fbpx
Connect with us

Hukum

Dugaan Korupsi Dana Desa Getas, Penyidik Kejari Dalami Keterangan Aliran Dana ke Inspektorat

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Kejaksaan Negeri Wonosari masih melakukan penyelidikan terkait kasus dugaan korupsi dana desa di Kalurahan Getas. Sejumlah saksi pamong kalurahan, rekanan, dan masyarakat telah dipanggil oleh petugas penyidik. Setelah penerapan PPKM ini penyidik akan segera menjadwalkan pemanggilan pemeriksaan terhadap 2 bank plat merah (bank daerah) untuk memberikan keterangan. Penyidik Kejari Gunungkidul juga tengah mendalami keterangan dari sejumlah saksi yang menyebut adanya aliran uang ke instansi pemerintah.

Kasi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Wonosari, Andy Nugraha T mengatakan, selama penetapan PPKM Darurat ini, pemanggilan atau pemeriksaan terpaksa ditunda terlebih dahulu. Setelah penerapan PPKM Darurat usai, pihaknya akan segera melanjutkan tahapan penyelidikan yang sempat tertunda. Menurutnya, pada kasus Kalurahan Getas ini, sebelumnya telah dipanggil pamong, rekanan, maupun inspektorat dan saksi dari masyarakat.

Selanjutnya akan dijadwalkan pemanggilan terhadap 2 bank daerah, Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Keluarga Berencana Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DP3AKBPMD), dan sejumlah sopir truk yang hingga saat ini belum dibayar oleh Pemerintah Kalurahan Getas. Adapun 2 bank plat merah ini akan dimintai keterangan terkait dengan mekanisme pencairan dana desa.

“Nanti kita jadwalkan setelah PPKM Darurat ini. Untuk sopir truk yang sempat melakukan aksi karena mereka belum dibayar nanti juga akan kami mintai keterangan,” jelas Andy, Selasa (13/07/2021).

Pihaknya saat ini masih mendalami terkait dengan larinya anggaran dana desa selama ini. Calon-calon tersangka pun juga telah mengerucut, namun demikian dirinya masih belum bisa mengungkapkan lebih dalam katena masih dalam proses penyidikan lanjutan.

“Sudah mulai mengerucut. Mudah-mudahan selalu kooperatif, yang pasti minimal dua orang atau lebih,” paparnya.

Hitungan kerugian negara sendiri hampir 1 miliar rupiah. Sejauh ini modus yang digunakan adalag gali lubang tutup lubang. Di mana anggaran dana desa 2020 digunakan untuk menutup tanggungan di 2019 silam.

Disinggung mengenai rumor yang beredar, perihal adanya keterangan aliran dana ke sejumlah lembaga termasuk diantaranya ke Inspektorat Daerah Gunungkidul, Andy mengatakan pihaknya masih mendalaminya. Pihak Kejari Gunungkidul masih belum menemukan bukti dari pernyataan dari saksi berkaitan dengan aliran dana tersebut. Pengakuan dari pihak Inspektorat, aliran dana yang masuk ini adalah temuan dari Inspektorat dan uang yang masuk adalah pengembalian dana dari pihak Pemerintah Kalurahan kepada negara.

“Soal aliran dana ini akan kita perdalam,” beber Andy.

Terpisah, Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat DP3AKBPMD Gunungkidul, Subiyantoro mengatakan perkara dugaan korupsi dana desa Kalurahan Getas sepenuhnya diserahkan ke pihak penegak hukum. Untuk tahun pemanfaatan dana desa 2021 ini pihaknya melakukan pendampingan dan pengawasan lebih ketat lagi.

“Monitoring berkala kita lakukan. Pendampingan dan pengawasan lebih intens lagi agar dana desa 2021 ini dimanfaatkan betul untuk program 2021, tidak untuk menutup tanggungan di 2020,” ucap Subiyantoro.

Menurutnya, sebagai bentuk kehati-hatian pemerintah, pada pencairan dana desa 2021 termin kedua di Kalurahan Getas tidak bersamaan dengan pencairan dana desa kalurahan lain.

“Istilahnya sebagai bentuk kehati-hatian kami jadi kita pastikan dulu kemarin. Selang 1 bulan baru kami cairkan, untuk saat ini semua kegiatan fisik dan BLT berjalan kok. Dana desa di sana masih akan cair satu termin lagi ini tetap kami dampingi,” tutupnya.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler