fbpx
Connect with us

Sosial

Dukuh Batal Mundur, Desa Watusigar Kembali Memanas

Published

on

Ngawen,(pidjar.com)–Berkumpulnya warga Padukuhan Ngimbang, Desa Watusigar, Kecamatan Ngawen untuk menyaksikan pengunduran diri kepala dukuh berakhir anti klimaks. Pasalnya, Kepala Dukuh Ngimbang, Suyatno justru tidak menghadiri pertemuan di Balai Padukuhan yang sebelumnya direncanakan akan diisi pernyatakan pengunduran diri Suyatno pada Rabu (28/02/2018). Dukun Ngimbang sendiri beberapa hari lalu dituntut mundur oleh warganya setelah dituding melakukan penyelewengan dana.

Seperti yang pernah disepakati sebelumnya beberapa hari lalu di Balai Desa Watusigar, bahwa tepat pada hari ini Kepala Dukuh Ngimbang akan melakukan pengunduran diri pada pukul 12.00 WIB. Pernyataan ini akan dilakukan di depan warganya atas konsekuensi penggelapan berbagai dana bantuan yang dilakukan.

Namun, hingga pukul 13.00 WIB Suyatno tak kunjung menampakkan batang hidungnya. Ratusan warga dan perwakilan LSM yang telah berkumpul pun mulai resah. Berkali-kali Suyatno dihubungi pihak pemerintah desa, namun nomor yang dituju tidak aktif.

Kepala Desa Watusigar, Pardi mengaku, kejadian tidak datangnya Kepala Dukuh ini di luar dugaannya. Pasalnya, berita acara telah dibuat dan ditandatangi langsung oleh Kepala Desa, Kepala Dukuh, perwakilan LSM, dan perwakilan warga. Namun hingga melebihi batas waktu yang disepakati, Suyatno mangkir tidak menepati janji yang disanggupinya kepada warga.

"Ini di luar dugaan saya. Waktu mediasi di kantor desa pun, dia telah menyanggupi di depan perangkat desa akan undur diri namun minta waktu 3 hari untuk menenangkan diri. Tapi begitu berita acara telah dibuat yang bersangkutan tidak datang-datang. Ditelepon pun tidak aktif," ujarnya kepada pidjar.com.

Ketidakhadiran Suyatno membuat warga semakin geram sehingga suasanapun memanas. Warga menduga, Suyatno mangkir lantaran enggan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Kepala Dukuh.

Untuk menenangkan kekecewaan warga, Kepala Desa berjanji akan segera mengambil langkah penyelesaian. Pardi menjanjikan bakal membentuk tim investigasi. Jika belum menemukan titik terang, maka investigasi akan dilakukan oleh pemerintah kecamatan hingga kabupaten.

"Besok pagi jam 8 saya akan memanggil Kepala Dukuh Ngimbang ke Balai Desa untuk konfirmasi ketidakhadirannya. Lalu kami akan buat tim investigasi," jelas Pardi.

Acara pengunduran diri Suyatno pada hari ini pun dinyatakan batal lantaran ketidakhadirannya dalam forum. Sebagian warga kemudian melampiaskan kekesalan dengan menggeledah gudang kantor padukuhan. Warga menemukan sejumlah bahan makanan yang diduga merupakan bantuan bencana banjir yang ditimbun di dalam gudang.

"Proses investigasi minimal 1 minggu. Jika nanti Pak Suyatno terbukti bersalah, saya sebagai Kepala Desa yang akan memberhentikan beliau," tegas Pardi.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler