fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Minim Bantuan, BPBD Telah Salurkan 5 Juta Liter Air Bersih

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul mencatat ada 100 ribu lebih warga yang terdampak kekeringan.  Untuk mengatasi masalah tersebut, BPBD melakukan dropping air kepada warga terdampak. Sampai dengan saat ini sedikitnya 5 juta liter air telah disalurkan.

Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Edy Basuki mengatakan, sedikitnya ada 14 Kapanewon yang berpotensi mengalami kekurangan air bersih. Adapun diantaranya, Girisubo, Rongkop, Purwosari, Tepus, Ngawen, Ponjong, Semanu, Paliyan, Patuk, Semin, Nglipar, Gedangsari, Panggang, dan Tanjungsari. Dari data tersebut, sedikitnya ada 128.838 jiwa yang mulai terdampak kekurangan air bersih.

“Kita sudah menyalurkan air, total ada 1.112 tangki yang beroperasi. Kalau setiap tangki mengangkut 5.000 liter air maka sudah 5 juta liter lebih,” ucap Edy, Jumat (02/10/2020).

Banyaknya dropping air yang dilakukan oleh BPBD tersebut menurutnya karena pada kemarau tahun ini bantuan dari pihak ketiga sangatlah minim. Pada tahun sebelumnya, di saat seperti ini sudah ada belasan bantuan yang berasal dari berbagai lembaga masuk ke BPBD untuk disalurkan kepada masyarat.

“Tahun ini baru ada dua lembaga yang menyalurkan bantuan air bersih,” jelas Edy.

Namun begitu, menurutnya dampaknya kekeringan tak begitu luas. Sebab kemarau tak sepanjang tahun kemarin. Saat ini pun bupati telah mengeluarkan Surat Keputusan Status Siaga Darurat Tahun 2020 10 Juni 2020 Nomor 235/KPTS/2020.

“Pandemi seperti saat ini bantuan dari pihak lain memang minim ya, tetapi memang droping sendiri juga mundur dari tahun sebelumnya. Tahun lalu kita bulan Mei sudah droping, tahun ini baru bulan Juli mulainya karena masih ada hujan bulan Juni,” ucap  Edy.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler