fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Rayakan Tahun Baru, Bupati Traktir Pemulung di TPAS

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Mengawali awal tahun 2022 ini, agenda pertama Bupati Gunungkidul, Sunaryanta adalah menyambangi puluhan pemulung serta petugas kebersihan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Wukirsari, Kalurahan Baleharjo, Kapanewon Wonosari. Puluhan pemulung di TPA ini ditraktir oleh Bupati untuk sarapan bersama.

Kunjungan Bupati ke TPA Wukirsari ini juga untuk mendengarkan keluh kesah di kalangan masyatakat serta mengetahui secara pasti kondisi di bawah. Petugas di TPA dan para warga sekitar kawasan yang banyak menghabiskan waktu di TPA pagi tadi juga difasilitasi pemeriksaan kesehatan.

“Pengecekan kesehatan ssngat penting dilakukan karena mereka berads di daerah yang rentan terpapar berbagai jenis penyakit,” ujar Sunaryanta di sela-sela kegiatannya, Sabtu (01/01/2022).

Pada tahun 2022 ini OPD terus akan berbenah dalam memberikan layanan dan realisasi program. Ia berharap agar pandemi covid19 ini segera berakhir dan disikapi oleh masyarakat. Pemerintah juga akan lebih fokus dalam merelisasikan program yang diigagas seperti investasi, pariwisata dan ekonomi kerakyatan yang maksimal.

Sementara itu, perwakilan dari paguyuban pemulung TPAS Wukirsari, Ari mengucapkan terimakasih kepada Bupati Gunungkidul atas perhatian yang diberikan. Ia berharap masukan dari paguyuban diharapkan mampu direalisasikan. Selain tes kesehatan, pemulung di TPA Wukirsari juga memerlukan alat pelindung diri.

“Sarana prasarana serta kelengkapan yang dibutuhkan dalam bekerja di TPA ini kami harapkan lebih diperhatikan kembali, mengingat kami rentan terkena penyakit atau terluka,” ujar Ari.

Menyambut pergantian tahun dengan hal-hal yang positif juga dilakukan oleh Anak Didik (Andik) Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Yogyakarta yang berada di Wonosari. Jumat (31/12/2021) kemarin 24 andik ini mengadakan kegiatan pramuka dan perkemahan. Di LPKA sendiri juga terdapat 24 anak didik dengan rincian 19 sudah putusan pengadilan tinggal menjalani masa hukuman dan 5 titipan tahanan.

Kegiatan Kemah Ceria LPKA ini tujuannya adalah memberikan pembinaan kepribadian dan karakter bagi anak-anak yang tersandung perkara hukum. Pramuka ini menjadi salah satu wadah untuk mereka merubah karakter dari yang sebelumnya untuk menjadi yang lebih baik kembali.

“Kita sudah aktif pramuka sejak setahun yang lalu dan mendapatkan pembinaan dari Kwarcab, alhamdulillah dalam kesempatan ini kita mendapatkan Sertifikat Gugus Pangkalan LPKA dengan demikian kedepan kita akan rutinkan kegiatan dan bisa ikut di kegiatan-kegiatan luar,” ucap Teguh Suroso, Kepala LPKA.

Kemah Ceria LPKA ini, juga diisi dengan beragam kegiatan mulai dari sparing futsal, renungan, dan nonton film bareng. Berkaitan dengan pemenuhan hak anak, LPKA berupaya sebisa mungkin memberikan pelayanan yang mumpuni.

“Untuk pendidikan mereka tetap sekolah kok secara online, kita sediakan keperluannya. Yang SMP ya ikut pembelajaran seperti biasa, yang SMA pun demikian. Ada juga yang sekarang ini sedang menempuh UAS Perguruan tinggi,” tutup dia.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler