Connect with us

Hukum

Jaringan Pengedar Yang Sasar Kalangan Pelajar Dibongkar, Polisi Amankan Ribuan Pil Sapi

Diterbitkan

pada

Wonosari,(pidjar.com)–Satuan Reserse Narkoba Polres Gunungkidul berhasil mengungkap dua kasus peredaran obat berbahaya jenis pil putih berlogo “Y” atau yang dikenal sebagai pil sapi dalam rangka Operasi Narkoba Progo 2026. Dari dua pengungkapan kasus tersebut, polisi mengamankan empat tersangka dan menyita total 1.418 butir pil sapi yang diduga akan diedarkan di wilayah Gunungkidul. Yang memprihatinkan, jaringan ini sengaja menyasar para pelajar sebagai pelanggan mereka.

Kasat Resnarkoba Polres Gunungkidul, AKP Larso, mengatakan pengungkapan kasus pertama dilakukan pada Kamis (14/5/2026) dini hari setelah petugas melakukan penyelidikan terkait dugaan peredaran obat terlarang di wilayah Kapanewon Tepus.

“Petugas mengamankan seorang laki-laki berinisial RS di sebuah warung makan kawasan Simpang Empat JJLS Gesing, Purwodadi, Tepus. Saat dilakukan penggeledahan ditemukan enam butir pil berlogo Y yang berada dalam penguasaannya,” ujar AKP Larso.

Dari hasil pemeriksaan, RS mengaku memperoleh pil tersebut dari seorang pria berinisial RF. Berdasarkan informasi tersebut, petugas segera melakukan pengembangan hingga berhasil menangkap RF di rumahnya di wilayah Tepus.

Berita Lainnya  Modal Janji Manis, Pria Kuras Harta Wanita

“Dari tersangka RF kami menemukan 940 butir pil sapi yang disimpan untuk diedarkan. Selain itu turut diamankan uang hasil penjualan dan telepon genggam yang digunakan dalam aktifitas transaksi,” jelasnya.

Tidak berselang lama, Satresnarkoba kembali mengungkap kasus serupa pada Kamis (21/5/2026) setelah menerima informasi masyarakat mengenai dugaan penyalahgunaan obat berbahaya di wilayah Piyaman, Wonosari.

“Dalam kasus kedua, petugas berhasil mengamankan seorang laki-laki berinisial MND yang kedapatan membawa 161 butir pil sapi di dalam tas selempang miliknya. Setelah dilakukan pemeriksaan, yang bersangkutan mengaku mendapatkan barang tersebut dari RAP,” kata AKP Larso.

Petugas kemudian melakukan pengembangan ke wilayah Semanu dan berhasil menangkap RAP. Dari tangan tersangka, polisi menyita 311 butir pil sapi yang disimpan dalam sebuah tas belanja warna hitam.

Berita Lainnya  Buntut Keributan di Tempat Hiburan Malam, Pemuda Dianiaya Mantan Istri dan Kekasihnya

“Selain pil sapi, kami juga mengamankan uang hasil penjualan dan alat komunikasi yang diduga digunakan untuk mendukung aktivitas peredaran obat berbahaya tersebut,” imbuhnya.

AKP Larso menegaskan, peredaran pil sapi menjadi perhatian serius karena tidak sedikit pelaku maupun pengguna berasal dari kalangan usia muda.

“Kami melihat adanya keterlibatan pelajar dan mahasiswa dalam perkara ini. Ini tentu sangat memprihatinkan karena obat-obatan berbahaya dapat merusak kesehatan, mempengaruhi perilaku, hingga berpotensi menjadi pintu masuk penyalahgunaan narkotika yang lebih berat,” tegasnya.

Ia menambahkan, Polres Gunungkidul akan terus meningkatkan patroli siber, penyelidikan lapangan, serta menggandeng masyarakat untuk memutus mata rantai peredaran obat berbahaya.

“Kami mengajak masyarakat untuk tidak ragu memberikan informasi kepada kepolisian apabila mengetahui adanya peredaran obat-obatan ilegal di lingkungannya. Peran masyarakat sangat penting dalam menyelamatkan generasi muda dari bahaya penyalahgunaan obat,” ujarnya.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 435 dan Pasal 436 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan juncto Lampiran I Nomor 181 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.

Berita Lainnya  Peras Kepala Desa, Oknum Wartawan Divonis 10 Bulan Penjara

“Ancaman hukuman terhadap para tersangka maksimal 12 tahun penjara dan denda hingga Rp5 miliar,” pungkas AKP Larso.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata1 hari yang lalu

Hampir Capai Target Tahunan, Baru Juni Pendapatan Retribusi Wisata Telah Capai 35,8 Miliar

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)- Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Gunungkidul hampir mencapai target tahunan meski baru di pertengahan tahun 2026...

Pariwisata2 hari yang lalu

Gunungkidul Geopark Night Specta 8.0 Masuk KEN 2026, Siap Promosikan Geopark Gunung Sewu ke Dunia

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari(pidjar.com)– Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) kembali menggelar Gunungkidul Geopark Night Specta (GNS) Vol. 8.0 di...

Pariwisata1 minggu yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis2 minggu yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Pariwisata2 minggu yang lalu

Libur Sekolah, Obyek-obyek Wisata Mulai Dibanjiri Siswa Study Tour

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)-Libur sekolah tahun 2026 mulai menggerakkan sektor pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) termasuk juga di Gunungkidul. Saat...

Berita Terpopuler