Connect with us

Sosial

Diwarnai Tanjakan dan Tikungan Ekstrim, Banyak Kendaraan Mogok di Jalur Alternatif Ini

Diterbitkan

pada

Patuk,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Pada saat musim liburan, jalur utama Jogja-Wonosari selalu diwarnai kemacetan. Sejumlah titik, terutama di lokasi obyek wisata, traffic light maupun persimpangan memicu terjadinya antrian kendaraan hingga sepanjang 1 sampai 2 kilometer. Akibat jumlah kendaraan yang membludak tersebut, kendaraan hanya bisa melaju dengan kecepatan sangat rendah.

Melihat kenyataan tersebut, banyak diantara para pengguna jalan yang memilih untuk melalui jalur alternatif selain Jalan Wonosari-Jogja untuk masuk ke Gunungkidul. Namun terkadang, upaya menghindari kemacetan tersebut berujung dengan petaka lantaran ekstrimnya jalur-jalur alternatif yang ada. Tak jarang para pengguna jalan alternatif tersesat maupun kendaraannya mogok ketika melalui jalur alternatif dengan karakteristik tanjakan dan disertai dengan tikungan tajam tersebut.

Salah satu jalur yang saat ini banyak digunakan oleh para pengguna jalan adalah jalur Piyungan-Ngoro oro Patuk via Petir. Jalur ini kondisinya memang sempit ditambah medan yang cukup ekstrim. Kemiringan jalan mencapai 70 derajat dan tikungan letter S dengan sudut tikungan hanya 30 derajat membutuhkan skill pengemudi lebih ekstra serta kondisi kendaraan yang harus prima.

Berita Lainnya  Jelang Penghabisan Anggaran Dropping Air di Saat Kemarau Masih Melanda

Jalur ini juga luput dari pengawasan instansi maupun petugas kepolisian. Beruntung pada musim lebaran ini sejumlah relawan dari RAPI, BPBD serta Karangtaruna warga setempat ikut melakukan pengawasan dengan bahu membahu mengatur lalu lintas di jalur tersebut. Mereka bekerja ekstra selama 24 jam untuk membantu pengguna jalan agar tidak terjadi kecelakaan maupun insiden di jalur ektrim.

Salah seorang relawan dari FPRB Piyungan Eka Haryanta menceritakan, kondisi jalan di sini memang sangat ekstrim. Meski pada hari biasa cukup sepi, pada musim libur lebaran ini, cukup banyak kendaraan yang melintas untuk menghindari kemacetan di jalur utama. Namun demikian, lantaran banyaknya pengguna jalan yang baru pertama kali melalui jalur ini, tak jarang terjadi insiden meski tak sampai menimbulkan korban.

“Banyak kendaraan mogok di tanjakan karena pengemudi tidak menguasai medan,” ungkapnya, Senin (18/06/2018) siang.

Berita Lainnya  Lima Pasien Covid-19 Sembuh Hari ini, Total 30 Orang Masih Dirawat

Mengantisipasi terjadi kecelakaan lalu lintas akibat hal tersebut, pihaknya menyiagakan personel yang selain bertugas mengatur lalu lintas, juga bersiaga melakukan ganjal ban bilamana ada kendaraan yang tiba-tiba mogok khususnya di tanjakan.

"Jalannya cukup sempit dan ekstrim sehingga kita berinisiatif untuk membuka tutup jalur, jadi para pengguna jalan harus bergantian," ujar Eka.

Untuk membantu pelintas, para relawan bahkan harus membuat rambu-rambu darurat. Rambu-rambu yang dibuat seadanya ini terpasang berkat dana patungan dari masyarakat setempat. Adanya rambu-rambu darurat ini diharapkan bisa sedikit membantu para pengguna jalur alternatif dalam mengenal medan yang akan mereka hadapi.

Eka menambahkan, meskipun medannya ekstrim dan kondisi jalan yang sempit namun jalur Piyungan menuju Ngoro-oro sangat ramai. Sebab, jalur ini termasuk jalur terpendek menuju Gunungkidul jika dibandingkan dengan melalui Jembatan Surogedug maupun Cinomati.

Berita Lainnya  Puluhan Tahun Jadi Tempat Ibadah Utama Masyarakat, Masjid Al-Falah Akhirnya Bisa Segera Direnovasi

Sementara itu, Rohadi, warga Bantul yang ingin bersilaturahmi dengan keluarganya di Gunungkidul mengaku memilih melewati jalur Piyungan-Ngoro Oro karena jalur utama macet. Ia merasa sangat terbantu dengan kehadiran relawan yang siaga mengamankan jalur tersebut. Laki-laki berkacamata ini berharap agar pemerintah memasang rambu-rambu lalu lintas serta penerangan jalan di jalur ini ke depannya agar bisa membantu para pengguna jalan seperti dirinya.

"Kalau malam sangat gelap. Jalannya juga banyak lubangnya, pemerintah harusnya meningkatkan perhatiannya terhadap jalur ini, karena vital mengatasi kemacetan,"tuturnya.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata3 hari yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis7 hari yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Pariwisata1 minggu yang lalu

Libur Sekolah, Obyek-obyek Wisata Mulai Dibanjiri Siswa Study Tour

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)-Libur sekolah tahun 2026 mulai menggerakkan sektor pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) termasuk juga di Gunungkidul. Saat...

Pariwisata4 minggu yang lalu

Camping Syahdu di Pantai Watukodok

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Gunungkidul memamg menjadi gudangnya wisata alam di DIY. Bagaimana tidak, gugusan pantai selatan Kabupaten Gunungkidul menyuguhkan panorama pesisir...

Pariwisata2 bulan yang lalu

Mulai Pertengahan Mei Mendatang, TPR Baron Direncanakan Hanya Layani Pembayaran Retribusi Non-Tunai

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Pemerintah Kabulaten Gunungkidul terus berbenah dalam memperkuat tata kelola retribusi yang lebih transparan, efisien, dan adaptif terhadap perkembangan...

Berita Terpopuler