fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Diwaduli 3 Kades Semin, Sultan Tegaskan Pemanfaatan Dana Keistimewaan

Diterbitkan

pada

BDG

Semin,(pidjar.com)–Kunjungan kerja yang dilakukang Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menjaring sejumlah permasalahan ataupun kendala yang dihadapi oleh pemerintah 3 desa yakni Desa Pundungsari, Desa Katongan, dan Desa Rejosari. Beragam keluh kesah masing-masing kepala desa diutarakan dalam kesempatan tersebut. Beberapa yang digaris bawahi oleh Sultan adalah penggunaan dana keistimewaan yang seharusnya dapat berdampak pada kesejahteraan masyarakat hingga di tingkat desa.

Kepala Desa Rejosari, Paliyo memaparkan, berada di daerah perbatasan, ada beragam kekurangan dan permasalahan yang dihadapi oleh pemerintah desa maupun masyarakat. Mulai dari minimnya infrastruktur, pemberdayaan hingga masuk daerah rawan lantaran kultur dan beberapa hal yang berbeda. Kendati demikian, permasalahan-permasalahan yang dihadapi mampu diminimalisir dengan adanya pembinaan dan arahan dari semua pihak.

Berita Lainnya  Update Covid19 di Gunungkidul, Belasan Pegawai Dinkes Sembuh dan Tambahan 3 Kasus Positif

Salah satunya adalah pemberdayaan masyarakat melalui kelompok-kelompok yang sadar dengan majunya daerah dan potensi yang dimiliki. Desa Rejosari sendiri saat ini menurut Paliyo, tengah berbenah dalam segala hal. Ini dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan perekonomian yang ada.

“Kita ada beberapa pemberdayaan mengarah pada UMKM. Saat ini kita miliki produk olahan makanan dan beberapa hal lainnya. Kendati demikian perlu adanya perhatian yang lebih dan sistem anggaran yang sekiranya mampu untuk lebih mendongkrak perekonomian masyarakat kami,” kata Paliyo, Senin (22/07/2019).

Selain dari Desa Rejosari, Desa Katongan dan Pundungsari pun juga mengutarakan hal yang tidak jauh berbeda. Beberapa sektor pembangunan maupun pemberdayaan yang dilakukan oleh pemerintah desa dianggap masih belum maksimal lantaran sejumlah benturan diantaranya pendanaan. Pemanfaatan dana keistimewaan sendiri juga dianggap belum begitu maksimal karena ada beberapa kegiatan yang digagas tidak dapat dilaksanakan oleh pemerintah dan masyarakat.

Berita Lainnya  Warung Makan Mulai Boleh Layani Makan di Tempat, Perpanjangan Jam Buka Masih Dikaji

Menanggapi hal tersebut, Sri Sultan Hamnengku Buwono X mengatakan jika sebenarnya dana keistimewaan yang saat ini telah masuk dalam APBD Kabupaten/Kota seharusnya dapat berdampak baik seiring pembangunan dan pemberdayaan yang dilakukan. Sultan sendiri berharap jika dana keistimewaan yang diberikan dapat menyasar hingga ketingkat padukuhan sehingga pembangunan dan pemberdayaan berdampak maju bagi daerah.

“Perlu diketahui jika memang ada dalam penggunaannya (dana keistimewaan) lebih condong ke pembinaan bukan kegiatan yang didanai oleh pemerintah,” kata Raja Kasultanan Yogyakarta tersebut.

Terlepas dari dana keistimewaan, Gubernur sendiri juga memberikan bantuan, pembinaan dan arahan pada pemerintah 3 desa ini yang nantinya akan mendapatkan perbantuan dari dana yang telah disediakan. Dana ini nantinya paling tidak 6 bulan sudah harus berdampak pada perkembangan desa dan masyarakat.

Ia sedikit mencontohkan, beberapa desa yang telah medapat bantuan dari Gubernur dapat berkembang bahkan maju dengan keunggulan masing-masing. Sri Sultan pun juga meninginkan jika di Rejosari juga nantinya akan terangkat dalam segala bidang. Berada di pintu gerbang sebelah timur seharusnya dapat maju lebih pesat dengan segala yang dimiliki.

Berita Lainnya  Jumlah Ternak Mati Mendadak Diklaim Telah Menurun, Pemerintah Mulai Bangkitkan Kembali Sektor Peternakan

“Terobosan memang sangatlah dibutuhkan. Dari tiga desa ini sudah ada yang mengajukan proposal, jika sekiranya saya tidak keberatan ya tidak pakai lama segera dilaksanakan. Tapi juga harus didasari dengan segala aspek yang ada,” terang dia.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler