Info Ringan
Enam Tips Mengatasi Tantrum pada Balita
Jogja,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Anda sebagai orang tua pasti sering menemui kasus di mana anak Anda menangis bahkan mengamuk dalam meminta mainan. Tangisan dan rengekan tersebut bisaasanya disebut temper tantrum. Pada usia balita terutama, resiko kecenderungan anak balita untuk menampilkan temper tantrum sangat tinggi, lho. Temper tantrum adalah kumpulan perilaku marah anak yang ditampilkan karena keinginannya tidak terpenuhi, seperti menangis dengan keras, berguling-guling di tanah bahkan sampai menjatuhkan barang-barang. Biasanya perilaku tersebut akan dipertahankan oleh anak, sampai keinginannya terpenuhi.
Sebenarnya, pada usia balita, perilaku tantrum merupakan perilaku yang wajar diperlihatkan oleh anak. Tetapi, orangtua harus berhati-hati apabila perilaku tersebut terus dipertahankan sampai anak menginjak usia sekolah, atau usia 6-12 tahun. Karena, bila tantrum masih terlihat sampai rentang usia tersebut, ada kemungkinan anak mengalami masalah jiwa yang disebut Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD).
Tidak ingin dihakimi secara sosial, biasanya orangtua terpaksa “menyerah” dan memenuhi keinginan anak. Nah, bila hal ini terus dipenuhi, maka anak akan belajar dan paham kalau mau keinginannya terpenuhi, maka anak harus menampilkan perilaku-perilaku tersebut. Sehingga, perilaku tantrum tersebut akan dipertahankan dan menjadi senjata ampuh anak untuk menyerang orangtua. Berbahayakan perilaku tantrum tersebut?
1. Sabar, Jangan Memarahi Anak
Karena marah tidak akan menghentikan tantrum anak, bahkan anak cenderung meningkatkan perilaku tersebut. Kunci menghadapi anak yang tantrum adalah sabar. Sabar merupakan salah satu bentuk komunikasi orangtua dengan anak, bentuk komunikasi ini akan lebih efektif dibanding marah maupun memberikan hukuman fisik. Anak belajar sabar melalui perilaku sabar yang ditampilkan orangtua.
2. Peluk Anak Anda, Tunjukkan Empati
Hindari mengekang balita saat tantrum, apalagi mencubit atau memukul. Beri anak pelukan lembut sambil membisikkan kata-kata yang menenangkan. Bentuk suasana positif dan tunjukkan empati Anda kepadanya. Pengertian Anda terhadap masalah anak akan membuatnya tenang.
3. Pastikan Anak Aman
Jauhkan anak dari benda-benda yang membahayakan, terutama bila dia berguling-guling di lantai atau memukul-mukul.
4. Pahami Kebutuhan Anak
Kenali keinginan dan kebutuhan balita bila bepergian. Dia mungkin tantrum karena capek, atau kelaparan. Jadwalkan kegiatan sebelum pergi mengacu pada kemampuan dan kebutuhan balita.
5. Sabar Dan Tenang Dalam Situasi
Jangan memarahi balita saat tantrum. Kalau perlu menjauh sebentar, tarik napas dalam-dalam untuk menenangkan diri sebelum menghadapi balita. Jangan langsung memenuhi keinginan anak saat sedang tantrum. Ingat, anda sedang “berperang” dengan anak, memenuhi kebutuhan anak saat itu tidak akan menyelesaikan masalah, malah akan menimbulkan masalah baru. Beri penjelasan sederhana, misalnya dengan mengatakan bahwa mainan jenis tersebut sudah dimiliki atau sebaiknya main dengan mainan yang sudah ada. Penjelasan tanpa emosi lebih dapat dipahami dan diterima oleh anak.
6. Beri Pengertian Orang Terdekat
Salah satu hal yang menggagalkan upaya mengatasi anak tantrum adalah tentangan dari orang terdekat. Bisa pengasuh, kakek nenek si anak, bahkan , biasanya mereka akan langsung memenuhi kebutuhan anak bahkan cenderung memanjakan anak. Hal ini tentu saja tidak baik bila terus dilakukan. Beri penjelasan kepada orang tua, alasan mengapa kita membiarkan anak tantrum. Bila perlu, diskusikan mengenai hasil penelitian dengan bahasa yang mudah dimengerti.
-
Uncategorized1 minggu yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized2 minggu yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya1 minggu yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized1 minggu yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Uncategorized4 hari yang laluKnalpot Brong Jadi Incaran Khusus Operasi Patuh Progo 2026
-
Sosial2 minggu yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized1 minggu yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Uncategorized1 minggu yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized3 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Uncategorized4 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Pemerintahan4 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
-
Uncategorized2 hari yang laluDiduga Bermuatan Solar Ilegal, Truk Tangki Berkapasitas Ribuan Liter Diamankan Polisi
