fbpx
Connect with us

Hukum

Cabuli Keponakan Yang Masih SMP, Pria Beristri Dihajar Warga

Diterbitkan

pada

BDG

Saptosari,(pidjar.com)–Sungguh bejat yang dilakukan oleh Dar (41) warga Kalurahan Krambilsawit, Kapanewon Saptosari. Pria beristri ini dengan tega mencabuli keponakannya sendiri yang berinisal FN (13). Aksi bejatnya ini diketahui oleh keluarga dan kemudian dilaporkan ke Polres Gunungkidul untuk diproses secara hukum. Sebelum berhasil dievakuasi ke kantor polisi, Dar sempat dihakimi oleh puluhan warga yang sejak sore mengepungnya.

Kapolsek Saptosari, AKP Kusnan Priyono mengungkapkan tindakan tidak terpuji tersebut terjadi pada Jumat (06/01/2023) lalu. Saat itu pada siang hari, rumah pelaku dalam keadaan sepi karena istri dan anak pelaku tengah tak bepergian. Bermodus meminta tolong untuk kerokan, Dar memanggil FN untuk masuk ke dalam kamar.

Dengan bujuk rayu, pelaku sendiri akhirnya menyetubuhi keponakannya yang masih duduk di kelas 2 SMP ini.

Saat tengah berduaan di dalam kamar dan melakukan hubungan badan. Tiba-tiba nenek korban masuk ke dalam kamar. Dalam keadaan panik, pelaku sempat bersembunyi di belakang pintu kamar.

“Jadi FN ini adalah teman main anaknya Dar ini. Keduanya masih ada hubungan keluarga keponakan ipar,” ucap Kapolsek saat dikonfirmasi, Minggu (08/01/2023).

Adapun tindakan pencabulan telah dilakukan sejak bulan Agustus 2022 lalu, lebih dari 4 kali Dar melakukan pencabulan terhadap bocah 13 tahun tersebut. Untuk persetubuhannya sendiri dilakukan baru pertama kali di hari Jumat tersebut dan langsung diketahui oleh pihak keluarga.

“Korban sempat melakukan perlawanan, namun selama ini diiming-imingi dengan uang,” imbuh dia.

Keluarga yang tidak terima dengan tindakan bejat Dar ini kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polres Gunungkidul untuk meminta pertanggung jawaban terhadap pelaku dan diproses secara hukum. Sabtu kemarin, usai sejumlah bukti dikantongi, penyidik kemudian melakukan penangkapan terhadap pelaku.

“Selain sering memberikan uang, pelaku mengaku jika menaruh rasa terhadap korbannya. Kelanjutan kasus ini ditangani oleh Satreskrim Polres Gunungkidul,” jelas dia.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Gunungkidul, AKP Mahardian Dewo Negoro mengatakan, pihaknya telah melakukan penjemputan terhadap Dar. Saat ini pemeriksaan intensif dan maraton telah dilakukan oleh penyidik. Keterangan dari pelaku dan saksi pun masih terus didalami untuk memastikan kasus ini apakah pencabulan saja atau tindakan lebih jauh.

Pun demikian dengan korban sejauh ini juga bisa diajak komunikasi dalam pemeriksaan. Namun begitu, petugas tetap berhati-hati guna menjaga psikis dan fisik korban.

“Korban masih di bawah umur,” ujar Kasat Reskrim.

Salah seorang warga setempat, Nanda menyebut bahwa sejumlah tokoh masyarakat menerima pengaduan dari istri pelaku pada Jumat lalu. Namun kemudian, lantaran ketakutan, Dar sempat pergi dari rumah. Pelaku sendiri diketahui baru pulang pada Sabtu kemarin.

Oleh warga, Dar lantas digelandang ke rumah salah seorang tokoh masyarakat untuk dimintai keterangan. Kepada warga, Dar berdalih hanya melakukan pelecehan kepada FN.

“Ada pak Dukuh dan pak RT serta perangkat kalurahan yang hadir dalam pertemuan tersebut,” ucap Nanda.

Kabar berkaitan perbuatan bejat Dar sendiri langsung tersiar ke warga lainnya. Puluhan warga langsung berkumpul dan mengepung pelaku.

Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, sejumlah tokoh lantas memanggil aparat dari Polsek Saptosari yang langsung datang ke lokasi untuk melakukan pengamanan. Dar lalu dievakuasi ke Mapolsek setempat.

Sejumlah warga yang jengkel dengan kelakuan bejat Dar sempat berusaha merangsek. Sejumlah bogem mentah sempat mendarat ke tubuh pelaku ketika dibawa ke mobil patroli.

“Tadi dari Polsek lalu diarahkan ke Polres. Ini tadi saya juga dimintai keterangan sebagai saksi,” tutupnya.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler