fbpx
Connect with us

Hukum

Ikut-ikutan Trend Perang Sarung di Medsos, Puluhan Remaja Diamankan

Diterbitkan

pada

Wonosari,(pidjar.com)– Aksi tawur sarung atau perang sarung marak terjadi selama bulan Ramadhan ini di berbagai daerah. Tidak terkecuali di Kabupaten Gunungkidul. Aksi tawur sarung yang dilakukan oleh puluhan pemuda di Gunungkidul sempat viral di sejumlah platform media sosial.

Berdasarkan unggahan video tawur sarung ini, polisi akhirnya melakukan langkah antisipasi. Puluhan pemuda berhasil diamankan polisi dalam beberapa waktu terakhir. Sejumlah sarung yang dijadikan senjata dan beberapa alat lain juga berhasil disita pihak kepolisian.

Pada hari Minggu (10/04/2022), anggota Satreskrim Polres Gunungkidul bersama dengan unit Reskrim Polsek Karangmojo dan unit Reskrim Polsek Playen melaksanakan giat patroli malam antisipasi kejahatan jalanan di wilayah perbatasan Bejiharjo dan Wonosari serta wilayah Playen. Di ketiga titik ini memang sempat dilaporkan terjadi tawur sarung oleh sejumlah pemuda.

Berita Lainnya  Ternyata Goda Wanita di Jalan Termasuk Kategori Pelecehan!

Dalam patroli tersebut, petugas mendapatkan informasi perihal akan adanya tawur sarung di wilayah perbatasan Kalurahan Bejiharjo, Kapanewon Karangmojo dan Kalurahan Wonosari, Kapanewon Wonosari. Sejumlah anggota lantas diterjunkan untuk melakukan pengintaian dan sekaligus juga penggerebekan.

“Anggota berhasil mengamankan 9 orang yang diduga akan melakukan aksi perang sarung. Dari para pelaku, kami juga berhasil mengamankan barang bukti 1 buah sarung dan 5 sepeda motor milik pelaku. Untuk barang bukti sendiri sementara diamankan di Polsek Karangmojo,” kata Wakapolres Gunungkidul, Kompol Widya Mustikaningrum, Selasa(12/04/2022) siang.

Dilanjutkan Widya, pada hari sebelumnya yaitu Sabtu (09/04/2022), razia serupa juga dilaksanakan oleh Unit Reskrim Polsek Playen. Petugas berhasil mengamankan 4 orang yang diduga melakukan aksi perang sarung. Operasi ini menindaklanjuti adanya penemuan 1 buah sepeda motor Scoopy berwarna hitam di depan pintu masuk hutan Wanagama.

“Piket Satreskrim dan Polsek playen juga menemukan 3 buah sarung yang di ikat memanjang, 1 buah handphone, dan 5 buah sandal jepit yang diamankan di Polsek Playen untuk diselidiki lebih lanjut,” jelasnya.

Sementara itu, guna mencegah tindak kejahatan jalanan, unit opsnal bersama Polsek jajaran melaksanakan giat patroli siber. Adapun hasil dari patroli siber tersebut ditemukan sebuah akun Instagram @wonosari_truck.lovers, memposting video yang diduga perang sarung yang dilakukan di Gunungkidul.

Berita Lainnya  Tunjangan Anggota Polri Segera Naik 70%, Kapolres : Naik Atau Tidak Naik Pelayanan Tetap Maksimal

“Berdasarkan penyelidikan, benar adanya video tersebut terjadi di jalanan wilayah Klayar, Kapanewon Nglipar. Selanjutnya petugas mengamankan 8 remaja, dengan 4 diantara masih anak di bawah umur. Semua pelaku dibawa ke Polres Gunungkidul untuk dilakukan pemeriksaan dan pembinaan,” ujar Widya.

Widya menjelaskan, motif perang sarung yang didominasi remaja yang masih berstatus siswa ini karena mengikuti kalangan tren yang berada di media sosial. Para pelaku dalam kasus ini dikarenakan masih berstatus remaja dan sekolah, pihak kepolisian hanya akan melakukan pembinaan.

“Karena masih dibawah umur dan statusnya masih pelajar, kami akan lakukan pembinaan seminggu 2 kali, untuk berapa lamanya, lihat kondisi ke depan,” ucapnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Gunungkidul, AKP Mahardian Dewo Negoro menghimbau terutama kepada para orang tua untuk terus mendampingi dan memantau anaknya di manapun berada. Terutama saat malam hari, diharapkan orang tua meminta anak-anaknya untuk berada di rumah.

Berita Lainnya  Kemenag Tunggu Kepastian Keberangkatan Jamaah Haji

“Peran orang tua di rumah sangat penting, pantau anak, usahakan pukul 22.00 WIB anak anda sudah berada di rumah,” tutup dia.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler