Sosial
Apresiasi Dari Perwakilan Kedubes Australia Kepada PN Wonosari
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Pengadilan Negeri Wonosari Kelas II yang menjadi satu-satunya pengadilan di Daerah Istimewa Yogyakarta yang menerapkan prinsip aksesibilitas bagi difabel mendapatkan kehormatan luar biasa. Pada Jumat (28/02/2020) pagi tadi, perwakilan Kedutaan Besar (Kedubes) Australia untuk Indonesia, Allaster Cox bahkan sampai langsung melakukan kunjungan ke PN Wonosari.
Allaster Cox yang menjabat sebagai Kuasa Usaha Kedubes Australia untuk Indonesia mengaku sangat terkesan dengan fasilitas yang ada di PN Wonosari. Menurutnya kunjungan ini sebagai upaya memastikan prinsip inklusivitas PN Wonosari yang berkaitan dengan layanan hukum bagi difabel.
“Inklusivitas ini jadi hal yang sangat penting karena semua warga, termasuk difabel layak mendapatkan layanan hukum yang setara,” ucap Allaster seusai kunjungan.
Dengan adanya fasilitas semacam ini, penyandang disabilitas di Gunungkidul saat ini telah diberi kenyamanan dalam mendapatkan hak-hak kehakiman. Menurutnya, fasilias secara fisik maupun prosudur di PN Wonosari sudah mumpuni untuk penyandang difabel.
“Kami sangat senang dengan kerjasama antara tim teknis kami, nasihat kami yang dipertimbangkan oleh tim PN Wonosari dalam membuat fasilitas bagi difabel,” imbuh dia.

Sementara itu, Kepala PN Wonosari Eman Sulaeman memaparkan bahwa prinsip inklusivitas bagi warga disabilitas tersebut membuat PN lain di DIY tertarik menerapkan model serupa. Tak hanya secara fisik, penerapan aksesibilitas bagi difabel juga dibuat dalam bentuk Standar Operasional Prosedur (SOP) yang sudah berjalan mulai 2014.
“Hakim-hakim PN Wonosari pun sudah memahami bagaimana teknik persidangan yang tepat bagi difabel yang sedang berhadapan dengan hukum,” jelas Eman.
Hingga 2019 lalu, PN Wonosari telah menangani 6 kasus yang melibatkan penyandang disabilitas. Kasus-kasus yang ditangani tersebut diantaranya ada yang merupakan perdata maupun pidana.
“Kami menjamin difabel wajib mendapatkan perlakuan yang adil di hadapan hukum,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu penyandang difabel, Nurul Andriyani mengaku sudah cukup puas dengan aksesibilitas dan layanan yang diberikan oleh PN Wonosari. Namun begitu, ia menyoroti penerapan SOP bagi seluruh staf dan hakim di PN Wonosari. Mengingat saat ini, belum ada aturan mengikat mengenai pelayanan bagi warga disabilitas.
“Kami berharap infrastruktur untuk disabilitas bisa lebih ditingkatkan lagi. Seperti menambah pagar penuntun bagi penyandang disabilitas dengan tongkat maupun yang lainnya,” tandasnya.
-
Uncategorized1 minggu yang laluMantan Kepala Benarkan Alat-alat Musik Studio SKB Gunungkidul Berada di Rumahnya, Sebut Untuk Kursus Musisi Muda Kawasan Selatan
-
Uncategorized7 hari yang laluTak Berhasil Saat Diminta Perbaiki Listrik, Dimas Dikeroyok Secara Brutal, Dari Diinjak Hingga Dihantam Senter
-
Sosial3 minggu yang laluKisruh Tunggakan Capai 85 Juta Dalam Dua Tahun Terakhir, Penyetoran Pembayaran PBB-P2 di Kalurahan Sawahan “Bocor”?
-
Uncategorized3 minggu yang laluSuhu Terendah di Gunungkidul Capai 19 Celcius
-
Uncategorized2 minggu yang laluStudio Musik dan Rekaman SKB Gunungkidul Kini Lumpuh Total Gegara Alat Hingga Sound Dibawa Pulang Mantan Pejabat
-
Uncategorized2 minggu yang laluTragis, Wanita Muda Ditemukan Gantung Diri di Kamarnya
-
Pemerintahan2 minggu yang laluProyek Pengeboran Bekah Gagal Total Karena Salah Anilisis, PDAM Tirta Handayani Diminta Gandeng Akademisi
-
Uncategorized2 minggu yang laluDua Kasus Gantung Diri Terjadi dalam Sehari di Gunungkidul, Lansia Pria dan Perempuan Ditemukan Meninggal
-
Uncategorized5 hari yang laluLaka Beruntun Maut 4 Kendaraan di Selang, Seorang Remaja Tewas
-
Uncategorized3 minggu yang laluPemuda 22 Tahun Ditemukan Gantung diri di Dapur Rumah
-
Peristiwa3 minggu yang laluTragis, Lansia di Candirejo Ditemukan Meninggal Terbakar
-
Kriminal4 minggu yang laluPenipuan Program Koperasi Desa Merah Putih Terbongkar, Pelaku Minta Uang hingga Rp80 Juta ke Kalurahan
