Sosial
Geliat GRS Tangani Pandemi, Sempat Temukan Pasien Positif Tidur di Kandang Sapi
Playen, (pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Selain peran tenaga medis, keterlibatan masyarakat dalam mengatasi penularan covid19 sangatlah penting. Idealnya, tiap-tiap kalurahan memiliki kelompok kebencanaan guna mengatasi hal tak terduga. Salah satunya adalah manakala pandemi covid19 seperti yang saat ini terjadi. Salah satu yang Gading Rescue Squad.
Salah satu yang saat ini aktif dalam kegiatan semacam ini adalah Gading Rescue Squad (GRS). GRS sendiri telah berdiri sejak tahun 2017 silam. Pada awalnya, komunitas ini disiagakan untuk melakukan mitigasi serta penanganan ketika terjadi sebuah bencana. Seperti tahun 2017 silam saat terjadinya badai siklon tropis cempaka yang menyebabkan berbagai kerusakan di wilayah Gunungkidul, GRS aktif dalam penanganan bencana tersebut.
“Awalnya terbentuk itu diinisiasi oleh 6 orang. Kebetulan banyak personil yang mempunyai latar belakang di penanganan kebencanaan,” Koordinator Lapangan GRS, Suwasono kepada pidjar-com-525357.hostingersite.com, Rabu (07/07/2021) siang.
Saat pandemi covid19, GRS menurut Suwasono juga tetap melakukan kerja kemanusiaan ini. Bekerja sama dengan Pemerintah Kalurahan Gading serta Puskesmas, organisasi yang dikelolanya ini banyak memberikan penanganan kepada para pasien covid19 serta pemakaman covid19. Awalnya, GRS fokus di Kalurahan Gading, namun kini banyak kalurahan lain yang kerap meminta bantuannya.
“Kalau untuk penanganan covid19, ada dua jenis pelayanan yang kami berikan. Pertama, pemantauan terhadap pasien yang sedang isoman. Kedua, pemakaman jenazah covid19,” sambungnya.


Ketika melakukan pemantauan pasien covid19 yang melakukan isolasi mandiri, GRS juga memperhatikan kebutuhan dasar pasien serta memantau perkembangan kesehatan. Selain itu, GRS tidak mengucilkan pasien covid19 yang sedang isoman. Cara ini diklaim dapat meningkatkan kesembuhan pasien covid19 di wilayahnya. Menurut data, saat ini di Kalurahan Gading terdapat 5 pasien yang sudah akan menyelesaikan isoman.
Suwasono menuturkan, pihaknya tak lelah untuk memberikan edukasi kepada masyarakat berkaitan dengan penyakit ini. Hal ini lantaran ada banyak masyarakat yang tidak mengetahui prosedur maupun penanganan terhadap pasien positif. Di sejumlah tempat, ia sempat menemukan adanya warga yang memilih tidur di kandang maupun dapur karena ketakutan menulari anggota keluarga lainnya. Untuk pasien positif yang isoman dan dalam hal ini tanpa ada gejala, menurutnya bisa melakukan aktifitas seperti biasa. Hanya saja memang tidak diperkenankan untuk melakukan interaksi dekat dengan orang lain.
“Justru jangan mengurung diri di ruangan dengan sirkulasi udara yang terbatas. Tetap boleh beraktifitas seperti duduh, ngarit atau bercocok tanam,” papar dia.
“Pasien yang terpapar covid19 dan sedang isoman itu sudah menanggung beban psikis. Jangan sampai ada perilaku yang justru akan menambah stres pasien,” sambungnya.
Dalam hal pemakaman pasien covid19, pihaknya turut memberikan edukasi tentang protokol pemakaman pasien covid19 kepada relawan di kalurahan lainnya. Menurutnya, terdapat beberapa Kalurahan yang belum memiliki tim relawan serta minimnya pengetahuan tentang pemakaman pasien covid19.
“Seperti di Kalurahan Logandeng yang awalnya takut untuk melakukan pemakaman pasien covid19. Setelah kami beri edukasi serta pelatihan, sekarang di sana sudah berani,” jelasnya.
Sebagai tim relawan, tiap harinya GRS selalu siaga 24 jam apabila sewaktu-waktu dibutuhkan. Selama bulan Juni 2021 lalu, GRS telah memakamkan 9 jenazah dengan protokol kesehatan.
“Sekecil apapun yang bisa kami lakukan, itu atas dasar rasa kemanusiaan. Semoga dapat membantu pemerintah serta Satgas penanganan covid19 Gunungkidul,” pungkasnya. (Roni)
-
Pemerintahan3 minggu yang laluPembangunan TPAS Wukirsari Akan Dimulai Awal 2027, Direncanakan Bisa Produksi Bahan Bakar Alternatif
-
Uncategorized3 minggu yang laluGeger Pagi di Ponjong, Perempuan Muda Ditemukan Gantung Diri di Pohon Coklat
-
Peristiwa3 minggu yang laluJenazah Korban Gantung Diri Diotopsi, Kemungkinan Korban Pembunuhan?
-
Peristiwa3 minggu yang laluTragedi Jelang Keberangkatan Umrah, 54 Paspor Jamaah Hangus Akibat Kebakaran Kantor Travel
-
Uncategorized3 minggu yang laluNikung Terlalu Melebar, Mahasiswi Tewas Usai Hantam Motor
-
Uncategorized2 minggu yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized4 minggu yang laluDelapan Dapur SPPG di Gunungkidul Tak Kunjung Beroperasi, Dari Persoalan IPAL Hingga Izin BGN
-
Uncategorized4 minggu yang laluPilur Kelor Memanas, Lurah Petahana Dituding Curi Start Numpang Program
-
Uncategorized2 minggu yang laluKDMP Karangrejek Panen Lele 4,9 Ton, Capaian Tertinggi di Indonesia
-
Uncategorized2 minggu yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
-
Uncategorized3 minggu yang lalu83 Tukik Dilepas ke Laut, Bupati Gunungkidul Ajak Masyarakat Jaga Kelestarian Penyu
-
Uncategorized2 minggu yang laluLurah di Gunungkidul Kompak Enggan Teken Berita Acara Serah Terima Aset KDMP, Ada Apa?
