fbpx
Connect with us

Sosial

Cerita Anak Buruh Tani Masuk Polisi, Pinjam Uang Pak Dukuh Untuk Uang Saku

Diterbitkan

pada

BDG

Paliyan, (pidjar.com)– Dani Triyanto (21), putra seorang buruh tani asal Padukuhan Pendem RT 11 RW 02, Kalurahan Karangduwet, Kapanewon Paliyan, lulus menjadi Bintara Polri tahun 2023 di Polda DIY. Kelulusan Dani membuat orangtuanya, Ratikem menangis haru dan tak berhenti bersyukur.

Ratikem tak menyangka, anak ketiganya itu dinyatakan lulus sebagai anggota polisi dan saat ini tengah menjalani pendidikan di Sekolah Kepolisian Negara (SPN) Selopamioro Polda DIY. Dibalik kesuksesannya itu, banyak perjuangan yang dilakukan oleh Dani serta orangtuanya.

“Ayahnya sudah meninggal dua tahun lalu karena jatuh dari pohon saat mencari pakan ternak. Kakaknya yang pertama sudah menikah dan ikut suaminya, sedangkan kakak keduanya sudah meninggal sewaktu kecil. Saya tinggal berdua sama Dani disini,” ucap Ratikem.

Diceritakannya, saat masih duduk di bangku SMP sudah muncul motivasi dari diri Dani untuk menjadi seorang anggota kepolisian ataupun tentara. Motivasi itu muncul karena seringnya melihat tentara yang sedang melaksanakan latihan di Puslatpur Paliyan. Lantaran hidup pas-pasan, ia sebagai ibu hanya bisa berpesan agar rajin berolahraga dan menjaga fisiknya.

“Dari usia SMP itu sering main di Puslatpur, sering nonton tentara pas latihan. Terus sering bilang kalau dewasa mau jadi angkatan entah tentara ataupun polisi,” ulasnya.

Berita Lainnya  HeHa Perduli Salurkan Bantuan Air Bersih Untuk Warga di Perbatasan Gunungkidul

Sebagai anak buruh tani yang pas-pasan, Dani sangat mengerti keadaan keluarganya. Di sela-sela kesibukannya sebagai siswa di SMK N 2 Wonosari, Dani dengan giat membantu ibunya mencari rumput untuk hewan ternaknya. Dani pun berlatih dengan giat menggunakan alat seadanya, ia sering berlari-lari menggendong tas yang diisi dengan bongkahan batu besar serta pasir didalamnya.

“Jadi latihannya itu gendong tas ini diisi batu besar sama pasir, sering juga pakai barbel,” cerita Ratikem.

Dani sendiri sebelum diterima menjadi Bintara sempat mengalami kegagalan. Setidaknya ia pernah mendaftarkan dirinya sekali menjadi anggota kepolisian dan dua kali menjadi anggota tentara namun gagal.

Kegagalan itu tak membuatnya menyerah, ia terus berlatih guna mengejari impiannya itu. Ratikem mengaku sangat mendukung cita-cita anaknya itu meski perekonomiannya pas-pasan. Guna memberikan uang saku anaknya itu, tak jarang ia berhutang untuk mencukupi kebutuhan akomodasi Dani.

Berita Lainnya  Ini Penyebab Ledakan Kasus Positif Corona di Wonosari

“Ya bagaimanapun harus ada ongkosnya, biasanya sering pinjam uang ke Pak Dukuh,” terangnya.

Mimpi yang didambakan anaknya itu pun kini menjadi kenyataan, tanggal 19 Juli 2023 kemarin Dani dinyatakan lolos menjadi Bintara Polri. Ia kini sudah mulai menjalani pendidikan di SPN Selopamioro Polda DIY sejak tanggal 22 Juli kemarin. Ia berharap anaknya itu bisa menjadi sosok yang tetap rendah hati dan bertanggungjawab dalam profesinya.

“Baru Dani itu yang menjadi polisi, alhamdulillah semoga anak saya tetap semangat dan redah hati,” bebernya.

Kasubbid Penmas Bidhumas Polda DIY, AKBP Verena Sri Wahyuningsih, mengatakan saat ini Dani tengah melaksanakan pendidikan di SPN Selopamioro Polda DIY. Dikatakannya, Dani diterima menjadi Bintara melalui jalur prestasi dan kuota khusus lantaran pernah menjadi Paskibraka Kabupaten Gunungkidul tahun 2021 dan 2022 silam.

Berita Lainnya  Bertambah, 1 Orang PDP Warga Karangmojo Meninggal Dunia

“Jadi ini mendaftar dan mengikuti seleksi seperti biasanya, tapi diakhir diterima masuk dalam golongan prestasi kuota khusus,” paparnya.

Terkait ketidaklolosan Dani sebelumnya, ia menyampaikan jika pada saat itu Dani tidak diterima masuk ke bagian logistik karena tidak memenuhi kualifikasi. Menurutnya, keberhasilan anak buruh tani menjadi anggota kepolisian membuktikan rekrutmen anggora kepolisian dilakukan dengan bersih, transparan, akuntabel, dan humanis.

“Jadi dulu Dani itu jurusan jurusan otomotif dan tidak diterima masuk ke logistik, karena jalur itu dikotakkan tersendiri dan ada kuotanya jadi lebih sempit ruang untuk diterima. Mungkin waktu itu Dani nomer urut sekian dan tidak masuk,” pungkasnya.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler