fbpx
Connect with us

Pendidikan

Edukasi Geopark Gunungsewu Dianggap Penting, Pemerintah Mulai Memberikan Pengetahuan Dasar Kepada Siswa SD Hingga SMA

Diterbitkan

pada tanggal

Wonosari,(pidjar.com)–Edukasi mengenai potensi Gunungkidul yang cukup melimpah terus diberikan kepada masyarakat luas agar nantinya diharapkan bisa ikut berperan. Salah satunya pengetahuan mengenai kawasan Geopark Gunung Sewu. Beberapa waktu lalu, Dinas Pariwisata dan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga berencana memberikan edukasi kepada siswa dengan tujuan mampu ikut aktif dalam pelestariannya.

Gagasan tersebut di tahun 2019 nyatanya mulai terealisasi dengan baik. Meski baru dirintis namun dari dinas pendidikan dan guru sudah mulai aktif dalam memberikan pengetahuan atas Geopark yang menjadi potensi luar biasa bumi handayani. Bahkan telah mendapatkan pengakuan dari Unesco sejak beberapa tahun lalu.

Lantaran dianggap penting, sosialisasi Geopark Gunungsewu mulai menyasar ke pelajar. Sedikit demi sedikit pengetahuan dasar mulai diberikan ke pelajar dari tingkat SD hingga ke tingkat SMK/SMA. Guru pun mulai aktif memberikan pemahaman kepada para siswanya .

“Sosialisai ke sekolah-sekolah sudah berjalan sejak beberapa waktu terakhir, anjuran mengenalkan potensi Geosite pasti ada,” terang Bahron Rosyid, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Gunungkidul.

Adapun setelah ditetapkannya Gunungsewu sebagai anggota Global Geoparks Network kedua di Indonesia dan telah dilakukannya validasi, pemerintah didorong untuk lebih berperan nyata untuk memberikan edukasi dan melestarikan potensi yang dimiliki. Kemudian juga mengeduksi semua kalangan agar nantinya dapat ikut andil baik pelestarian, pengembangan hingga pembangunan berkelanjutan dengan inovasi tanpa mengubah tatanan yang ada.

Berita Lainnya  Kebijakan Penambahan Kuota Jalur Prestasi Hingga 3 Kali Lipat, Bagaimana Peluangnya Untuk Langsung Diterapkan di Daerah?

“Dalam penerapan anjuran ini ternyata antusias guru sudah cukup baik. Ada yang telah menulis buku 1 bab membahas Geopark Gunungsewu yang menjadi potensi atau kekayaan Gunungkidul,” imbuh dia.

Diharapkan dengan adanya satu guru yang aktif hingga membuat buku dapat mendorong guru-guru lain agar aktif dalam memberikan edukasi mengenai Geopark Gunungsewu.

“Buku itu untuk jurusan IPS yang duduk di kelas 3. Mudah-mudahan yang lain menyusul,” paparnya.

Nantinya jika program berjalan dengan baik dan semua telah menerapkan edukasi ini, Dinas Pendidikan Pemuda dan Oahraga akan melakukan evaluasi. Langkah ini diambil sebagai penyetaraan kualitas pendidikan, untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan sehingga diterapkan kebijakan sebagai pemecah permasalahan yang ada.

Berita Lainnya  Maksimalkan Sistem Zonasi, Kuota untuk Anak Guru Dihapuskan

Diketahui, selain sosialisasi melalui pembelajaran bahkan terdapat Sekolah Menengah Atas yang memiliki koleksi batuan dengan ciri khusus dan memberikan pemahaman pada siswanya mengenai Geopark melalui perpustakaan dengan adanya Geopark Corner.

Sebagaimana diketahui, Geopark Gunung Sewu sendiri memiliki luas 1.802 km, membentang di 3 kawasan takni Gunungkidul, Wonogiri dan Pacitan. Untuk Gunungkidul sendiri terdapat 13 lokasi, kemudian 7 lokasi di Wonogiri dan 13 lainnya di Kabupaten Pacitan. Gunungkidul terus aktif mempertahankan status yang dimiliki. Beberapa terobosan pelestarian terus dilakukan salah satunya dengan memasukan pengetahuan dalam program pembelajaran.

 

Iklan
Klik untuk Komentar
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler