Sosial
PAUD Bukan Sekedar Tempat Penitipan Anak
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Nadiem Makarim beberapa waktu menyoroti mengenai pembentukan karakter anak yang dari usia dini. Menurutnya pendidikan karakter semacam ini sangatlah dibutuhkan. Agar nantinya pribadi yang dibentuk dari masing-masing anak jauh lebih tertata. Mendikbud menekankan pada seluruh lembaga pendidikan anak usia dini agar memberikan pendidikan karakter yang sesuai dengan kepribadian negara dan daerah kepada para anak didiknya.
Salah seorang pendidik PAUD non Formamal, Endah Sri mengatakan dirinya sudah lama terjun di dunia pendidikan khususnya bagi anak usia dini. Ada tantangan tersendiri dalam memberikan pengetahuan pada anak yang baru menginjak usia 3 tahun hingga 4 tahun. Terlebih di mana saat ini jaman sudah berkembang dengan segala teknologi modernnya. Menurutnya, pendidikan bagi anak usia dini sangatlah berpengaruh pada perkembangan dan pembentukan karakter bagi anak.
Pada usia tersebut, anak-anak sedang berada pada fase mencontoh apa yang mereka lihat dan dengar. Sehingga, para pendidik hsrus sedemikian rupa dalam memberikan pengetahuan fan pemahaman. Menanamkan kebiasaan baik kepada anak-anak dalam pertumbuhannya.
“Menuntun anak didik untuk melakukan kegiatan seperti berdoa, ucap salam dan melakukan kegiatan sederhana namun memiliki manfaat,” kata dia.
Dalam pembelajaran yang dilakukan juga sangat tergolong ringan dan sederhana. Di PAUD sendiri anak-anak hanya diajak belajar mengenal sesuatu dan bermain. Namun semua mengandung pendidikan karakter dan melatih pola pikir, kebiasaan dan beberapa hal lainnya.
Kepala Seksi Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Non Formal, Disdikpora Kabupaten Gunungkidul, Heru Pranowo memaparkan, saat ini banyak orang tua menganggap bahwa PAUD hanyalah sebagai tempat penitipan anak. Menurutnya, anggapan tersebut saat ini salah karena anak didik tidak sekedar dititipkan, tetapi juga memperoleh pendidikan dan bimbingan.
Di Kabupaten Gunungkidul sendiri saat ini, terdapat 618 lembaga PAUD. Jumlah tersebut terdiri dari PAUD formal dan non formal. Paud Non Formal ada tiga jenis, kelompok bermain, satuan PAUD sejenis (SPS) dan taman penitipan anak.
“Anggapan hanya tempat penitipan anak hanyalah pendapat mereka yang belum paham. Pola pikir terhadap pandangan itu harus diubah kami memiliki Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak (STPPA) kurikulum PAUD,” ujar Heru.
Selama ini, pihaknya telah mengimbau kepada guru PAUD untuk menanamkan pendidikan karakter kepada anak didiknya. Pendidikan karakter yang ia maksud antara lain melalui berbagai kegiatan.
“Melalui pembelajaran dengan menekankan pembiasaan sejak dini misalnya mengucap salam,” ucap dia.
Di samping itu, lanjut Heru, contoh kecil lain yang mudah dicontoh anak seperti jabat tangan kepada guru. Sehingga guru diupayakan menjadi role model agar ditiru anak didik PAUD. Setelah KBM dilaksanakan, para anak didik juga diminta membereskan ruang kelas setelah KBM. Kemudian saat makan membiasakan diri dengan cuci tangan dan berdoa.
“Terlebih saat ini juga terdapat gerakan literasi sekolah dengan pembiasaan membacakan cerita 15 menit sbelum KBM dimulai, tak terkecuali untuk anak PAUD,” ujar dia.
“Kami rasa dengan contoh kecil seperti itu merupakan upaya membentuk karakter anak,” ucap Heru.
Menurutnya anak-anak di usia PAUD lebih penting untuk mendapatkan kebebasan berekspresi serta berinteraksi dengan anak lain dibandingkan mengenal sistem baca-tulis-hitung. Pendekatan agar anak-anak bahagia di tingkat PAUD lebih penting. Kemudian dijenjang lainnya baru anak dibekali dengan pengetahuan yang lebih lagi.
-
Uncategorized3 minggu yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized3 minggu yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya3 minggu yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized3 minggu yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Uncategorized2 minggu yang laluKnalpot Brong Jadi Incaran Khusus Operasi Patuh Progo 2026
-
Uncategorized2 minggu yang laluDiduga Bermuatan Solar Ilegal, Truk Tangki Berkapasitas Ribuan Liter Diamankan Polisi
-
Uncategorized2 minggu yang laluManajer KDKMP Sudah Ditempatkan di Gunungkidul, Beberapa Kalurahan Belum Punya Gerai
-
Uncategorized4 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Sosial3 minggu yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized3 minggu yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Uncategorized3 minggu yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized2 minggu yang laluSerangan Binatang Liar Ancam Ternak di Wilayah Selatan Gunungkidul, Warga Diminta Waspada
