Sosial
Musim Kemarau, Warga Banyumanik Menjual Ternak Untuk Membeli Air Bersih
Semanu,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)– Sejumlah daerah mulai melaporkan dampak kekeringan yang terjadi pada musim kemarau ini. Berbagai upaya dilakukan oleh warga agar mendapatkan air bersih untuk memenuhi kebutuhan mereka, mulai dari mencari sumber air bersih, bantuan dari pihak tertentu, mengusulkan bantuan dari pemerintah, maupun membeli air bersih secara mandiri. Tak semuanya memiliki uang lebih untuk membeli air, sehingga warga menjual ternak maupun barang berharga mereka untuk ditukar dengan air bersih.
Seperti halnya yang dilakukan oleh masyarakat Padukuhan Banyumanik, Kalurahan Pacarejo, Kapanewon Semanu. Daerah ini merupakan salah satu dari sekian banyaknya wilayah di Kabupaten Gunungkidul yang terdampak kekeringan setiap musim kemarau. Masyarakat harus menyisihkan pendapatan bulanan mereka untuk digunakan membeli air pada musim kemarau.
Biasanya uang tabungan ini mereka belikan ternak seperti kambing dan lain sebagainya. Kemudian saat kemarau tiba dan mereka mulai kesulitan mendapatkan air bersih, maka ternak yang dimiliki kemudian dijual. Uang hasil penjualan tersebut kemudian digunakan untuk membeli air bersih selama musim kemarau
terjadi.
“Daerah kami hampir setiap tahunnya terdampak kekeringan. Karena memang sudah lama seperti ini makanya masyarakat menyiasatinya dengan menabung ternak yang kemudian setiap musim kemarau dijual untuk membeli air. Ya paling tidak bisa mencukupi kebutuhan selama 4 hingga 5 bulan saat kemarau,” terang Dukuh Banyumanik, Giyanto.
Ia menjelaskan, setiap kali membeli air tangki dengan kapasitas 5000 liter, warga harus mengeluarkan uang sekitar Rp 100.0000. Satu tangki air bersih ini digunakan selama beberapa hari saja. Tergantung dengan pemakaian dan jumlah keluarga di masing-masing rumah.
Ia sendiri selama beberapa bulan kemarau ini sudah menghabiskan air sebanyak 10 tangki. Sedangkan untuk warganya yang terdiri dari 186 KK ini kebutuhannya berbeda-beda. Selain digunakan untuk mandi, mencuci, air juga digunakan untuk kebutuhan ternak mereka.
Warga setempat sebenarnya telah berupaya untuk mengentaskan permasalahan air yang terjadi setiap tahun ini, misalnya saja dengan 3 kali melakukan pengeboran untuk dibuat sumur bor. Akan tetapi upaya tersebut tidak membuahkan hasil, sumur yang telah digali hingga bermeter-meter tersebut tidak mengeluarkan air.
“Kalau untuk sumur bor ini tidak keluar airnya. Setelah dicek ternyata memang tidak ada sumber air bawah tanahnya,” ucap dia.
Sementara itu, Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul, Subarno mengatakan data warga terdampak kekeringan sudah mulai masuk. Update terakhir ada total ada 12.299 jiwa di Kabupaten Gunungkidul terdampak kekeringan, mereka tersebar di Kapanewon Saptosari, Ponjong, Semanu, Purwosari, dan Gedangsari. jumlah warga terdampak kekeringan sendiri masih bisa bertambah di puncak kemarau hingga akhir musim kemarau.
Adapun penanganan dari pemerintah Kabupaten Gunungkidul melalui program droping air telah dilakukan oleh pemerintah. Saat ini BPBD telah menyalurkan sekitar 44 tangki air bersih ke warga terdampak kekeringan.
“Selain dari BPBD, ada 11 kapanewon yang mengelola anggaran untuk droping air,” ujar Subarno.
-
Uncategorized6 hari yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized1 minggu yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya5 hari yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized5 hari yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Sosial7 hari yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized6 hari yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Uncategorized6 hari yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized4 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
event4 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Pemerintahan3 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
-
Uncategorized2 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Uncategorized4 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
