Uncategorized
Proses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
Patuk,(pidjar.com)— Yayasan Hafidh Asrom World Schools serius merealisasikan rencana pembangunan sekolah bertaraf internasional berbasis alam di Kabupaten Gunungkidul. Bekerja sama dengan Cambridge International Education, yayasan tersebut telah memantapkan lokasi pembangunan yang berada di Kalurahan Beji, Kapanewon Patuk.
Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Kundha Niti Mandala Sarta Tata Laksana) Kabupaten Gunungkidul, Fajar Ridwan, mengatakan, keseriusan yayasan tersebut ditunjukkan dengan telah dilakukannya proses pembebasan lahan. Sekolah nantinya akan dibangun di atas lahan seluas kurang lebih 15 hektare.
Kalurahan Beji dipilih karena memiliki kondisi alam yang masih asri. Selain itu, lokasi tersebut dinilai strategis karena relatif mudah dijangkau baik dari pusat Kabupaten Gunungkidul maupun dari wilayah Yogyakarta.
“Keseriusannya sudah matang. Ini ditunjukkan dengan proses dan pemantapan lokasi yang dipilih. Mereka sudah melakukan pembebasan lahan sekitar 15 hektare,” ujar Fajar.
Beberapa waktu lalu, dari pihak yayasan juga telah melakukan audiensi dengan Bupati Gunungkidul untuk membahas lebih lanjut tentang investasi di bidang pendidikan tersebut.

Dari sisi tata ruang, Fajar menyebut lokasi yang dipilih dinilai dapat dan memenuhi untuk pemanfaatan bagi kepentingan pendidikan. Kondisi eksisting lahan tersebut berupa pertanian lahan kering dan hutan rakyat.
Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Kabupaten Gunungkidul juga telah melakukan pemantauan langsung ke lokasi. Kawasan tersebut berada tidak jauh dari Kantor Kalurahan Beji, permukiman warga, sungai, serta lahan pertanian masyarakat.
“Kalau dari tata ruang, lokasi tersebut bisa dan memenuhi untuk kepentingan pendidikan. Konsepnya memang sekolah berbasis alam, sehingga kondisi lingkungan di lokasi juga mendukung,” jelasnya.
Saat ini, proses perizinan pembangunan mulai dilakukan melalui sistem Online Single Submission (OSS). Pemanfaatan lahan tersebut diperuntukkan bagi kegiatan pendidikan yang masuk dalam kategori kegiatan non usaha.
“Untuk perizinannya sama dengan UPN, UNY yang telah berdiri di Gunungkidul. Ini kan non usaha,” tandasnya.
Di sisi lain, persiapan pembangunan juga mulai terlihat di lapangan. Pihak yayasan telah mulai membuka dan membuat akses jalan menuju lokasi yang nantinya digunakan sebagai akses utama menuju kawasan sekolah. Dalam rencana pengembangan kawasan tersebut juga akan dibangun sebuah jembatan kecil.
Fajar menambahkan, pembangunan sekolah tersebut nantinya mengusung konsep sekolah bertaraf internasional dengan nuansa alam. Konsep tersebut tidak hanya diterapkan pada bangunan, tetapi juga dalam pengelolaan kawasan secara keseluruhan.
Pepohonan yang berada di sekitar lokasi dan tidak terdampak langsung oleh pembangunan diupayakan tetap dipertahankan. Dengan demikian, karakter alami kawasan diharapkan tidak hilang meskipun nantinya terdapat pembangunan fasilitas pendidikan dalam skala cukup besar.
“Konsepnya berbasis dan bernuansa alam. Jadi pepohonan dan komponen lain yang tidak terkena pembangunan akan tetap dipertahankan,” imbuh Fajar.
Lebih lanjut, pembangunan sekolah bertaraf internasional tersebut dinilai berpotensi memberikan dampak positif bagi Gunungkidul, khususnya dari sektor pendidikan. Kehadiran sekolah dengan standar internasional dapat menjadi tambahan pilihan layanan pendidikan bagi masyarakat.
“Untuk proses pembangunannya mungkin secepatnya dari pihak yayasan. Sekarang untuk membuka jalan masuk sudah mulai berproses,” imbuh dia.
Sementara itu, Lurah Beji Patuk, Arif Wahyu S mengungkapkan, untuk saat ini pembebasan lahan sudah dilakukan oleh pihak yayasan. Beberapa bidang tanah milik warga telah dilakukan pembayaran awal. Pada tahap awal 50 persen lahan bersertifikat, dan 30 persen untuk yang letter C.
“Untuk pembebasan lahan sudah dilakukan,” ucapnya.
Keberadaan sekolah tersebut juga berpotensi memberikan dampak ekonomi tidak langsung bagi masyarakat sekitar. Aktivitas pembangunan maupun operasional sekolah nantinya dapat membuka kebutuhan terhadap tenaga kerja, jasa pendukung, transportasi, hingga aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar kawasan.
“Harapannya tentu dapat menyerap tenaga kerja di wilayah kami,” pungkasnya.
-
Uncategorized3 hari yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized3 minggu yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized4 minggu yang laluKDMP Karangrejek Panen Lele 4,9 Ton, Capaian Tertinggi di Indonesia
-
Uncategorized3 minggu yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
-
Uncategorized3 minggu yang laluLurah di Gunungkidul Kompak Enggan Teken Berita Acara Serah Terima Aset KDMP, Ada Apa?
-
Uncategorized2 minggu yang laluSakit Hati Sering Diejek Ketika Memulung Sampah, 2 Remaja Putri Nekat Bakar Sekolah
-
Uncategorized4 minggu yang laluLansia Asal Ponjong Ditemukan Gantung Diri di Kandang
-
Uncategorized4 minggu yang laluCiptakan Pilur Jujur dan Bersih, Dinas Awasi Lurah Petahana
-
Uncategorized4 minggu yang laluGelombang Tinggi di Pesisir Gunungkidul, Rusak Perahu Nelayan Hingga Warung
-
Uncategorized2 minggu yang laluSempat Diancam Akan Dilindas Lehernya, Dua Remaja Babak Belur Dihajar Kelompok Pemuda Silat
-
Uncategorized2 minggu yang lalu9.000 Penerima Bansos Gunungkidul Disetop karena Terindikasi Judi Online
-
Uncategorized1 minggu yang laluSaling Bajak Kader Antara PSI dan NasDem Gunungkidul Makin Seru, Ini Tanggapan Sang Ketua
