Kriminal
Dua Bulan Kabur Usai Jambret Siswi di Karangmojo, Pria Asal Bantul Akhirnya Dibekuk Polisi
Karangmojo,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Penyelidikan panjang selama 2 bulan yang dilakukan aparat Unit Reskrim Polsek Karangmojo terkait dengan kasus penjambretan yang terjadi di Jalan Wonosari-Karangmojo, tepatnya di Padukuhan Kayuwalang, Desa Wiladeg, Kecamatan Karangmojo beberapa waktu lalu berbuah manis. Seorang pelaku penjambretan, IMN, warga Kabupaten Bantul dibekuk di rumahnya pada Rabu (18/04/2018) malam tadi di rumahnya. Bersama dengan pelaku, turut pula diamankan hp Lenovo A1000 yang merupakan hasil kejahatan.
Kasubag Humas Polres Gunungkidul, Iptu Ngadino menuturkan, penangkapan IMN sendiri berawal dari laporan seorang pelajar bernama Navia Andria Ramadhani (17) warga Padukuhan Krambildhuwur, Desa Wiladeg, Kecamatan Karangmojo. Korban yang tengah dalam perjalanan menggunakan sepeda motor dijambret oleh IMN di Jalan Wonosari-Karangmojo pada 18 Februari 2018 silam. Ketika itu, pelaku berhasil membawa kabur hp milik korban.
Polisi sendiri cukup kesulitan menelusuri jejak pelaku lantaran keterbatasan informasi maupun saksi mata kejadian. Namun dengan kerja keras dan ketelatenan, akhirnya pada awal pekan ini, petugas berhasil mendeteksi keberadaan hp milik korban yang sempat dicuri tersebut.
“Hp tersebut terdeteksi berada di wilayah Bantul. Anggota kemudian melakukan penelusuran,” kata Ngadino, Kamis (19/04/2018) siang.
Penelusuran yang dilakukan tersebut kemudian membuahkan hasil. Petugas menemukan hp tersebut tengah digunakan oleh seseorang bernama ANT, warga Bantul. Berdasarkan keterangan dari ANT, hp lenovo A1000 itu dibeli dari sebuah counter.
“Terus kita telusuri hingga pada akhirnya polisi mendapatkan informasi bahwa asal muasal hp tersebut dari AMN,” lanjutnya.
Berdasarkan keterangan itu, pada Rabu malam tadi, polisi berhasil mendeteksi keberadaan pelaku di rumahnya. AMN yang tak menyangka aksi yang telah lama dilakukannya itu ketahuan, hanya bisa pasrah ketika polisi menggerebek rumahnya.
“Pelaku berhasil kita amankan. Dalam pemeriksaan, yang bersangkutan juga telah mengakui melakukan penjambretan di wilayah hukum Polsek Karangmojo,” urainya.
Sementara itu, Kapolsek Karangmojo, Kompol Irianto menambahkan, hingga saat ini AMN masih terus diperiksa oleh jajarannya. Pihaknya membuka kemungkinan mengenai adanya tempat kejadian penjambretan atau kejahatan lain yang melibatkan pelaku.
Menurut Iriyanto, tersangka sendiri cukup berbelit-belit dalam memberikan keterangan. Akibatnya, hingga kini, polisi masih belum bisa menemukan barang bukti sepeda motor yang digunakan oleh pelaku saat beraksi.
“Kita masih terus melakukan penelusuran dan pemeriksaan untuk mencari bukti-bukti lain,” tutup Irianto.
-
Uncategorized1 minggu yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized2 minggu yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya1 minggu yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized1 minggu yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Sosial1 minggu yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized1 minggu yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Uncategorized2 hari yang laluKnalpot Brong Jadi Incaran Khusus Operasi Patuh Progo 2026
-
Uncategorized1 minggu yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized4 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Pemerintahan3 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
-
Uncategorized2 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Uncategorized4 hari yang laluDua Oknum Kejaksaan di Gunungkidul Diduga Terlibat Skandal Asusila
