Connect with us

Pemerintahan

Dewan Kecam Keras Kebijakan Pemerintah Yang Bolehkan Pedagang Kembali Membangun di Sempadan Pantai

Diterbitkan

pada

Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Kebijakan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul yang melunak terhadap pelarangan pembangunan di sempadan pantai pasca bencana gelombang pasang mendapatkan kecaman dari kalangan anggota dewan. Munculnya kebijakan ini disebut menjadi indikator ketidakseriusan pemerintah dalam melakukan penataan di kawasan Pantai Selatan.

Ketua Komisi C DPRD Gunungkidul, Purwanto menyayangkan kebijakan ini. Seharusnya pemerintah bisa bergerak cepat memanfaatkan momen ini dalam hal penataan pantai. Sempadan pantai ditegaskan Purwanto adalah kawasan steril dari bangunan. Adanya bangunan mengganggu keindahan pantai dan juga tidak aman. Dua kejadian gelombang pasang yang memporak-porandakan kawasan ini seharusnya cukup untuk menjadi pelajaran.

“Penataan ini mau tidak mau harus jadi program krusial. Bagaimana caranya pemerintah bisa mengambil kebijakan yang cepat dan tepat memanfaatkan momen ini dan menguntungkan baik wisatawan, pemerintah maupun para pedagang,” urai Purwanto, Rabu (08/08/2018) siang.

Berita Lainnya  Minggu Depan, Pemerintah Kembali Mulai Salurkan Bantuan Tunai

Adanya kewajiban kepada masyarakat untuk menandatangani surat pernyataan sebelum diperbolehkan untuk kembali membangun lapak maupun gazebo disebut politisi Partai Gerindra ini justru akan menjerat masyarakat. Mereka yang telah banyak mengeluarkan biaya perbaikan maupun pembangunan tak memiliki jaminan dan harus siap dan rela apabila sewaktu-waktu ditertibkan tanpa adanya ganti rugi.

Skema ini bukan merpakan sebuah solusi bagi masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup di sektor pariwisata. Menurutnya, sebenarnya ada beberapa hal yang bisa ditempuh pemerintah dalam melakukan penataan pasca gelombang pasang. Diantaranya adalah melalui penggunaan dana siap pakai BPBP atau bisa juga dengan menetapkan status darurat sehingga kemudian dana darurat bupati dalam melakukan penataan.

Dana pemerintah ini nantinya bisa digunakan untuk membuat kios-kios darurat bagi para pedagang. Dengan begitu, mereka bisa tetap berjualan dan ikut menikmati kue pariwisata.

Berita Lainnya  Bidik 3,5 Juta Wisatawan Masuk Gunungkidul, Pemkab Targetkan Pendapatan Retribusi 28 Miliar

“Kios darurat itu nggak mahal. Kalau tidak dibuatkan kios darurat, mereka pasti kembali lagi ke sempadan pantai,” tandas dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul, Asti Wijayanti menuturkan bahwa terkait penataan kawasan pantai selatan ini menjadi sebuah dilema bagi pihaknya. Di satu sisi, pihaknya harus menegakan aturan terkait bersihnya sempadan pantai dari bangunan-bangunan liar. Namun di sisi lain, pihaknya juga dihadapkan dengan sisi kemanusiaan di mana lapak-lapak pedagang itu menjadi sarana utama warga dalam mencari penghasilan.

“Kemarin Ibu Bupati saat meninjau langsung juga menerima aduan warga. Pada akhirnya diputuskan Pemkab memberikan kelonggaran dengan catatan warga masyarakat mau membuat surat pernyataan,” tandas dia.

Berita Lainnya  Bangun Kemitraan dengan Kacang Garuda, Para Petani di Tanjungsari Kembangkan Kacang Varietas Kelinci

Terkait dengan langkah pasca bencana, pihaknya saat ini tengah fokus dalam menggeliatkan pariwisata di kawasan pantai selatan. Sejumlah upaya pembersihan tengah dilakukan agar pantai bisa kembali indah. Sementara di sisi lain, pihaknya juga menggenjot promosi wisata lantaran pasca gelombang pasang tersebut, kunjungan wisatawan mengalami penurunan drastis. Para wisatawan masih takut untuk datang berkunjung.

“Pantai Gunungkidul sudah aman untuk dikunjungi,” tegasnya.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata5 hari yang lalu

Camping Syahdu di Pantai Watukodok

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Gunungkidul memamg menjadi gudangnya wisata alam di DIY. Bagaimana tidak, gugusan pantai selatan Kabupaten Gunungkidul menyuguhkan panorama pesisir...

Pariwisata1 bulan yang lalu

Mulai Pertengahan Mei Mendatang, TPR Baron Direncanakan Hanya Layani Pembayaran Retribusi Non-Tunai

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Pemerintah Kabulaten Gunungkidul terus berbenah dalam memperkuat tata kelola retribusi yang lebih transparan, efisien, dan adaptif terhadap perkembangan...

Pariwisata1 bulan yang lalu

Optimalisasi TKP Senopati, Pemkot Siapkan Pangkalan Becak dan Andong untuk Mudahkan Wisatawan

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4   Jogja,(pidjar.com)– Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Yogyakarta bergerak cepat menyiapkan penataan baru di kawasan Tempat...

Pariwisata2 bulan yang lalu

Wisatawan Pantai Krakal Keluhkan Bawa Tikar Sendiri Tetap Dipungut Uang Sewa, Ini Respon Dinas

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Gunungkidul saat ini menjadi primadona bagi wisatawan luar daerah untuk mengisi waktu libur panjang mereka. Dalam setiap momen...

Pantai gunungkidul Pantai gunungkidul
Pariwisata2 bulan yang lalu

Menikmati Pesona Baru Pantai Sepanjang yang Memikat Wisatawan Berkunjung ke Gunungkidul

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Tanjungsari,(pidjar.com)– Berbicara tentang pantai di Kabupaten Gunungkidul memang tidak ada habisnya. Pasalnya, daerah ini memiliki puluhan pantai dengan keindahan...

Berita Terpopuler