fbpx
Connect with us

Politik

Deklarasikan Diri Jadi Calon Bupati, Ngadiyono Tunggu Restu Prabowo,

Diterbitkan

pada tanggal

Playen, (pidjar.com)–Situasi politik di Gunungkidul saat ini tengah hangat-hangatnya jelang Pilkada 2020 mendatang. Sejumlah tokoh mulai santer dari berbagai kalangan akan terjun dalam ajang tersebut. Meski beberapa kali kepergok melakukan pendekatan ke masyarakat, namun hingga saat ini, masih belum ada satupun tokoh-tokoh baik dari kalangan militer, akademisi hingga birokrat ini yang mendeklarasikan diri bakal mencalonkan diri.

Di tengah kesimpangsiuran siapa saja calon yang bakal mengikuti ajang Pilkada 2020 Gunungkidul, manuver mengejutkan dilakukan oleh Ketua DPC Gerindra Gunungkidul, Ngadiyono. Pria flamboyan ini secara resmi mendeklarasikan diri terkait pencalonan dirinya menjadi Bupati Gunungkidul pada Minggu (15/09/2019) siang tadi. Bersama dengan jajaran struktur pengurus dan anggota DPC Gerindra yang mengusung tagline “Gumbregah, Guyub Rukun Mbangun Gunungkidul”, Ngadiyono secara resmi mendeklarasikan diri di kantor DPC Gerindra.

Ditemui pidjar.com, Ngadiyono mengaku sudah sangat mantap untuk mencalonkan diri menjadi bakal calon Bupati Gunungkidul. Menurut Ngadiyono, ini merupakan pencalonan dirinya yang kedua dalam kontestasi ini. Pada Pilkada 2010 silam, Ngadiyono sempat berpasangan dengan Suyanto dan menjadi salah satu calon yang berlaga.

Pencalonan ini disebut Ngadiyono atas dorongan berbagai elemen baik pengurus maupun kalangan legislator Gerindra. Atas dukungan yang mengalir ini, ia kemudian meneguhkan diri untuk terjun.

Berita Lainnya  Tak Pernah Disambangi Caleg, Kalangan Tuna Netra Kebingungan Tentukan Pilihan Dalam Pemilu

“Ini merupakan sikap resmi dari DPC Gerindra Gunungkidul untuk mencalonkan saya, Ngadiyono sebagai calon Bupati Gunungkidul,” tandasnya, Minggu siang.

Dengan adanya deklarasi ini, maka nantinya akan sangat menentukan arah koalisi dari Gerindra. Kepada parpol-parpol yang ingin berkoalisi dengan Gerindra, pihaknya memiliki syarat mutlak yaitu ada kader Gerindra yang maju dalam pemilihan.

“Kalau mau koalisi dengan Gerindra, harus mau mengusung calon dari kader internal Gerindra, yaitu saya, Ngadiyono,” ucapnya.

Meski dalam deklarasi ini ia mencalonkan diri sebagai Bupati, namun untuk perkembangan ke depan, Ngadiyono memilih bersikap cair. Ia akan membiarkan semua komunikasi politik mengalir dengan sendirinya dan tidak masalah jika nantinya mengalah dan harus menjadi calon Wakil Bupati. Ia memaparkan bahwa dalam arah koalisi, pihaknya siap berkoalisi dengan seluruh partai yang memiliki kesamaan visi dan misi dengan Partai Gerindra.

Berita Lainnya  Rebutan Nomor Urut, Bacaleg PAN Adu Visi Dalam Fit and Proper Test

“Kita memang harus realistis karena hanya memiliki 4 kursi di DPRD sehingga harus berkoalisi,” imbuh Ngadiyono.

Dalam pencalonan ini, Ngadiyono menegaskan memiliki sejumlah strategi khusus pemenangan. Selain memanaskan mesin politik Gerindra, pihaknya juga telah mendapatkan restu dan dukungan awal dari sejumlah parpol lain. Tercatat sedikitnya sudah ada 2 parpol yaitu Partai Perindo dan Partai Berkarya yang memberikan dukungan kepadanya. Bahkan kedua ketua parpol tersebut hadir dalam deklarasi ini.

Ngadiyono juga menyatakan bahwa tengah menunggu restu dari Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Prabowo Subianto. Dalam waktu dekat ini, pihaknya akan menghadap Prabowo ke Jakarta guna mendapatkan restu tersebut.

“Dukungan dari Pak Prabowo akan menjadi sangat penting bagi langkah kami ke depan,” tutup dia.

Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler