fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Anggaran Dialihkan, Program Pembebasan Lahan Sport Centre Wonosari Akhirnya Tertunda

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Tahun 2020 ini seharusnya menjadi titik awal realisasi program pembangunan sport center megah pertama di Kabupaten Gunungkidul. Sebagai tahap awal proyek prestisius ini, tahun ini seharusnya pemerintah mulai melakukan pembebasan lahan untuk pembangunan tempat olahraga di pusat kota ini. Namun harapan para pecinta olahraga di Gunungkidul untuk memiliki lokasi latihan bertaraf nasional terpaksa harus tertunda. Pasalnya, kebijakan pengalihan anggaran dalam rangka penanganan covid19 membuat proses pembangunan tertunda.

Sekretaris Kundha Niti Mandala Sarta Tata Sasana (Dinas Pertanahan dan Tata Ruang) Gunungkidul, Mahartati menuturkan, pada tahun ini, dari pemerintah memutuskan untuk menunda agenda pelaksanaan pembebasan lahan untuk pembangunan sport centre. Sport centre Gunungkidul sendiri yang direncanakan akan dibangun di di kawasan seputaran Stadion Gelora Handayani, Padukuhan Jeruksari, Kalurahan Wonosari, Kapanewon Wonosari.

Menurut Mahartati, penundaan agenda pembebasan lahan ini merupakan satu diantara sejumlah rencana serupa Pemkab Gunungkidul yang kemudian tertunda akibat kebijakan pengalihan anggaran.

“Ya karena covid ini jadi semua tertunda. Paling kita hanya ada kegiatan mencari lahan pengganti tanah kas desa yang terdampak JJLS,” kata Mahartati, Senin(27/07/2020).

Lebih lanjut ia mengatakan, tidak menutup kemungkinan untuk pembebasan lahan sport center itu akan dianggarkan pada 2021 mendatang. Hal ini tentunya akan sangat mengacu pada arahan pimpinan.

“Ke depannya kita tunggu perintah dari pimpinan seperti apa. Untuk anggaran 2021 sendiri masih digodog juga karena arahan yng kami terima, 50% dari anggaran yang ada masih digelontorkan untuk penanganan covid 19,” imbuh dia.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Gunungkidul, Irfan Radnadi menambahkan, praktis dengan kondisi daerah dan anggaran yang dialihkan tahun 2020 ini, program tahap awal penyediaan lahan sport center tidak ada kegiatan. Untuk tahapan awal sendiri memang harus mundur disesuaikan dengan kemampuan daerah. Dipaparkannya, tentu dengan mundurnya tahapan awal ini, tahapan lainnya pun juga akan tertunda.

“Sementara belum ada kegiatan, harusnya memang tahun ini mulai pembebasan lahan,” jelas Irfan.

Saat ini, dari dinas terkait hanya mematangkan pembahasan awal dengan pemerintah kalurahan dan dinas terkait untuk pembebasan lahan ini. Sedangkan untuk selebihnya memang belum ada tindakan lebih lanjut.

“Tentu kita harus ada penyesuaian ulang. Mengingat pembebasan lahan sendiri menjadi kunci utama realisasi program pembangunan sport center ini,” ungkap dia.

Berdasarkan perencanaan awal, untuk sport center ini membutuhkan lahan 40 hektare. Semula pembebasan lahan akan dimulai tahun 2020 dengan sistem bertahap pada tahun anggaran berikutnya. Setelah dilakukan pembebasan lahan, baru akan dilakukan penyusunan DED lebih lanjut.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler