fbpx
Connect with us

Sosial

Proses Hukum Insiden Kesalahan Pengisian BBM di SPBU Gading, Kapolres Tunggu Laporan Para Korban

Diterbitkan

pada

BDG

Wonosari,(pidjar.com)–Meski telah beberapa waktu berlalu, penyelidikan terkait adanya kekeliruan pengisian Bahan Bakar Minyak di SPBU Gading masih terus dilakukan. Tak hanya Pertamina, kepolisian dalam hal Polres Gunungkidul pun juga turut menginvestigasi insiden yang sempat memancing perhatian publik ini. Sejumlah saksi dari karyawan serta manajer SPBU Gading telah dimintai keterangannya oleh aparat kepolisian.

Kapolres Gunungkidul, AKBP Ahmad Fuadi menyatakan bahwa saat ini penyelidikan yang dilakukan hanya sebatas untuk mengetahui penyebab sampai terjadinya kesalahan pengisian BBM kepada konsumen di mana kendaraan konsumen yang seharusnya sesuai permintaan diisi premium diisi dengan solar. Meski begitu, Anwar tak menutup kemungkinan bahwasanya pihak kepolisian bisa menyeret kasus ini ke ranah pidana. Namun pihak kepolisian menunggu adanya laporan resmi dari konsumen yang merasa dirugikan.

"Kita bisa terapkan UU Perlindungan Konsumen. Akan tetapi ini juga tergantung dari adanya korban yang melapor," ujar Ahmad, Senin (15/01/2018).

Berita Lainnya  Minim Pendonor, PMI dan RSUD Wonosari Kesulitan Penuhi Kebutuhan Darah Golongan A dan AB

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, didapat kesimpulan bahwa tercampurnya BBM jenis premium dan solar di SPBU Gading disebabkan oleh kesalahan prosedur yang dilakukan truk tangki Pertamina ketika menyetor BBM. Sesuai standar operasional prosedur (SOP), apabila ada 2 truk tangki yang melakukan pemindahan muatan, maka harus dilakukan satu per satu. Namun pada saat kejadian tersebut, kru truk tangki melakukannya secara bersamaan.

"Saat itu memang di SPBU Gading ada 2 truk yang datang bersamaan," ungkap dia.

Kapolres meminta agar insiden ini ke depan bisa dijadikan pelajaran bersama tak hanya dari manajemen SPBU Gading, akan tetapi juga ke seluruh pengelola SPBU di Gunungkidul. Penerapan SOP dalam operasional SPBU harus dilakukan sekaligus juga diawasi secara ketat. Hal ini karena skala resiko untuk operasional SPBU sendiri sangat tinggi baik ke lingkungan sekitar, masyarakat maupun pelanggannya.

Berita Lainnya  Petugas Temukan 18 Kasus Cacing Hati di Hewan Kurban

"Untuk sementara karyawan dan manajer SPBU Gading sudah kami periksa," lanjut Ahmad.

Sementara itu sebelumnya, dalam jumpa pers yang dilakukan, Pertamina Marketing Operation Region (MOR) IV wilayah operasional Jateng – DIY menyatakan telah mengirimkan tim Quality Qontrol (QQ) ke SPBU 4455809 Gading, Gunungkidul. Hasil pengecekan sample premium didapati bahwa nilai density BBM jenis premium yang saat itu dijual SPBU  Gading telah melewati batas toleransi. Sementara pada BBM jenis bio solar yang juga dilakukan pengecekan, nilai densitynya justru di bawah batas toleransi. 

"Indikasi dari hasil investigasi yang kami lakukan, telah terjadi kesalahan bongkar premium dan bio solar yang dilakukan oleh kru di lapangan," ujar Pjs Unit Manager Commrel dan CSR Pertamina MOR IV, Muslim Darmawan.

Atas terjadinya insiden tersebut, pihak Pertamina akan melakukan investigasi lanjutan. Untuk sementara, penjualan premium dan bio solar di SPBU Gading akan dihentikan sembari menunggu proses lebih lanjut. 

Berita Lainnya  Update Covid19 Gunungkidul, Penurunan Jumlah Kasus Harian Namun Rekor Kematian Terbanyak

"Data yang sudah masuk ke kami, konsumen yang telah melaporkan terjadinya kerusakan kendaraan lantaran kejadian tersebut ada 5 kendaraan dengan rincian 4 sepeda motor dan 1 mobil. Pihak SPBU sudah bertanggung jawab penuh atas kerusakan yang terjadi," lanjutnya.

Pihak pengelola SPBU Gading sendiri hingga saat ini masih bungkam dan enggan memberikan keterangan. Ketika didatangi pidjar.com, sejumlah karyawan tidak berkenan memberikan keterangan. Sementara untuk manager SPBU Gading, Wahyudi telepon selulernya juga tidak aktif.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, sejumlah pelanggan SPBU Gading kendaraannya mengalami mogok massal tak lama setelah melakukan pengisian BBM pada Kamis (11/01/2018) malam lalu. Saat diperbaiki, barulah diketahui bahwa kerusakan terjadi lantaran ternyata, tangki BBM kendaraan-kendaraan tersebut berisi solar. Kabar ini kemudian viral di lini massa pengguna media sosial di Gunungkidul.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler