fbpx
Connect with us

Info Ringan

Enam Tips Mengatasi Tantrum pada Balita

Published

on

Enam Tips Mengatasi Tantrum pada Balita 157
Enam Tips Mengatasi Tantrum pada Balita 158 Enam Tips Mengatasi Tantrum pada Balita 159 Enam Tips Mengatasi Tantrum pada Balita 160 Enam Tips Mengatasi Tantrum pada Balita 161 Enam Tips Mengatasi Tantrum pada Balita 162 Enam Tips Mengatasi Tantrum pada Balita 163 Enam Tips Mengatasi Tantrum pada Balita 164 Enam Tips Mengatasi Tantrum pada Balita 165 Enam Tips Mengatasi Tantrum pada Balita 166 Enam Tips Mengatasi Tantrum pada Balita 167 Enam Tips Mengatasi Tantrum pada Balita 168 Enam Tips Mengatasi Tantrum pada Balita 169 Enam Tips Mengatasi Tantrum pada Balita 171 Enam Tips Mengatasi Tantrum pada Balita 172 Enam Tips Mengatasi Tantrum pada Balita 173 Enam Tips Mengatasi Tantrum pada Balita 174

Jogja,(pidjar.com)–Anda sebagai orang tua pasti sering menemui kasus di mana anak Anda menangis bahkan mengamuk dalam meminta mainan. Tangisan dan rengekan tersebut bisaasanya disebut temper tantrum. Pada usia balita terutama, resiko kecenderungan anak balita untuk menampilkan temper tantrum sangat tinggi, lho. Temper tantrum adalah kumpulan perilaku marah anak yang ditampilkan karena keinginannya tidak terpenuhi, seperti menangis dengan keras, berguling-guling di tanah bahkan sampai menjatuhkan barang-barang. Biasanya perilaku tersebut akan dipertahankan oleh anak, sampai keinginannya terpenuhi.

Sebenarnya, pada usia balita, perilaku tantrum merupakan perilaku yang wajar diperlihatkan oleh anak. Tetapi, orangtua harus berhati-hati apabila perilaku tersebut terus dipertahankan sampai anak menginjak usia sekolah, atau usia 6-12 tahun. Karena, bila tantrum masih terlihat sampai rentang usia tersebut, ada kemungkinan anak mengalami masalah jiwa yang disebut Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD).

Tidak ingin dihakimi secara sosial, biasanya orangtua terpaksa “menyerah” dan memenuhi keinginan anak. Nah, bila hal ini terus dipenuhi, maka anak akan belajar dan paham kalau mau keinginannya terpenuhi, maka anak harus menampilkan perilaku-perilaku tersebut. Sehingga, perilaku tantrum tersebut akan dipertahankan dan menjadi senjata ampuh anak untuk menyerang orangtua. Berbahayakan perilaku tantrum tersebut?

1. Sabar, Jangan Memarahi Anak

Enam Tips Mengatasi Tantrum pada Balita 175 Enam Tips Mengatasi Tantrum pada Balita 176 Enam Tips Mengatasi Tantrum pada Balita 170

Karena marah tidak akan menghentikan tantrum anak, bahkan anak cenderung meningkatkan perilaku tersebut. Kunci menghadapi anak yang tantrum adalah sabar. Sabar merupakan salah satu bentuk komunikasi orangtua dengan anak, bentuk komunikasi ini akan lebih efektif dibanding marah maupun memberikan hukuman fisik. Anak belajar sabar melalui perilaku sabar yang ditampilkan orangtua.

2. Peluk Anak Anda, Tunjukkan Empati

Hindari mengekang balita saat tantrum, apalagi mencubit atau memukul. Beri anak pelukan lembut sambil membisikkan kata-kata yang menenangkan. Bentuk suasana positif dan tunjukkan empati Anda kepadanya. Pengertian Anda terhadap masalah anak akan membuatnya tenang.

3. Pastikan Anak Aman

Jauhkan anak dari benda-benda yang membahayakan, terutama bila dia berguling-guling di lantai atau memukul-mukul.

4. Pahami Kebutuhan Anak

Kenali keinginan dan kebutuhan balita bila bepergian. Dia mungkin tantrum karena capek, atau kelaparan. Jadwalkan kegiatan sebelum pergi mengacu pada kemampuan dan kebutuhan balita.

5. Sabar Dan Tenang Dalam Situasi

Jangan memarahi balita saat tantrum. Kalau perlu menjauh sebentar, tarik napas dalam-dalam untuk menenangkan diri sebelum menghadapi balita. Jangan langsung memenuhi keinginan anak saat sedang tantrum. Ingat, anda sedang “berperang” dengan anak, memenuhi kebutuhan anak saat itu tidak akan menyelesaikan masalah, malah akan menimbulkan masalah baru. Beri penjelasan sederhana, misalnya dengan mengatakan bahwa mainan jenis tersebut sudah dimiliki atau sebaiknya main dengan mainan yang sudah ada. Penjelasan tanpa emosi lebih dapat dipahami dan diterima oleh anak.

6. Beri Pengertian Orang Terdekat

Salah satu hal yang menggagalkan upaya mengatasi anak tantrum adalah tentangan dari orang terdekat. Bisa pengasuh, kakek nenek si anak, bahkan , biasanya mereka akan langsung memenuhi kebutuhan anak bahkan cenderung memanjakan anak. Hal ini tentu saja tidak baik bila terus dilakukan. Beri penjelasan kepada orang tua, alasan mengapa kita membiarkan anak tantrum. Bila perlu, diskusikan mengenai hasil penelitian dengan bahasa yang mudah dimengerti.

Enam Tips Mengatasi Tantrum pada Balita 178 Enam Tips Mengatasi Tantrum pada Balita 179 Enam Tips Mengatasi Tantrum pada Balita 180 Enam Tips Mengatasi Tantrum pada Balita 181 Enam Tips Mengatasi Tantrum pada Balita 182 Enam Tips Mengatasi Tantrum pada Balita 183 Enam Tips Mengatasi Tantrum pada Balita 184 Enam Tips Mengatasi Tantrum pada Balita 185 Enam Tips Mengatasi Tantrum pada Balita 186 Enam Tips Mengatasi Tantrum pada Balita 187 Enam Tips Mengatasi Tantrum pada Balita 188 Enam Tips Mengatasi Tantrum pada Balita 189 Enam Tips Mengatasi Tantrum pada Balita 190 Enam Tips Mengatasi Tantrum pada Balita 191

System Administrator Website https://pidjar.com

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler