fbpx
Connect with us

Sosial

Duga Perpindahan Misterius Situs Cagar Budaya Watu Gilang Ulah Manusia, Warga Lapor Polisi

Diterbitkan

pada

BDG

Paliyan,(pidjar.com)–Situs cagar budaya Watu Gilang yang semula berada di Padukuhan Watu Gilang A mendadak diketahui berpindah ke Padukuhan Watu Gilang B, tepatnya di belakang Balai Padukuhan Watu Gilang B, Desa Mulusan, Kecamatan Paliyan. Berpindahnya situs cagar budaya tersebut pertama kali diketahui sejak Jumat (12/01/2018) silam namun baru ramai oleh warga setempat pada Minggu (14/01/2018) pagi tadi. Atas kepindahan situs secara misterius, mulai berkembang kasak-kusuk di kalangan warga. Di satu sisi, ada sejumlah warga yang menganggap hal itu sebagai hal mistis, namun sebagian warga justru menduga situs sengaja dipindah oleh manusia entah untuk maksud apa.

Pantauan di lokasi, situs budaya tersebut saat ini teronggok di belakang Balai Padukuhan Watu Gilang B. Terdapat tiga potong batu yang terjejer rapi tergeletak membujur ke arah barat.

Berita Lainnya  Semangat Kaum Disabilitas Mewujudkan Indonesia Inklusi di Tahun 2030 Mendatang

Pindahnya situs sendiri sempat membuat masyarakat gempar. Pasalnya, jarak lokasi semula dengan lokasi saat ini cukup jauh yakni berjarak sekitar hampir 1 kilometer.

Pemilik lahan tempat situs Watu Gilang semula berada, Supardi mengakui bahwa lantaran hal tersebut saat ini mulai ramai dibicarakan warga. Namun berdasarkan pengamatannya, ia meyakini bahwa berpindahnya situs tersebut lantaran ulah manusia. Hal ini berdasarkan atas adanya jejak kaki manusia di lokasi semula Situs Watu Gilang. Selain itu, ia juga melihat ada bekas congkelan di tanah sekitar lokasi.

"Saya lebih meyakini kalau situs tersebut dicuri oleh manusia, jadi bukan lantaran ada mistis atau apa," kata Supardi, Minggu siang.

Berita Lainnya  Staf Perangkat Desa Berjuang Kembalikan Status

Rencananya, batu situs yang berjumlah tiga potong tersebut akan dikembalikan lagi ke lokasi semula. Namun demikian, Supardi mengaku masih akan menunggu kesepakatan dari warga setempat.

Saat ini, Supardi menyatakan sudah melaporkan kejadian tersebut ke Dinas Purbakala DIY. Dalam waktu dekat ini, ia juga akan membuat laporan resmi ke polisi. Ia menginginkan agar semuanya bisa segera terang benderang sehingga tidak ada kasak-kusuk yang mengandung unsur mistis di masyarakat.

"Semalam tetangga dan tokoh masyarakat mengecek lokasi dan menutupi jejak kaki dengan terpal," imbuh dia.

Hindari Musrik, Situs Watugilang Akan Dipindah ke Lokasi Semula

Salah seorang tokoh masyarakat dari Padukuhan Watu Gilang B, Ahmad menambahkan, pihaknya berencana untuk mengembalikan batu tersebut ke lokasi semula sesegera mungkin. Hal ini menurutnya perlu dilakukan untuk mengantisipasi hal-hal dan opini yang menjurus ke arah musrik ditengah masyarakat. Ia tidak menginginkan ke depan, orang yang percaya akan adanya mistis pada kepindahan situs menjadikannya sebagai situs yang dikultuskan, dipuja-puja, bahkan disembah.

Berita Lainnya  Terus Merebaknya Serangan Monyet Ekor Panjang dan Kekhawatiran Aktifis Hewan

"Intinya kami akan mengembalikan ke posisi semula ke tempat dulu batu itu berada," imbuh dia.

Disinggung mengenai dugan kepindahan batu itu, Ahmad juga meyakini bahwa hal itu merupakan pencurian. Namun pihaknya tak mau menduga-duga terkait modus dan motif para pelaku.

"Ada jejak kaki seperti itu kan pasti manusia. Kita tidak mau menduga untuk apa dan mengapanya biar nanti aparat yang berwenang saja," pungkas dia.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler