fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Gunungkidul Masih Terus Datangkan Ikan Dari Luar Daerah, Kinerja DKP Dipertanyakan Dewan

Diterbitkan

pada

Wonosari,(pidjar.com)–Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Gunungkidul mempertanyakan kinerja Pemkab Gunungkidul di bidang perikanan. Pasalnya, meski dikarunia dengan potensi alam yang besar, hingga saat ini perikanan di Gunungkidul masih kurang berkembang.

Anggota Komisi B DPRD Gunungkidul, Tri Iwan Isbumaryani menuturkan, belum maksimalnya kinerja Pemkab Gunungkidul dalam hal ini Dinas Perikanan dan Kelautan Gunungkidul terlihat dari kemampuan para produsen dalam melayani permintaan dari restoran-restoran sea food di Gunungkidul. Rata-rata, saat ini restoran Sea Food ataupun restoran ikan bakar banyak mendatangkan bahan baku dari luar daerah. Hal ini menurut Iwan sangat tidak produktif mengingat apabila dikembangkan dengan baik, maka nantinya bisa menjadi sumber pendapatan bagi warga lokal.

“Saya banyak mendapatkan laporan bahwa para pengusaha kuliner harus mengambil bahan baku dari luar daerah karena memang tidak tersedia di sini,” tandas Tri Iwan, Jumat (11/05/2018) siang.

Ia menegaskan bahwa hal semacam ini perlu mendapatkan perhatian yang serius, pasalnya, dengan semakin boomingnya pariwisata Gunungkidul, industri kuliner tentunya juga akan mengalami perkembangan yang pesat. Jika dimanfaatkan dengan baik, maka nantinya akan bisa sangat berguna bagi masyarakat.

Berita Lainnya  Siapkan Anggaran Puluhan Miliar Tahun 2019 Mendatang, Sejumlah Ruas Jalan Ini Dapat Prioritas Perbaikan

“Pemenuhan ikan atau yang lainnya dari lautan perlu diperhatikan, sekarang wisata maju otomatis berpengaruh ke kulinernya. Seharusnya regenerasi nelayan diperhatikan, program pemerintah atau dinas terkait untuk mendukung nelayan harus ditingkatkan,” katanya.

Selain itu, Tri Iwan juga menyoroti mengenai semakin terbatasnya tenaga penyuluh di bidang perikanan. Saat ini, tenaga penyuluh perikanan disebutnya kurang mencukupi untuk mengampu wilayah Gunungkidul yang cukup luas. Padahal, peran mereka ini cukup penting lantaran langsung berhubungan dengan masalah-masalah yang dialami oleh warga masyarakat.

Masalah semakin bertambah lantaran ketika banyak pegawai tua yang pension, kebijakan untuk penambahan pegawai terganjal oleh keputusan moratorium dari pusat.

“Memang bisa juga solusinya melalui THL, akan tetapi juga terkendala bidang lain yang mungkin lebih memerlukan,” urai dia.

Sementara itu, menanggapi hal tersebut, Kepala DKP Gunungkidul Khairudin berdalih bahwa sebenarnya perikanan di Gunungkidul sangat maju. Saat ini tangkapan nelayan cukup banyak. Hanya saja lantaran kualitas ikan Gunungkidul sangat baik, banyak daerah yang menginginkan ikan tersebut.

Berita Lainnya  Menggali dan Memperkenalkan Potensi Desa Melalui Pembuatan Film Dokumenter

“Para nelayan menjual ikan kita ke luar daerah. Ikan-ikan tersebut nantinya juga diekspor ke luar,” terang Khairudin.

Ke depan, ia berencana akan berkomunikasi lebih lanjut dengan para nelayan dan penjual ikan mengenai fenomena banyak dijualnya ikan Gunungkidul keluar daerah sementara pasar di daerah menjadi terbengkalai dan justru harus mengambil ikan dari luar.

“Memang cukup sulit untuk mengatur hal tersebut, tapi akan kita coba usahakan,” urainya.

Terkait dengan jumlah penyuluh, ia merasa saat ini sudah sangat mencukupi. Saat ini pihaknya memiliki 16 orang pegawai penyuluh perikanan. Meski idealnya ada 1 penyuluh di setiap kecamatan, akan tetapi jumlah ini ia rasa sudah sangat mencukupi.

“Apalagi kualitas petugas kita juga sudah sangat mumpuni,” katanya.

Berita Terpopuler