Uncategorized
Merintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
Ngawen, (pidjar.com) – Pesta Demokrasi tingkat kalurahan sudah sangat terasa di 31 kalurahan penyelenggara Pemilihan Lurah (Pilur) 2026. Masing-masing calon mulai melakukan pendekatan ke masyarakat dengan mendemonstarasikan visi misi unggulan dan janji perubahan di masa kepemimpinan mendatang.
Seperti halnya di Kalurahan Watusigar, Kapanewon Ngawen. Masing-masing bakal calon memiliki gagasan menarik jika terpilih menjadi pemimpin di wilayah tersebut.
Feri Sulistyono adalah salah satu calon lurah Kalurahan Watusigar, Kapanewon Ngawen, Kabupaten Gunungkidul. Digitalisasi dan transparansi anggaran menjadi jargon utama Feri Sulistiyono, dalam meraih hati masyarakat agar memilihnya.
Optimalisasi PAD hingga beragam program unggulan disiapkan untuk menyejahterakan masyarakat Watusigar agar sejajar dengan wilayah lain yang sudah melangkah lebih jauh.
“Selama ini masyarakat banyak yang tidak tahu pendapatan asli kalurahan itu didapat dari mana, kemudian pemanfaatannya bagaimana juga belum diketahui khalayak secara transparan. Tata pemerintahan juga kurang transparan hingga menimbulkan kesenjangan di berbagai sektor. Berawal dari sinilah saya kemudian bertekad untuk mengabdikan diri dengan mencalonkan diri sebagai lurah,” ungkap Feri, Kamis, (17/09/2026).
Ia menjelaskan, minimnya literasi terkait anggaran, lanjut Feri, membuat kesenjangan dan pemerataan pembangunan sangat terlihat. Tingkat kesejahteraan masyarakat juga sulit ditingkatkan menuju kondisi yang lebih sejahtera lantaran kurangnya greget dan terobosan dari aparatur pemerintahan Kalurahan Watusigar.
Menurutnya, kalurahan yang memiliki status unik dengan berbagai potensi tersebut membutuhkan sosok pemimpin yang mampu menggerakkan dan membenahi kinerja aparatur pemerintahan Watusigar agar mampu bekerja secara profesional, tertib, dan optimal dalam melayani masyarakat.
Peningkatan kapasitas dan kapabilitas sumber daya manusia di lingkungan pemerintahan kalurahan juga harus terus didorong dan ditertibkan.
“Bilamana saya diberi amanah dan terpilih sebagai lurah, maka mulai gaji hingga tanah bengkok untuk lurah akan saya sedekahkan sepenuhnya untuk kesejahteraan seluruh warga Watusigar. Tata kelola pemerintahan kita buat setransparan mungkin sehingga warga tahu setiap rupiah anggaran yang didapat dan dikelola pemerintah itu dimanfaatkan untuk apa saja, membangun apa saja, tepat sasaran atau tidak. Itu semua kita bikin terbuka, semua warga tahu lewat digitalisasi. Kita benahi dengan website yang bisa diakses secara online. Peningkatan pelayanan publik juga kita optimalkan, sehingga fungsi pemerintahan itu melayani dengan sepenuh hati, tanpa pamrih pribadi. Itu janji saya yang harus saya tepati,” tandasnya.
Dengan digitalisasi melalui website yang optimal, masyarakat bisa memantau bahkan mengkritisi kinerja pemerintah kalurahan. Bukan hanya warga yang tinggal di desa, bahkan perantau asal Watusigar yang tersebar di seluruh nusantara bisa memantau perkembangan gerak langkah maju-mundurnya tanah kelahiran. Pemerataan pembangunan hingga kesejahteraan warga dapat terpantau secara online tanpa ada yang ditutup-tutupi sedikit pun.
“Watusigar itu potensinya luar biasa, posisinya strategis sebab dilintasi bus-bus pariwisata yang hampir setiap hari hilir mudik menuju objek-objek wisata Gunungkidul. Sayangnya selama ini mereka hanya sekadar lewat tanpa ada kontribusi untuk Watusigar. Jika dikelola dengan benar, para wisatawan itu kita giring untuk singgah barang sejenak di sini, bukan sekadar singgah tetapi mengucurkan uang dengan berbelanja hasil pertanian, perkebunan, kerajinan hingga kulineran di Taman Soka,” lanjutnya.
Optimalisasi fungsi Taman Soka di sebelah Jembatan Watusigar diprogramkan Feri menjadi potensi andalan untuk meraih pendapatan sekaligus sumber kesejahteraan warga. Sektor pertanian dan perkebunan menjadi potensi utama untuk mendongkrak perekonomian masyarakat. Taman Soka juga bisa disulap menjadi taman kuliner berkelas yang memanjakan banyak pengunjung ke wilayah tersebut. Banyak upaya yang akan ditempuh agar orang bersedia mampir dan betah berlama-lama di Taman Soka.
“Kita giring warga untuk pertanian hortikultura, di mana potensi tanah di sini sangat cocok untuk menghasilkan buah dan sayur berkualitas. Melon, semangka, cabai, sayur-mayur berkualitas bisa dihasilkan dari sini. Sumber air memadai, tinggal disedot dari Kali Oya, tanahnya subur, petani semangat dan hasilnya kita gelar di Taman Soka. Sehingga kelak Watusigar bisa menjadi sentra buah dan sayur untuk Gunungkidul khususnya dan wilayah lain pada umumnya,” tambah Feri.
Di sisi lain, Feri Sulistiyono berjanji meneruskan program dari lurah pendahulunya yang sudah berjalan, menyelesaikan PR yang belum terlaksana, dan membuat terobosan baru untuk mengoptimalkan potensi yang ada.
“Masih banyak yang perlu dibenahi, misalnya dana tukar guling lahan jembatan Watusigar itu perlu kita proses secepatnya agar bisa bermanfaat untuk masyarakat luas. Dan di sini saya berharap Pilur Watusigar bebas dari politik uang sehingga masyarakat benar-benar dapat pemimpin yang berkualitas, bukan pemimpin yang jika terpilih justru merugikan warga dengan tindakan-tindakan koruptif dan manipulatif,” pungkas Feri.
-
Uncategorized3 minggu yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized3 minggu yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya2 minggu yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized2 minggu yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Uncategorized2 minggu yang laluKnalpot Brong Jadi Incaran Khusus Operasi Patuh Progo 2026
-
Uncategorized1 minggu yang laluDiduga Bermuatan Solar Ilegal, Truk Tangki Berkapasitas Ribuan Liter Diamankan Polisi
-
Uncategorized1 minggu yang laluManajer KDKMP Sudah Ditempatkan di Gunungkidul, Beberapa Kalurahan Belum Punya Gerai
-
Sosial3 minggu yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized4 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Uncategorized2 minggu yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized3 minggu yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Uncategorized2 minggu yang laluSerangan Binatang Liar Ancam Ternak di Wilayah Selatan Gunungkidul, Warga Diminta Waspada
