Peristiwa
Disebut Ingkar Janji Terkait Hubungan *Gelap*, Mantan Kades Balong Kembali Disidang Warga
Girisubo,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Jumat (17/01/2020), puluhan warga mendatangi rumah Dukuh Tekik, Desa Nglindur, Kecamatan Girisubo. Massa yang berasal dari tokoh masyarakat, agama dan karangtaruna tersebut mempertanyakan hubungan tidak sah oknum mantan Kepala Desa Balong, Kecamatan Girisubo, Swd dengan M, seorang janda warga padukuhan setempat yang hingga saat ini belum ada kejelasan.
Dukuh Tekik, Suranto mengatakan masyarakat merasa malu dengan warga luar padukuhan yang menganggap tidak ada ketegasan di wilayah padukuhannya. Terdapat laki-laki yang sudah menginap sejak lama di rumah janda namun dibiarkan saja. Hal tersebut yang memicu warga untuk meminta kejelasan kepada Swd dan M lantaran hubungan tidak sah mereka sudah cukup lama, bahkan sampai mempunyai 1 keturunan.
“Hubungan sudah satu tahun, tapi belum diijabi (dinikahi),” katanya.
Disampaikan lebih jauh oleh Suranto, dulu sekitar satu tahun yang lalu Swd sudah membuat pernyataan di hadapan masyarakat jika akan menikahi M pada bulan September 2019. Pada kenyataannya, sampai saat ini belum ada tindakan nyata. Swd dianggap ingkar janji dengan apa yang dia sampaikan di depan masyarakat.
“Warga sudah sabar dan memaklumi berbulan-bulan. Tapi kok malah kesannya tidak ada gerakan,” jelasnya.

Dalam aksi masyarakat Jumat tersebut sejumlah Perangkat Desa Nglindur, Polsek, dan TNI hadir di rumah Dukuh Tekik. Mulai dari Kades Supriyana, Kanit Reskrim Girisubo, Aiptu Broto dan babinsa dari Koramil ikut dalam mediasi dengan menghadirkan Swd dan M bersama keluarga.
Kepala Desa Nglindur, Supriyana menyampaikan Swd diminta untuk membuat surat pernyataan ulang yang disaksikan oleh perangkat desa, Polri, TNI dan masyarakat. Dalih di dalam surat pernyataan yang dibuat Swd pun bertuliskan akan sanggup menikahi M secara resmi.
“Surat pernyataan disaksikan semua yang hadir dalam mediasi dan bermaterai. Swd meminta waktu 3 bulan untuk mengurus semua berkas,” ungkapnya.
Dia berharap kepada Swd apa yang dituangkan dalam tulisan surat pernyataan tersebut bisa dilaksanakan tepat waktu. Supriyana tidak ingin masalah itu menjadi gejolak di masyarakat.
Sementara Kapolsek Girisubo, Akp Mursidiyanto melalui Kanit Reskrim Aiptu Broto menegaskan tidak ada aksi memanas dalam mediasi tersebut. Acara berjalan lancar dengan kepala dingin. Masyarakat yang datang pun duduk rapi mendengarkan proses mediasi dari awal hingga selesai.
“Aman terkendali sampai selesai pukul 15.00 WIB,” tegasnya.
-
Uncategorized1 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized4 minggu yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized4 minggu yang laluKDMP Karangrejek Panen Lele 4,9 Ton, Capaian Tertinggi di Indonesia
-
Uncategorized4 minggu yang laluLurah di Gunungkidul Kompak Enggan Teken Berita Acara Serah Terima Aset KDMP, Ada Apa?
-
Uncategorized4 minggu yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
-
Uncategorized4 minggu yang laluLansia Asal Ponjong Ditemukan Gantung Diri di Kandang
-
Uncategorized3 minggu yang laluSakit Hati Sering Diejek Ketika Memulung Sampah, 2 Remaja Putri Nekat Bakar Sekolah
-
Uncategorized2 minggu yang laluSempat Diancam Akan Dilindas Lehernya, Dua Remaja Babak Belur Dihajar Kelompok Pemuda Silat
-
Uncategorized3 minggu yang lalu9.000 Penerima Bansos Gunungkidul Disetop karena Terindikasi Judi Online
-
Uncategorized2 minggu yang laluSaling Bajak Kader Antara PSI dan NasDem Gunungkidul Makin Seru, Ini Tanggapan Sang Ketua
-
Uncategorized4 minggu yang laluDua SPPG di Gunungkidul Belum Kantongi SLHS
-
Uncategorized2 minggu yang laluPenerima PKH di Gunungkidul Turun 2.000 Orang, Ini Penyebabnya
