fbpx
Connect with us

Kriminal

Geram Curanmor Marak di Gunungkidul, Kasat Reskrim Ancam Tembak Pelaku

Diterbitkan

pada tanggal

Wonosari,(pidjar.com)–Dalam beberapa waktu terakhir, para pelaku pencurian kendaraan bermotor mengobrak-abrik Gunungkidul. Sejumlah warga di berbagai wilayah harus kehilangan sepeda motornya. Hal ini tentunya membuat gerah jajaran Sat Reskrim Polres Gunungkidul. Polisi saat ini akan fokus dalam pengungkapan kasus-kasus curanmor yang terjadi di Gunungkidul. Polisi bahkan mengancam akan mengambil langkah tegas, termasuk diantaranya tembak di tempat kepada para pelaku curanmor yang masih nekat meresahkan warga Gunungkidul.

Dari beberapa kasus yang telah berhasil diungkap, polisi menyebut bahwa tindakan kriminalitas tersebut dilatarbelakangi karena adanya kesempatan dan kelalaian korban dalam mengamankan kendaraannya. Untuk itu, diharapkan masyarakat bisa lebih waspada agar ke depan tidak menjadi korban kejahatan.

Kasat Reskrim Polres Gunungkidul, AKP Anak Agung Dwipayana mengakui bahwa sejak beberapa waktu terakhir ini, kasus pencurian sepeda motor di Gunungkidul memang mengalami lonjakan kasus. Menurut Anak Agung, maraknya kasus pencurian sepeda motor di Gunungkidul terjadi karena kelalaian pemilik kendaraan.

“Sementara yang meningkat saat ini kan curanmor (pencurian sepeda motor), jadi kita fokus untuk pengungkapan curanmor,” ujar Kasat Reskrim ketika dihubungi pidjar.com, Jumat (16/08/2019).

Ia memberikan contoh,kelalaian yang dimaksud adalah pemilik kendaraan atau korban kerap kali memarkirkan kendaraanya di lokasi yang jauh dari pandangan. Tak hanya itu, para korban juga diketahui tidak mengkunci ganda kendaraannya.

Berita Lainnya  Diwarnai Aksi Kejar-kejaran, 6 Penjudi Dibekuk Polisi

“Peluang tersebut dimanfaatkan oleh pencuri untuk mengambil kendaraan mereka. Rata-rata kasus di Gunungkidul seperti itu,” terang dia.

Anak Agung menjelaskan, untuk para pelaku yang berhasil diringkus sendiri mayoritas merupakan warga Gunungkidul. Pihaknya pun menduga sejumlah kasus yang masih belum terungkap para pelakunya masih dalam lingkup Gunungkidul.

“Belum ada indikasi dari luar kota, sementara pelaku berasal dari daerah kita sendiri,” ungkapnya.

Disinggung mengenai tingkatan pelaku, Kasat Reskrim belum bisa menjelaskan lebih lanjut apakah mereka tergolong dalam pelaku profesional maupun amatir. Pun demikian ketika disinggung mengenai cara kerja para pelaku.

“Kalau hal ini belum bisa kita datakan dan analisa karena masih ada beberapa kejadian yang baru terungkap. Di mana masih dikategorikan karena ada kesempatan saja pencurian ini bisa terjadi,” beber dia.

Meski memiliki segudang tumpukan pekerjaan rumah, namun jajaran Satreskrim Polres Gunungkidul berkomitmen untuk menangani kasus pencurian sepeda motor ini dengan tuntas. Pihaknya berpedoman bahwa setiap tindakan kriminalitas yang terjadi selalu meninggalkan jejak yang tentunya akan diusut hingga nantinya semua kasus dapat terungkap.

Berita Lainnya  Bobol Toko Kelontong, Pencuri Angkut Uang Tunai dan Rokok Senilai Ratusan Juta

“Kita tidak bisa bekerja sendiri, peran dari masyarakat tentunya sangat kami harapkan. Sekecil apapun jika ada hal mencurigakan dapat disampaikan kepada kami, akan kami tindak lanjuti,” imbuh Anak Agung.

Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak akan segan-segan terhadap para pelaku kejahatan. Bahkan upaya tembak ditempat pun bisa dilakukan jika nantinya para pelaku melakukan hal yang membahayakan petugas atau berusaha melarikan diri saat ditangkap. Dengan langkah-langkah tegas yang dilakukan tersebut, diharapkan akan memberikan efek jera kepada pelaku agar tidak beraksi di Gunungkidul.

“Tentu ada tahapan-tahapan dalam SOP yang dipenuhi. Tidak menutup kemungkinan nantinya jika para pelaku melawan atau membahayakan petugas upaya tembak ditempat dapat saja dilakukan,” terangnya.

Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler