Pemerintahan
5 Kampung Nelayan Merah Putih Dibangun di Gunungkidul, Ditarget Rampung Desember
Wonosari, (pidjar.com)- Pembangunan lima Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), mulai berjalan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul menargetkan seluruh proyek tersebut rampung pada Desember 2026.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Gunungkidul Johan Wijayanto mengatakan lima lokasi KNMP tersebut berada di Pantai Sadeng, Drini, Ngandong, Baron, dan Ngrenehan. Pantai Sadeng ditetapkan sebagai lokasi utama atau hub, sedangkan empat lokasi lainnya menjadi kawasan penyangga.
“Pembangunan lima KNMP ditargetkan selesai Desember 2026,” kata Johan, Kamis (1/10/2026).
Johan menjelaskan Pemkab Gunungkidul berperan dalam menyiapkan lahan sekaligus mengajukan lokasi kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Sementara pembangunan fisik KNMP dibiayai melalui APBN dari KKP.
Saat ini, pembangunan sudah mulai dilakukan di sejumlah lokasi. Kepala Bidang Perikanan Tangkap DKP Gunungkidul Noor Ichsan menyebut salah satu lokasi telah mencapai progres sekitar 15 persen.

“Pembangunan mulai berjalan. Salah satu lokasi sudah sekitar 15 persen,” ujar Ichsan.
Menurut Ichsan, pembangunan KNMP tidak hanya diarahkan untuk menghadirkan fasilitas fisik bagi nelayan. Pemkab juga telah melakukan sosialisasi kepada para nelayan agar nantinya fasilitas yang tersedia dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan aktivitas ekonomi di kawasan pesisir.
“Sudah disosialisasikan ke nelayan supaya bisa naik kelas. Dengan adanya KNMP ini roda perekonomian di kawasan pesisir akan bergerak,” katanya.
Dalam proses penyiapan lokasi, Pemkab Gunungkidul menghadapi persoalan keterbatasan lahan. Kondisi tersebut terutama terjadi di kawasan Drini dan Baron.
Johan mengatakan salah satu syarat pembangunan KNMP adalah tersedianya lokasi yang dekat dengan pantai. Karena keterbatasan lahan, bangunan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di Drini dan Baron harus dibongkar dan ditata kembali.
“Keterbatasan lahan menjadi persoalan karena salah satu syarat KNMP harus memiliki lokasi yang sangat dekat dengan pantai,” jelasnya.
Khusus TPI Baron, kondisi bangunan yang sudah lama serta bagian bawah yang mengalami ambles juga menjadi pertimbangan. Bekas bangunan TPI tersebut nantinya akan dimanfaatkan sebagai shelter, salah satu fasilitas di kawasan KNMP.
Dari delapan lokasi yang sempat dipertimbangkan, hanya lima yang akhirnya diajukan ke KKP. Tiga lokasi lainnya, yakni Gesing, Nampu, dan Siung, tidak masuk usulan karena terkendala ketersediaan lahan.
Johan menyebut seluruh lima lokasi yang diajukan Pemkab Gunungkidul telah mendapat persetujuan KKP. Gunungkidul juga menjadi satu-satunya daerah di DIY yang mengajukan pembangunan KNMP.
“Alhamdulillah goal semua,” ujarnya.
-
Uncategorized4 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized3 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized4 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
-
Uncategorized4 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized2 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized4 minggu yang lalu7 Hektare Lahan Jati di Bodoyo Terbakar
-
Uncategorized4 minggu yang laluTabrakan di Jalan Lingkar Utara Piyaman, Pelajar 17 Tahun Tewas di Lokasi
-
Uncategorized4 minggu yang laluPilur Serentak Gunungkidul, 2 Kalurahan Ajukan Seleksi Tambahan
-
Uncategorized3 minggu yang laluCek Dapur MBG di Gunungkidul, Wakil Ketua Komisi VII Apresiasi SOP Pelaksanaan MBG
-
Uncategorized4 minggu yang laluKecelakaan Maut di Ponjong, Pengendara Vega Meninggal Usai Tabrakan dengan Karimun
-
Uncategorized2 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
