Connect with us

Sosial

Musim Kemarau, Warga Banyumanik Menjual Ternak Untuk Membeli Air Bersih

Diterbitkan

pada

Semanu,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)– Sejumlah daerah mulai melaporkan dampak kekeringan yang terjadi pada musim kemarau ini. Berbagai upaya dilakukan oleh warga agar mendapatkan air bersih untuk memenuhi kebutuhan mereka, mulai dari mencari sumber air bersih, bantuan dari pihak tertentu, mengusulkan bantuan dari pemerintah, maupun membeli air bersih secara mandiri. Tak semuanya memiliki uang lebih untuk membeli air, sehingga warga menjual ternak maupun barang berharga mereka untuk ditukar dengan air bersih.

Seperti halnya yang dilakukan oleh masyarakat Padukuhan Banyumanik, Kalurahan Pacarejo, Kapanewon Semanu. Daerah ini merupakan salah satu dari sekian banyaknya wilayah di Kabupaten Gunungkidul yang terdampak kekeringan setiap musim kemarau. Masyarakat harus menyisihkan pendapatan bulanan mereka untuk digunakan membeli air pada musim kemarau.

Berita Lainnya  Angka Bunuh Diri Tertinggi Sedekade Terakhir, Hilangnya Fungsi Sosial Karena Pandemi Disebut Jadi Penyebab

Biasanya uang tabungan ini mereka belikan ternak seperti kambing dan lain sebagainya. Kemudian saat kemarau tiba dan mereka mulai kesulitan mendapatkan air bersih, maka ternak yang dimiliki kemudian dijual. Uang hasil penjualan tersebut kemudian digunakan untuk membeli air bersih selama musim kemarau
terjadi.

“Daerah kami hampir setiap tahunnya terdampak kekeringan. Karena memang sudah lama seperti ini makanya masyarakat menyiasatinya dengan menabung ternak yang kemudian setiap musim kemarau dijual untuk membeli air. Ya paling tidak bisa mencukupi kebutuhan selama 4 hingga 5 bulan saat kemarau,” terang Dukuh Banyumanik, Giyanto.

Ia menjelaskan, setiap kali membeli air tangki dengan kapasitas 5000 liter, warga harus mengeluarkan uang sekitar Rp 100.0000. Satu tangki air bersih ini digunakan selama beberapa hari saja. Tergantung dengan pemakaian dan jumlah keluarga di masing-masing rumah.

Ia sendiri selama beberapa bulan kemarau ini sudah menghabiskan air sebanyak 10 tangki. Sedangkan untuk warganya yang terdiri dari 186 KK ini kebutuhannya berbeda-beda. Selain digunakan untuk mandi, mencuci, air juga digunakan untuk kebutuhan ternak mereka.

Berita Lainnya  Warga Komplain Lama Antri Kemudian Ditolak Vaksin, Petugas Puskesmas: Harusnya Berterima Kasih Sudah Dilayani

Warga setempat sebenarnya telah berupaya untuk mengentaskan permasalahan air yang terjadi setiap tahun ini, misalnya saja dengan 3 kali melakukan pengeboran untuk dibuat sumur bor. Akan tetapi upaya tersebut tidak membuahkan hasil, sumur yang telah digali hingga bermeter-meter tersebut tidak mengeluarkan air.

“Kalau untuk sumur bor ini tidak keluar airnya. Setelah dicek ternyata memang tidak ada sumber air bawah tanahnya,” ucap dia.

Sementara itu, Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul, Subarno mengatakan data warga terdampak kekeringan sudah mulai masuk. Update terakhir ada total ada 12.299 jiwa di Kabupaten Gunungkidul terdampak kekeringan, mereka tersebar di Kapanewon Saptosari, Ponjong, Semanu, Purwosari, dan Gedangsari. jumlah warga terdampak kekeringan sendiri masih bisa bertambah di puncak kemarau hingga akhir musim kemarau.

Berita Lainnya  Tulis Pesan Terakhir di Tembok Kuburan, Korban Gantung Diri Tak Mau Dimasukan ke Dalam Peti

Adapun penanganan dari pemerintah Kabupaten Gunungkidul melalui program droping air telah dilakukan oleh pemerintah. Saat ini BPBD telah menyalurkan sekitar 44 tangki air bersih ke warga terdampak kekeringan.

“Selain dari BPBD, ada 11 kapanewon yang mengelola anggaran untuk droping air,” ujar Subarno.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata7 hari yang lalu

Hampir Capai Target Tahunan, Baru Juni Pendapatan Retribusi Wisata Telah Capai 35,8 Miliar

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)- Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Gunungkidul hampir mencapai target tahunan meski baru di pertengahan tahun 2026...

Pariwisata1 minggu yang lalu

Gunungkidul Geopark Night Specta 8.0 Masuk KEN 2026, Siap Promosikan Geopark Gunung Sewu ke Dunia

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari(pidjar.com)– Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) kembali menggelar Gunungkidul Geopark Night Specta (GNS) Vol. 8.0 di...

Pariwisata2 minggu yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis3 minggu yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Pariwisata3 minggu yang lalu

Libur Sekolah, Obyek-obyek Wisata Mulai Dibanjiri Siswa Study Tour

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)-Libur sekolah tahun 2026 mulai menggerakkan sektor pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) termasuk juga di Gunungkidul. Saat...

Berita Terpopuler