fbpx
Connect with us

Sosial

Galang Dana Hasilkan Puluhan Juta, Suranto Bagi-bagikan Untuk Anak Yatim

Published

on

Gedangsari,(pidjar.com)–Momentum Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-76 tahun menjadi momentum bagi sejumlah kelompok masyarakat hingga partai politik untuk menginisiasi gerakan berbagi. Upaya ini merupakan gerakan akar rumput untuk saling bantu meringankan beban warga lainnya khususnya yang terdampak PPKM yang belum jelas kapan berakhir. Adapula kelompok masyarakat yang berbagi dengan tujuan munajad agar pandemi segera berakhir.

Salah satunya yang dilakukan oleh warga Ngipik, Kalurahan Tegalrejo, Kapanewon Gedangsari, Suranto. Pria ini beberapa pekan terakhir membuat gerakan Tolak Bala Penyakit dengan Bersedekah. Gerakan ini ia galakkan sebagai upaya penolakan terhadap bala penyakit yang kini tengah merudung Indonesia.

“Seperti yang diketahui, pandemi ini tidak hanya berdampak pada kesehatan saja, tapi yang sangat terbentur juga soal ekonomi,” kata Suranto kepada pidjar.com, Jumat (20/08/2021).

Ia menambahkan, gerakannya tersebut rupanya bersambut dengan baik dan mendapatkan dukungan dari khalayak. Bermodalkan pesan berantai yang ia sebarkan kepada rekan dan kerabatnya, sejumlah dana bisa ia galang untuk gerakan ini. Puluhan juta berhasil diraup dari Gerakan Tolak Bala Penyakit Dengan Bersedekah ini.

“Ini sudah kami laksanakan selama empat pekan, satu pekannya bisa terkumpul sampai Rp. 13 juta,” ucap Suranto.

Uang yang terkumpul lantas ia salurkan kepada anak yatim di sekitar tempat tinggalnya yang membutuhkan. Sedikitnya ada 65 anak yatim sudah merasakan manfaat dari gerakannya.

“Ternyata masyarakat yang mampu ini memiliki antusiasme untuk bersedekah, yang akhirnya kami salurkan kepada 65 anak yatim,” jelasnya.

Hal serupa juga dilakukan Forum Peduli Gunungkidul (FPG) yang kembali membagikan nasi kotak di jalanan. Koordinator FPG, Fajar Risdiyanta mengaku cukup prihatin dengan kebijakan pemerintah pusat lantaran sebulan lebih menerapkan PPKM baik darurat maupun level yang membuat rakyat kelabakan dalam mencari nafkah. Untuk itu, ia bersama komunitasnya menyiapkan ratusan nasi kotak yang kemudian dibagikan kepada sejumlah pedagang kaki lima, ojek online hingga awak angkutan umum yang berada di Siyono hingga Terminal Dhaksinarga Wonosari tepat saat momen 17 Agustus 2021 lalu.

“Bantuan ini memang tidak seberapa, tapi harapan kami bisa menginspirasi para pemangku kepentingan untuk juga memberikan solusi kepada warga yang terdampak,” ujar Fajar.

Fajar menambahkan, bagi-bagi ini juga untuk bahu membahu sesama warga khususnya warga yang terdampak PPKM. Mengingat saat ini belum ada kepastian kapan PPKM akan usai.

“Memang betul PPKM bisa mengurangi angka positif tapi dampak sosial ekonominya juga sangat luas,” jelas dia.

Penyerahan bantuan sembako dari PKS

Gerakan berbagi juga dilakukan Partai Keadilan Sejahtera. Sebanyak 100 paket berisi sembako dibagikan kepada masyarakat Gunungkidul. Pembagian paket sembako ini merupakan bagian dari program nasional 1,7 juta paket sembako yang dilaunching oleh Ketua Majelis Syura, Dr Salim bersamaan peringatan HUT RI.

Ketua Fraksi PKS DPRD DIY, Imam Taufiq mengatakan, program 1,7 Juta Paket Sembako merupakan arahan Ketua Majelis Syuro PKS. Paket sembako ini diberikan kepada warga Gunungkidul terdampak Pandemi Covid 19. Ada dari ojek online dan pedagang kaki lima yang menjadi sasaran bantuan.

“Harapannya sedikit yang kami berikan ini bermanfaat,” ujarnya.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler