ini. Selain persiapan terkait materi pelajaran yang telah digelar sebelumnya dengan pembelajaran di jam sekolah maupun di luar sekolah, hal yang lain juga diberikan oleh pihak sekolah saat proses UNBK berlangsung. Sebelum menempuh ujian, para siswa diberikan sarapan berupa susu dan biskuit dari sekolah. Upaya ini dilakukan agar para siswa bisa lebih fresh dan santai ketika mengerjakan soal ujian.

Kepala SMA Muhammadiyah Wonosari, Wahyudi mengungkapkan, pihaknya memang memberikan perhatian khusus pada psikologi siswa dalam menempuh ujian. Jangan sampai persiapan yang selama ini dilakukan buyar atau maksimal gara-gara para siswa panik ataupun grogi saat mengerjakan soal ujian.

“Kita ingin para siswa bisa maksimal dalam menempuh ujian sehingga hasilnya pun juga bisa bagus-bagus,” ujar Wahyudi, Selasa (09/04/2018) siang.

Menurut Wahyudi, persiapan sebelum menempuh ujian tak hanya sebatas fisik saja dengan memberikan asupan gizi dari biskuit dan susu, akan tetapi pihaknya juga memberikan pembekalan rohani. Sebelum masuk ruang ujian, para siswa diminta untuk melakukan Shalat Dhuha terlebih dahulu. Hal ini dipilih guna semakin menguatkan keyakinan para siswa saat mengerjakan soal.

Ia menambahkan, persiapan UNBK di SMA Muhammadiyah Wonosari memang menggabungkan antara materi pelajaran dengan keagamaan. Dalam menempuh sekolah sebelum pelaksanaan UNBK, selain pemberian materi pelajaran, pihaknya juga memberikan motivasi kepada para siswa. Sebelum memulai pelajaran juga siswa diminta untuk tadarus Quran dan pembacaan Asmaul Husnah.

Berita Lainnya  Buka Kran Air Keluar Gas Disebut Buat Harga Layanan PDAM Lebih Mahal Dari Beli Air Tangki

“Setelah itu baru masuk ke pelajaran, mengerjakan soal try out misalnya,” imbuhnya.

Genjotan persiapan yang dilakukan pihaknya ini tak lain adalah untuk meningkatkan prestasi para siswa. SMA Muhammadiyah Wonosari sendiri saat UASBN bisa mendapatkan peringkat 2 dari semua SMA swasta di SMA Kabupaten Gunungkidul. Ia menyatakan bahwa minimal prestasi tersebut bisa dipertahankan atau bahkan ditingkatkan saat UNBK ini.

“Target kita semua bisa lulus 100 %,” tandas Wahyudi.

Sementara salah seorang siswa SMA Muhammadiyah 1 Wonosari, Anis Sundari sangat berterima kasih dengan komitmen sekolah dalam memberikan segalanya bagi para siswa untuk menempuh ujian. Selain belajar di jam sekolah, para siswa juga mendapatkan kesempatan untuk les privat mengenai materi pelajaran yang tidak terlalu dikuasai. Hal ini disebutnya sangat berguna karena sangat menambah kesiapan ia dan teman-temannya dalam menempuh ujian.

“Selain itu kami juga banyak diberi motivasi bahwa kami mampu. Semoga persiapan maksimal ini bisa menghasilkan hasil yang maksimal juga,” tandas dia.

Komputer Tak Memadai, Siswa SMA Pembangunan 4 Playen Boyongan Saat UNBK

Sementara itu, para siswa dari SMA Pembangunan 4 Playen harus menempuh UNBK dengan segala keterbatasan. Bahkan lantaran peralatan di sekolah sangat tidak memadai, para siswa SMA Pembangunan 4 Playen saat ujian ini sementara harus menumpang di SMK Yappi Wonosari.

Berita Lainnya  Sempat Sepi, Kini Rusunawa Karangrejek Tinggi Peminat

Kepala SMA Pembangunan 4 Playen, Sarono mengatakan, pihaknya terpaksa menumpang dalam pelaksanaan UNBK kali ini karena keterbatasan komputer. Pihaknya saat ini hanya mempunyai 5 buah komputer di mana 2 diantaranya rusak.

“Sementara siswa peserta UNBK ada 34 anak, jadi ya memang tidak memungkinkan untuk kita gelar sendiri,” papar dia.

Mengenai pilihan untuk menumpang di SMK Yappi Wonosari dipaparkan Sarono dilakukan dengan pertimbangan kedua sekolah tersebut masih dalam satu yayasan. Hal ini membuat proses peminjaman sama sekali tidak mengalami masalah.

Ke depan ia sangat berharap pemerintah bisa ikut campur tangan agar masalah sarana dan prasarana komputer ini tidak kembali mengganggu persiapan sekolah dalam menempuh UNBK di kemudian hari.

“Kemarin sebenarnya sempat kita tawarkan kepada orang tua murid untuk bisa menyumbang komputes jika berkenan. Akan tetapi tidak ada yang menyumbang, mungkin karena keterbatasan ekonomi juga,” lanjut dia.

Meski harus menempuh UNBK dengan segala keterbatasan, SMA Pembangunan 4 Playen tetap menargetkan kelulusan 100% bagi para siswanya. Target ini sangat realistis menurutnya karena pada tahun sebelumnya, tingkat kelulusan juga mencapai 100%.

“Karena harus sementara pindah, kami juga menawarkan kepada para siswa yang rumahnya jauh untuk menginap di sekolah,” tutup dia.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan
Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler