fbpx
Connect with us

Info Ringan

Delapan Film Animasi Jepang Terbaik

Diterbitkan

pada tanggal

Jogja,(pidjar.com)–Selain terkenal dengan film romantisnya yang mengharu-biru, Jepang juga cukup populer dengan berbagai film animasinya. Film animasi atau anime merupakan salah satu produk unggulan dari Industri film di Jepang. Banyak film anime terbaik Jepang yang tidak kalah populer dengan animasi buatan Amerika. Selain itu, berbagai film anime Jepang juga rutin masuk dalam nominasi film anime terbaik dalam ajang bergengsi Academy Awards alias Oscar. Apa saja filmnya? Cekidot.

Spirited Away – 2001

Spirited Away (Sen to chihiro no Kamikakushi) merupakan salah satu film anime yang cukup terkenal di berbagai belahan dunia. Kepopuleran tersebut tidak lain karena film ini berhasil menyabet penghargaan Academy awards terbaik untuk kategori film animasi pada tahun 2002. Hingga saat ini belum ada satupun film anime Jepang yang mampu menyabet gelar serupa. Film karya Hayao Miyazaki ini menceritakan tentang petualangan seorang anak perempuan bernama Chihiro yang terjebak di alam gaib. Di sana ia harus berusaha menyelamatkan kedua orang tuanya yang dikutuk menjadi dua ekor babi. Petualangan yang dilalui oleh Chihiro ini sangatlah seru karena ia harus bertemu dengan berbagai macam makhluk yang aneh. Meskipun begitu, film ini sama sekali tidak menyeramkan. Film yang wajib ditonton untuk semua penggemar anime!

Grave of Fireflies – 1988

Grave of Fireflies atau Hotaru no Haka adalah film buatan Studio Ghibli yang dirilis pada tahun 1988. Jika selama ini kita banyak dijejali dengan film perang yang menonjolkan perjuangan dan kepahlawanan, maka di film ini kita akan disadarkan bahwa perang hanya akan membawa air mata dan penderitaan. Ya, film Grave of Fireflies menceritakan tentang dua orang kakak adik yang kehilangan kedua orang tuanya akibat peperangan. Mereka kemudian harus berjuang untuk hidup sendiri tanpa ada yang peduli karena semua orang saat itu sedang kesusahan akibat peperangan. Film ini sendiri merupakan kisah nyata yang diadaptasi dari semi-otobiografi yang dibuat oleh Nosaka Akiyuki. Film ini juga kemudian dibuat sekuelnya dengan format live-action pada tahun 2004 dan 2008.

Berita Lainnya  Tujuh Buah Yang Baik Untuk Kesehatan Tulang

The Girl Who Leapt Through Time – 2006

Pernah membayangkan memiliki mesin waktu dan bisa dengan senang hati pergi ke manapun kita mau? Jika pernah, mungkin film The Girl Who Leapt Through Time ini akan sedikit merubah pandangan kita terhadap mesin waktu tersebut. The Girl Who Leapt Through Time (Toki o Kakeru Shojo) menceritakan tentang seorang perempuan yang bisa melakukan time travel ke masa lalu. Sayangnya, ia hanya melakukannya untuk berbgai tindakan konyol sehingga malah merugikan dirinya sendiri dan orang-orang di sekitarnya. Film yang menjadi sekuel dari novel buatan Tsutsui Yasutaka ini secara tidak langsung menyadarkan kita bahwa memiliki mesin waktu itu tidak selalu menyenangkan. Apapun yang kita miliki saat ini, itulah yang terbaik untuk kita dan harus kita syukuri.

Princess Mononoke – 1997

Film Princess Mononoke (Mononoke Hime) adalah film yang dirilis pada tahyn 1997 oleh Studio Ghibli. Film ini sarat akan pesan untuk mencintai alam terutama dalam hal penebangan hutan yang marak terjadi saat ini. Princess Mononoke mengisahkan seorang perempuan yang sejak kecil tinggal di hutan. Ia bersahabat dengan kawanan serigala dan selalu berusaha untuk melindungi hutan dari berbagai macam tindak kejahatan manusia. Film ini menceritakan bagaimana kemarahan para binatang di hutan yang kehilangan tempat tinggal akibat pembabatan yang dilakukan oleh manusia. Dalam film ini juga terdapat berbagai makhluk mistis khas Jepang seperti Kodama dan Daidarabochi.

Howl’s Moving Castle – 2004

Howl’s Moving Castle (Hauru no Ugoku Shiro) merupakan salah satu film anime terbaik buatan Hayao Miyazaki. Film ini diadaptasi dari novel karya Diana Wynne Jones dengan judul yang sama. Film ini juga sempat menjadi kandidat pemenang Academy Awards pada tahun 2004. Film ini bercerita mengenai seorang perempuan bernama Sophie yang dikutuk oleh penyihir jahat sehingga menjadi seorang nenek-nenek. Untuk menghilangkan kutukannya tersebut, ia harus mencari pangeran Howl yang memiliki istana yang dapat berpindah-pindah.

5 Centimeters Per Second – 2007

5 Centimeters Per Second (Byōsoku Go Senchimētoru) merupakan film anime romantis buatan Makoto Shinkai. Film ini merupakan kumpulan 3 kisah pendek yang saling berkaitan antara satu sama lainnya, dengan seorang lelaki bernama Takaki sebagai karakter utamanya. Film ini bercerita tentang hubungan jarak jauh (LDR) yang dijalani oleh Takaki dan Akari. Namun kisah cinta mereka penuh dengan liku. Ketika menonton film ini Anda pasti akan terhanyut dengan kisah emosionalnya, terlebih pada bagian terakhir yang diiringi dengan lagu One More Time, One More Chance karya Masayoshi yamazaki.

Berita Lainnya  Lima Tanaman yang Dapat Mempercantik Halaman Rumah 

Kimi No Na Wa – 2016

Nama “Kimi No Na Wa” mungkin sudah tidak lagi terdengar asing di telinga para pecinta anime. Salah satu film anime terbaik ini berhasil meraih pendapatan kotor hingga US$331 juta, yang artinya film anime dengan pendapatan terbesar sepanjang sejarah. Film ini tentang dua remaja dengan tempat tinggal berbeda. Mitsuha adalah seorang siswi SMA yang tinggal di desa dekat pegunungan, sedangkan Taki adalah siswa SMA yang tinggal di Tokyo dan sering bermain dengan teman-temannya atau bekerja paruh waktu di restoran Italia. Suatu hari, Mitsuha bermimpi tentang seorang pemuda kota yang kriterianya sama dengan Taki. Pun begitu Taki juga memimpikan gadis SMA yang tinggal di sebuah desa dekat pegunungan. Bermula dari mimpi inilah keduanya dapat bertukar tubuh, padahal keduanya tidak saling kenal.

When Marnie Was There – 2014

Film anime dari Studio Ghibli memang tidak perlu diragukan lagi kualitasnya. When Marnie Was There adalah salah satu film terbaik dari Studio Ghibli yang akan mengajak Anda berpetualang untuk mendalami kisah karakter utamanya, yakni Anna Sasaki, gadis berusia 12 tahun yang penyendiri dan pemurung. Hidupnya berubah ketika ia menggambar sebuah rumah tua dekat rawa-rawa. Di sana ia bertemu sosok Marnie, gadis berambut pirang yang sudah pasti bukan gadis keturunan Jepang. Ikatan batin antara Anna dan Marnie begitu kuat. Bersama Marnie, Anna melakukan petualangan spiritual untuk mencari alasan mengapa Anna begitu membenci dirinya sendiri. Marnie bukanlah sosok hantu, ia merupakan sejenis teman imajinasi yang memiliki benang merah dengan Anna.

Iklan
Klik untuk Komentar
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler