Uncategorized
Gegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
Playen,(pidjar.com)– Persoalan uang kembalian Rp1.000 di sebuah warung Bakmi Jawa di Kalurahan Gading, Kapanewon Playen, Gunungkidul, berujung pada dugaan bentakan terhadap seorang pelayan warung berinisial YL.
Kejadian tersebut mencuat setelah suami YL mengunggah cerita melalui Facebook di grup Info Seputar Gunungkidul, Jumat (14/8/2026) siang.
YL saat dikonfirmasi menceritakan secara langsung kronologi kejadian yang dialaminya pada Kamis (13/8/2026) malam.
Menurut YL, seorang pelanggan datang makan ke warung tempat dirinya bekerja. Belakangan, pelanggan tersebut diketahui merupakan salah satu anggota DPRD Kabupaten Gunungkidul.
“Kejadiannya Kamis malam. Waktu itu kakak saya yang punya warung sedang tidak ada di tempat,” kata YL.
YL menjelaskan, pelanggan tersebut seharusnya menerima uang kembalian sebesar Rp8.000. Namun, karena tidak tersedia pecahan Rp1.000, dirinya memberikan sebagian uang kembalian menggunakan dua keping uang logam Rp500.
“Kembaliannya Rp8.000. Karena tidak ada uang seribuan, saya kasih dua koin Rp500,” ujarnya.
Menurut YL, persoalan kemudian memanas. Ia mengaku sebenarnya berusaha menyelesaikan persoalan tersebut dengan mengganti dua keping uang logam itu menggunakan uang kertas pecahan Rp2.000.
“Saya sebenarnya mau mengganti dengan uang Rp2.000. Tapi sebelum uang itu saya kasih, beliau langsung marah dan membentak saya,” ungkapnya.
YL bahkan mengaku masih mengingat perkataan yang disampaikan pelanggan tersebut.
“Beliau bilang, “menengo, cangkemu iso meneng ora?’” tutur YL.
Ucapan tersebut, kata YL, membuat dirinya merasa tersinggung. Meski demikian, ia memilih menahan diri karena saat kejadian terdapat sejumlah pelanggan lain di warung.
“Saya diam karena beliau orang tua. Selain itu ada beberapa pelanggan yang sedang makan,” katanya.
YL juga mengaku dirinya saat itu belum mengetahui bahwa pelanggan tersebut merupakan anggota DPRD. Ia bukan warga asli Gunungkidul sehingga tidak mengenali sosok tersebut.
“Saya tidak tahu kalau beliau anggota DPRD. Saya baru tahu setelah itu,” jelasnya.
Menurut YL, setelah kejadian tersebut dirinya merasa kecewa. Ia menilai persoalan uang kembalian yang sebenarnya bisa diselesaikan dengan komunikasi baik justru berkembang menjadi persoalan yang membuat dirinya merasa direndahkan.
“Masalahnya sebenarnya cuma uang seribuan. Saya juga sudah mau mengganti dengan uang Rp2.000,” katanya.
YL juga menyebut kejadian tersebut bukan pertama kalinya dirinya merasa mendapat perlakuan kurang menyenangkan dari pelanggan yang sama.
“Sebelumnya juga pernah beberapa kali mengkritik masakan. Tapi cara menyampaikannya menurut saya kurang enak, apalagi di depan pelanggan lain,” ungkapnya.
YL berharap kejadian tersebut menjadi pelajaran bagi siapa pun, terutama mereka yang mendapatkan amanah sebagai wakil rakyat.
“Kami ini wong cilik. Bukan berarti karena kami kecil kemudian bisa diinjak-injak,” tegas YL.
Ia menambahkan, seorang wakil rakyat menurutnya seharusnya mampu memberikan contoh dalam menghormati masyarakat dari berbagai lapisan.
“Kalian di atas karena kami berada di bawah. Jadi kami juga ingin dihargai sebagai manusia,” pungkasnya.
-
Uncategorized1 hari yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized5 hari yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Uncategorized3 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Sosial2 hari yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
event3 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Uncategorized3 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Uncategorized20 jam yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Sosial3 minggu yang laluProfil AKBP Rosana, Kapolres Gunungkidul yang Pernah Ungkap Kasus 1 Ton Sabu
-
Uncategorized24 jam yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Pemerintahan2 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
-
Pariwisata3 minggu yang laluOnsen Resort Kaliurang, Tawarkan Pengalaman Menginap Bernuansa Jepang di Lereng Merapi
-
Uncategorized1 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
