fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Evaluasi PPKM, Masih Ditemukan Pelanggaran dan Lampu Alun-alun Wonosari Akan Dimatikan

Published

on

Wonosari, (pidjar.com)–Bupati Gunungkidul, Sunaryanta melakukan evaluasi atas pelaksanaan PPKM Darurat yang telah diberlakukan sejak tiga hari terakhir di Gunungkidul. Evaluasi tersebut dilaporkan secara virtual kepada Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan pada Selasa (06/07/2021) siang kemarin. Sejumlah upaya terus dilakukan Pemkab Gunungkidul untuk terus menyukseskan pelaksanaan PPKM di Gunungkidul. Yang terbaru, Pemkab Gunungkidul memutuskan akan mematikan lampu di kawasan Alun-alun Wonosari.

Hasil dari penerapan PPKM Darurat dalam tiga hari terkahir mulai terlihat, khususnya pada mobilitas masyarakat serta angka pasien konfirmasi harian.

Setelah memantau beberapa lokasi, menurut Sunaryanta, mobilitas masyarakat saat ini jauh berkurang dibandingkan sebelum PPKM Darurat. Hal ini menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat dalam mematuhi Instruksi Bupati terkait penerapan PPKM Darurat.

“Terdapat penurunan sekitar 16% dari mobilitas masyarakat, sedangkan kasus baru sempat turun 50% daripada hari sebelumnya. Semoga bisa terus kita genjot,” terangnya.

Meski demikian, Bupati juga memberikan catatan bahwa masih terdapat sebagian kecil masyarakat serta beberapa tempat keramaian yang belum mematuhi aturan PPKM Darurat. Seperti ditemuinya warga yang tidak memakai masker saat beraktifitas, serta tempat makan maupun pedagang kaki lima yang tidak memperhatikan jam operasional saat PPKM Darurat.

“Warga perlu saling mengingatkan dalam penerapan protokol kesehatan saat beraktifitas. Sebab dinamika kasus covid19 di Gunungkidul masih terjadi,” sambungnya.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul akan mematikan lampu di Alun-alun Wonosari mulai Selasa (06/07/2021). Langkah ini diambil guna mengurangi potensi kerumunan warga selama PPKM Darurat.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gunungkidul, Drajad Ruswandono menuturkan, mematikan lampu di Alun-alun dilakukan atas berbagai pertimbangan. Kawasan Alun-alun yang berada di pusat kota memang berpotensi sering digunakan area kumpul-kumpul berbagai lapisan masyarakat. Sehingga diharapkan dengan mematikan lampu tersebut, potensi kerumunan bisa diminimalisir. Namun bagi kantor, pasar, dan wilayah rawan lainnya, lampu tetap akan dinyalakan guna mengantisipasi tindak kejahatan.

“Mulai Selasa (lampu) kita matikan,” papar Drajad.

Merujuk pada laporan Dinas Kesehatan Gunungkidul, angka kesembuhan pasien covid19 dalam dua hari terakhir mengalami kenaikan. Pada Senin (05/07/2021) tercatat 117 pasien sembuh, kemudian Selasa (06/07/2021) tercatat naik 218 pasien sembuh. Meskipun demikian, menurut Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty, angka kesembuhan tersebut masih rendah, mengingat presentase akumulasi kesembuhan di Gunungkidulsebesar 59,25%. (Roni)

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler