fbpx
Connect with us

Kriminal

Ditinggal Sholat, Motor Milik Pejabat Dinas Kebudayaan Digondol Maling

Diterbitkan

pada tanggal

Playen, (pidjar.com)–Kawanan bandit pencuri sepeda motor nampaknya semakin gencar melancarkan aksinya di Gunungkidul. Dalam beberapa waktu terakhir, sejumlah warga menjadi korban kejahatan. Terakhir pada Jumat (16/08/2019) kemarin, seorang pejabat di lingkungan Pemkab Gunungkidul menjadi korban kejahatan ini.

Agus Mantara warga Padukuhan Siyono Wetan, Desa Logandeng, Kecamatan Playen harus kehilangan sepeda motor dengan jenis Vario dengan nomor polisi AB 3751 OW miliknya. Saat kejadian pada Jumat malam, korban tengah melaksanakan sholat di Masjid Al Mubarok Logandeng.

Diceritakan pria yang menjabat sebagai Kepala Bidang Pelestarian Warisan dan Nilai Budaya, Dinas Kebudayaan Kabupaten Gunungkidul itu, kejadian ini bermula ketika ia menuju ke Masjid Al Mubarok yang terletak tak jauh dari kediamannya. Pada kesempatan ini, ia hendak melaksanakan ibadah Sholat Maghrib secara berjamaah di Masjid tersebut.

Agus sendiri datang menggunakan sepeda motor Honda Vario berwarna merah miliknya. Segera setelah sampai di Masjid, ia kemudian meninggalkan sepeda motor tersebut di area parkir dan masuk ke dalam Masjid.

Berita Lainnya  Jaringan Peredaran Pil Koplo di Kecamatan Panggang Dibongkar Polisi, Empat Pemuda Diamankan

“Saya tinggal sholat dan ternyata kunci lupa saya cabut,” ujar Agus Mantara, Sabtu (17/08/2019) siang.

Saat kejadian, Masjid yang berada di pinggir Jalan Kyai Legi tersebut terhitung ramai oleh jamaah. Kendaraan yang terparkir di halaman masjid pun tak hanya milik Agus. Namun apes, maling dengan mudah membawa lari sepeda motor milik Ketua Karang Taruna Kabupaten Gunungkidul tersebut.

“Saat saya hendak pulang, motor saya sudah tidak ada,” imbuh Agus.

Terpisah ketika dikonfirmasi, Kapolsek Playen, AKP Jusuf Tianotak menjelaskan, begitu mendapatkan informasi kaitannya dengan curanmor di Padukuhan Siyono Wetan, anggotanya langsung melakukan olah TKP. Saat ini, pihaknya tengah mengumpulkan bukti-bukti guna mengidentifikasi pelaku kejahatan.

“Masih terus kita lakukan penyelidikan oleh anggota Unit Reskrim Polsek Playen,” beber Jusuf.

Terkait dengan kejadian ini, ia terus mengimbau kepada masyarakat agar selalu waspada. Saat ini, pelaku kejahatan terus mengintai dan memanfaatkan kesempatan sekecil apapun untuk melancarkan aksinya.

Berita Lainnya  Kasus Foto Syur Gadis Belia, Korban Diperas Sebelum Fotonya Disebar

“Kejahatan itu kan selalu karena niat dan kesempatan, apalagi saat ini Gunungkidul sedang darurat curanmor, jangan teledor menaruh kunci di sepeda motor,” tandas Kapolsek.

Terlebih, menurutnya saat kendaraan ditinggal beribadah harus lebih dicermati. Karena para pelaku pencurian akan melihat celah.

“Orang beribadah sudah pasti khusyuk, untuk itu kami selalu imbau kepada masyarakat agar jangan sampai meninggalkan kunci dan menempel di sepeda motor ketika ditinggal beribadah,” ujarnya.

Dengan status Kabupaten Gunungkidul yang sudah di level waspada curanmor pihaknya menggiatkan patroli di lokasi-lokasi Kecamatan Playen yang dianggap rawan. Hal tersebut nantinya diharapkan akan mampu meminimalisir kejahatan curanmor.

“Anggota kami setiap piket pasti selalu melakukan patroli, terlebih Babinkamtibmas selalu melekat di desa-desa tapi kami juga harap masyarakat jangan lengah jangan memberikan kesempatan untuk para pencuri ini,” pungkasnya.

Iklan
Klik untuk Komentar
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler