Kriminal
Cerita Pencuri Konyol Yang Nekat Unggah Sepeda Motor Curian di Media Sosial Untuk Cari Pembeli
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Ungkap kasus pencurian sepeda motor jenis Yamaha Jupiter nopol AB 4756 CI di kawasan pasar malam yang terjadi beberapa pekan lalu memang tak membutuhkan waktu yang cukup lama. Pasalnya selain melakukan penyelidikan di lapangan, petugas kepolisian juga melakukan patroli di media sosial guna mengungkap kasus ini. Hanya berselang kurang lebih satu pekan, petugas langsung berhasil mengamankan 2 pemuda tanggung yang ditengarai berperan sebagai pelaku pencurian serta penadah.
TP (21) warga Desa Sidorejo, Kecamatan Ponjong yang menjadi pelaku pencurian motor di kawasan seputaran Lapangan Ksatrian memang cukup gegabah. Dengan berani, ia mengunggah postingan di media sosial untuk menjual kendaraan yang baru saja dicurinya. Penjahat amatir ini merasa, dengan memprotoli sepeda motor Yamaha Jupiter nopol AB 4756 CI milik Slamet warga Kwarasan Kulon, Kecamatan Nglipar yang dicurinya tersebut jejaknya tidak akan terdeteksi.
Kasat Reskrim Polres Gunungkidul, AKP Riko Sanjaya mengungkapkan, proses penyelidikan terkait kasus ini memang tak hanya dilakukan di lapangan saja, akan tetapi juga melibatkan tim yang menyisir media sosial. Ternyata patroli media sosial yang dilakukan oleh pihak kepolisian itu membuahkan hasil.
Sebelum melakukan penyelidikan di lapangan, petugas mendapati jika kendaraan berwarna putih yang telah dalam kondisi dipisah-pisah diposting atau ditawarkan di salah satu media sosial. Dari situ dugaan semakin kuat lantaran terdapat sejumlah kemiripan antara kendaraan yang ditawarkan dengan ciri-ciri kendaraan milik Slamet yang hilang.
“Oleh pelaku, motor curian ini diposting di salah satu media sosial guna mencari pembeli. Sempat akan ada transaksi,” terang AKP Riko Sanjaya, Selasa (11/06/2019) siang.
Tindakan pelaku yang terbilang konyol ini kemudian langsung dapat terendus oleh petugas. Dari postingan tersebut petugas kemudian melakukan penyelidikan di lapangan dan beberapa informasi yang diperoleh petugas kemudian melakukan penangkapan. Pada awalnya petugas menangkap WM yang diketahui sebagai penadah kendaraan curian tersebut. WM ditangkap ketika tengah menggunakan sepeda motor curian itu.
“Untuk menghilangkan jejak, pelaku memrotoli sepeda motor curian yang dibelinya,” beber Riko.
Untuk membuktikan bahwa sepeda motor tersebut merupakan milik Slamet yang dicuri beberapa waktu lalu, polisi lalu memeriksa nomor rangka dan nomor mesin dari sepeda motor yang dipakai oleh WM. Hasilnya, terbukti bahwa sepeda motor tersebut merupakan milik Slamet. Akhirnya, lantaran tak lagi bisa berkelit, WM lalu mengakui bahwa motor tersebut ia beli dari TP.
“Segera setelah mendapatkan keterangan tersebut, TP yang berperan menjadi pemetik kami ringkus di rumahnya,” imbuhnya.
Saat ini kedua pemuda bertato itu harus mempertanggung jawabkan perbuatannya di depan muka hukum. Pasal 363 pun disangkakan kepada kedua pelaku tersebut.
Tak hanya berhasil mengungkap kasus pencurian kendaraan di lingkup Pasar Malam Lapangan Ksatrian, beberapa hari lalu juga berhasil mengungkap kasus pencurian di toko Armada yang berada di Desa Kepek, Kecamatan Wonosari.
Kanit Buser Satreskrim Polres Gunungkidul, Ipda Ari Widodo mengatakan jika bedasarkan pengakuan Tu (43) warga Paranggupito, Kabupaten Wonogiri saat melancarkan aksinya pelaku masuk melalui rumah milik Yohan atau pemilik toko Armada. Ia kemudian mengaku sebagai mantan karyawan di toko tersebut, kedatangannya itu berkedok akan mengambil pakaian di rumah tersebut.
Namun dari situ Tu justru kemudian memanjat bagian rumah tersebut untuk dapat masuk ke toko Armada. Selanjutnya setelah berhasil memanjat dari rumah ke toko, ia kemudian mencongkel jendela toko dengan menggunakan alat yakni gatul dan masuk ke ruang kasir. Uang sebesar 30 juta tersebut kemudian ia ambil dari laci kasir.
“Pelaku sudah tahu seluk beluk rumah dan toko. Setelah berhasil mengambil uang ia kemudian keluar dari pintu yang sama. Ambil pakaian itu hanya alasan saja,” terang Ipda Ari.
Sebenarnya Tu sendiri memang merupakan mantan karyawan di toko tersebut namun sudah lama keluar, sekitar 6 bulan lalu. Ia kembali ke tempat tersebut untuk melakukan tindak kriminalitas. Pengakuan Tu terhadap petugas, ia melakukan pencurian itu baru pertama kali. Uang 30 juta tersebut ia gunakan untuk membeli kendaraan dan beberapa barang lainnya.
“Pengakuan pelaku untuk bayar hutang dan keperluan lebaran serta lainnya. Untuk sementara baru satu kali melakukan pencurian,” tutupnya.
-
Uncategorized22 jam yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized5 hari yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Uncategorized3 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
event3 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Uncategorized3 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Sosial2 hari yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Sosial3 minggu yang laluProfil AKBP Rosana, Kapolres Gunungkidul yang Pernah Ungkap Kasus 1 Ton Sabu
-
Pemerintahan2 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
-
Uncategorized1 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Pariwisata3 minggu yang laluOnsen Resort Kaliurang, Tawarkan Pengalaman Menginap Bernuansa Jepang di Lereng Merapi
-
Uncategorized20 jam yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Uncategorized17 jam yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
