Pemerintahan
Dispensasi Kawin di Gunungkidul Tetap Meninggi, Didominasi Kehamilan di Luar Nikah
Wonosari, (pidjar.com)-Angka pengajuan dispensasi nikah di Kabupaten Gunungkidul masih tergolong tinggi. Hingga Juni 2026, Pengadilan Agama Wonosari telah menerima 84 permohonan dispensasi kawin, dengan mayoritas dipicu kehamilan di luar nikah.
Humas Pengadilan Agama Wonosari, Asep Ginanjar Maulana Fadhilah, mengatakan sebagian besar anak yang diajukan untuk mendapatkan dispensasi nikah berasal dari kalangan lulusan sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah pertama (SMP).
“Mayoritas yang diajukan dispensasi kawin merupakan lulusan SD dan SMP,” kata Asep, Minggu, (02/08/2026)
Menurutnya, terdapat sejumlah faktor yang melatarbelakangi tingginya pengajuan dispensasi kawin. Namun, di Gunungkidul, penyebab yang paling dominan adalah kehamilan di luar nikah.
“Faktor yang paling banyak melatarbelakangi permohonan dispensasi kawin adalah karena sudah terjadi kehamilan di luar nikah,” ujarnya.

Selain itu, Asep menyebut kondisi sosial ekonomi juga berpengaruh terhadap tingginya angka dispensasi kawin. Berdasarkan catatan Pengadilan Agama Wonosari, pemohon umumnya berasal dari keluarga dengan tingkat pendidikan rendah dan berada di wilayah yang angka kemiskinannya relatif tinggi.
“Pemohon yang mengajukan dispensasi kawin ini biasanya dilandasi oleh kemiskinan dan rendahnya pendidikan. Data yang muncul dari beberapa kecamatan yang mengajukan dispensasi pasti termasuk kategori kemiskinan tinggi,” ungkapnya.
Di sisi lain, salah seorang anggota keluarga yang mengajukan dispensasi nikah mengaku permohonan tersebut dilakukan demi menghindari dampak yang lebih buruk. Menurutnya, pasangan tersebut memang belum memenuhi syarat usia untuk menikah, namun keluarga memilih menempuh jalur hukum agar pernikahan dapat segera dilangsungkan.
“Alasannya supaya tidak terjadi zina. Memang usianya belum memenuhi syarat untuk menikah,” ujarnya.
Asep menjelaskan, peningkatan permohonan dispensasi kawin juga tidak bisa dilepaskan dari perubahan regulasi mengenai batas usia minimal perkawinan. Setelah terbit Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, batas usia minimal menikah bagi laki-laki dan perempuan disamakan menjadi 19 tahun.
Sebelum aturan tersebut berlaku, perempuan diperbolehkan menikah pada usia minimal 16 tahun. Perubahan batas usia itu membuat pasangan yang belum berusia 19 tahun wajib memperoleh penetapan dispensasi dari pengadilan apabila ingin melangsungkan pernikahan.
Dispensasi kawin sendiri merupakan izin yang diberikan pengadilan kepada calon suami atau istri yang belum genap berusia 19 tahun agar dapat melangsungkan perkawinan sesuai ketentuan perundang-undangan.
-
Pemerintahan3 minggu yang laluPembangunan TPAS Wukirsari Akan Dimulai Awal 2027, Direncanakan Bisa Produksi Bahan Bakar Alternatif
-
Uncategorized3 minggu yang laluGeger Pagi di Ponjong, Perempuan Muda Ditemukan Gantung Diri di Pohon Coklat
-
Peristiwa3 minggu yang laluJenazah Korban Gantung Diri Diotopsi, Kemungkinan Korban Pembunuhan?
-
Peristiwa3 minggu yang laluTragedi Jelang Keberangkatan Umrah, 54 Paspor Jamaah Hangus Akibat Kebakaran Kantor Travel
-
Uncategorized3 minggu yang laluNikung Terlalu Melebar, Mahasiswi Tewas Usai Hantam Motor
-
Uncategorized3 minggu yang laluPilur Kelor Memanas, Lurah Petahana Dituding Curi Start Numpang Program
-
Uncategorized4 minggu yang laluDelapan Dapur SPPG di Gunungkidul Tak Kunjung Beroperasi, Dari Persoalan IPAL Hingga Izin BGN
-
Uncategorized1 minggu yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized1 minggu yang laluKDMP Karangrejek Panen Lele 4,9 Ton, Capaian Tertinggi di Indonesia
-
Uncategorized1 minggu yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
-
Uncategorized3 minggu yang lalu83 Tukik Dilepas ke Laut, Bupati Gunungkidul Ajak Masyarakat Jaga Kelestarian Penyu
-
Uncategorized1 minggu yang laluLurah di Gunungkidul Kompak Enggan Teken Berita Acara Serah Terima Aset KDMP, Ada Apa?
