fbpx
Connect with us

Info Ringan

Dari Hobi Jadi Rejeki, Dwi Sukses Ternak Burung Kecintaan

Diterbitkan

pada tanggal

Playen,(pidjar.com)–Sejak dua tahun lalu, laki-laki asal Desa Getas, Kecamatan Playen ini memantapkan niatnya untuk melanjutkan hobi ternak burung. Dalam waktu yang tidak terlalu lama, kini dia sudah memiliki ratusan ekor burung di kandang depan rumahnya. Tidak disangka, hobi yang dimiliki sejak masih usia remaja ini berbuah rejeki banyumili.

Dialah Dwi Hartanto, yang menggeluti ternak burung lovebird. Dari awal dia hanya memiliki sepasang lovebird kangkung dan jagung. Namun saat ini sudah berkembang menjadi ratusan pasang tentunya dengan berbagai jenis. Dibantu sang istri dan dua anaknya, lelaki yang tinggal di Padukuhan Ngrunggo tersebut telaten merawat burung setiap hari.

Ditemui di kandang burungnya, Dwi menceritakan jika sudah lama jatuh cinta kepada burung lovebird. Sejak masih duduk di usia SMP, ia sudah memiliki satu pasang lovebird. Namun ia tega menjual demi kebutuhan  bersekolah. Sejak saat itu pula, hanya bisa berangan-angan memiliki lovebird kembali.

“Baru bisa ngerawat sekarang ini, dibantu anak istri. Alhamdulillah bisa ternak dan budi daya sampai ratusan pasang,” jelas dia, Jumat (11/10/2019).

Dalam perawatannya pun sangat sederhana. Ia membuat dinding strimin yang di dalamnya dibuat rumah rumahan beserta tempat minum dan makan. Setelahnya, burung itu dilepas bebaskan di kandang tersebut. Meski begitu, lovebird tidak mungkin pindah dari pasangannya.

Berita Lainnya  Enam Teknik Memotong Sayur yang Populer dalam Memasak

“Itulah menariknya lovebird, tipenya setia. Walaupun dijadikan satu kandang dengan yang lain, pasangannya tidak akan tertukar,” katanya.

Hobinya merawat burung sejak masih remaja tersebut tentunya sekarang menjadi rejeki buatnya dan keluarga. Banyaknya jenis burung lovebird di kandangnya, mampu menarik minat pecinta lovebird dari berbagai wilayah untuk berkunjung bahkan membeli.

Disampaikan Dwi pula, banyaknya ekor yang dipunya membuat harga bervariasi sesuai usia dan jenisnya. Mulai dari harga Rp 150 ribu sampai Rp 1 juta. Teristimewa yang dimilikinya ialah jenis batman. Warna yang menarik menjadi kesukaan pecintanya.

“Tiga hari sekali pasti ada yang datang ke kandang. Untuk melihat-lihat dulu. Bahkan ada yang langsung membawa sangkar untuk membeli,” ujar dia.

Sementara itu, salah seorang konsumen asal Desa Giring, Kecamatan Paliyan, Kusuma mengatakan sudah lama berlangganan di peternakan milik Dwi. Menurutnya, selain dari segi warna yang menarik, lovebird di tempat itu mempunyai kekekan yang panjang.

Berita Lainnya  Kebutuhan Darah Tercukupi, Kesadaran Pendonor di Kabupaten Gunungkidul Meningkat

“Ya selain warnanya, kalau telaten yang pelihara bisa ngekek panjang, bisa untuk lomba,” kata dia.

Disampaikan olehnya saat ini harga lovebird memang mengalami penurunan. Namun hal itu tidak menyurutkan niatnya untuk terus memelihara burung dengan paruh bengkok itu.

“Namanya juga hobi, ya seneng aja meski harga jualnya anjlog,” pungkas dia.

Iklan
Klik untuk Komentar
Iklan

Facebook Pages

Iklan
Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler