fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Jadi Penyumbang Terbesar di DIY, Pemerintah Upayakan Peningkatan Produksi Kedelai

Published

on

Playen,(pidjar.com)–Pemerintah terus mendongkrak sektor pertanian di Kabupaten Gunungkidul. Salah satu komoditas dari sektor pertanian yang menjadi perhatian pemerintah yakni kedelai. Pasalnya selama ini kabupaten Gunungkidul menjadi penyumbang terbesar kedelai di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala UPTD BPTP DIY, Maman Suherman. Setiap tahunnya kebutuhan kedelai di DIY mencapai 67.000 ton. Mayoritas untuk mencukupi kebutuhan tersebut, suplay kedelai berasal dari bumi handayani. Hal ini lah yang menjadi potensi terbesar Gunungkidul di sektor pertanian.

“Gunungkidul menjadi salah satu kabupaten penyumbang kedelai terbesar di DIY. Ini bedasarkan riset dan hitungan dari tim,” kata Maman Suherman.

Kepala Dinas Pertanian dan pangan Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto mengatakan pihaknya sangat mendukung upaya dari kelompok tani di Gunungkidul yang secara mandiri menanam kedelai di musim tanam ketiga ini. Dengan demikian, jika komoditas ini terus dikembangkan dan ditingkatkan, maka produksi kedelai akan terus meningkat.

Dari dinas pertanian sendiri juga berusaha mengenalkan beragam jenis kedelai yang cocok untuk di tanam di wilayah Gunungkidul. Salah satunya kedelai jenis lokal dan beberapa jenis baru yang terus dikenalkan agar petani lebih bersemangat lagi dalam bercocok tanam.

“Harapannya memang kita mampu mencukupi kebutuhan daerah kita dan daerah lain. Disisi lain, harga kedelai diharapkan bisa sesuai dengan kondisi, sehingga perekonomian petani dapat membaik,”papar Bambang Wisnu Broto.

Gerakan tanam kedelai sendiri terus digencarkan di seluruh daerah kabupaten Gunungkidul. Salah satunya yakni di Kelompok Tani Sedyo Makmur Bogor 2, Kapanewon Playen. Di sini, ada 5 hektare lahan yang ditanami kedelai dengan penerapan prinsip pengendalian hama terpadu. Dengan demikian diharapkan serangan hama dapat diminimalisir dan hasil panen petani melimpah.

“Pembinaan dan pelatihan terus diberikan. Pendampingan sejak awal pun juga dilakukan, mereka (petani) dibekali ilmu-ilmu modern juga. Pemggunaan zat kimiawi kami tekankan untuk diminimalisir agar kualitas wose lebih baik,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Tanaman Pangan Gunungkidul, Raharjo Yuwono mengatakan gencar gerakan taman kedelai pihaknya juga berusaha mendongkrak tanam kacang hijau. Untuk jenis ini, saat ini juga sedang menjadi primadona para petani di Gunungkidul. Pasalnya kajang hijau sabgatlah cocok di daerah Gunungkidul dan masa tanamnya lebih pendek.

Potensi untuk dikembangkan pun juga baik. Saat ini, hampir diberbagai daerah mengembangkan tanaman kancang hijau. Mayoritas ada di daerah Purwosari, Panggang, dan Playen. Lahan puluhan hektare ditanami komoditasi ini.

“Harganya pun bervariasi mulai dari 15 ribu sampai dengan 25 ribu rupiah,”ungkap Raharjo.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler