fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Jalur Tleseh Kembali Gelap Gulita Lantaran Sejumlah LPJU Rusak, Dishub Gunungkidul Berencana Ambil Alih Perbaikan

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Pengguna jalan yang melintas di jalur Jogja-Wonosari, tepatnya di ruas Tleseh-Bunder mengeluhkan adanya kerusakan Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) yang padam sejak beberapa waktu terakhir. Kawasan yang pada awalnya terang benderang dengan sejumlah lampu LPJU yang terpasang lambat laun gelap gulita lantaran satu per satu LPJU yang ada mengalami kerusakan.

Menindak lanjuti keluhan masyarakat tersebut, Dinas Perhubungan (Dishub) Gunungkidul akan mengambil alih perbaikan LPJU di kawasan Hutan Bunder. Meski berada di kawasan jalan nasional sehingga merupakan kewenangan Satuan Kerja (Satker) Kementrian Perhubungan yang membawahi Balai Pengawas Transportasi Darat (BPTD), namun perbaikan ini terasa sangat mendesak sehingga kemudian harus diambil alih demi kepentingan masyarakat.

Kepala Bidang (Kabid) LPJU dan Perpakiran Dishub Gunungkidul, Eli Susanto mengatakan, sebenarnya perbaikan LPJU di jalan nasional bukan merupakan kewenangan pihaknya. Namun saat ini, kondisi jalan yang gelap serta berada di tengah hutan membuat perbaikan menjadi langkah yang sangat mendesak.

“Kantor Kementrian Perhubungan lokasinya ada di Semarang. Dengan jarak tempuh yang jauh, maka tidak mungkin untuk memanggil teknisi dari sana ke Jogja. Teknisi dari sana tidak bisa diandalkan untuk segera mengambil tindakan, mau menunggu sampai kapan kalau begitu,” kata Eli, Selasa (29/01/2019).

Namun demikian, saat ini pihaknya tengah kehabisan material untuk perbaikan LPJU tersebut. Untuk itu, saat ini Dishub sedang menyusun dokumen pengadaan barang. Selain itu pihaknya juga melakukan pendataan berapa LPJU yang padam.

“Material tersebut antara lain lampu, kabel, dan panel, sekarang baru kami susun dokumen pengadaannya,” imbuh dia.

Namun begitu perbaikan tidak serta merta dapat dilakukan, sebab pihaknya menemui sejumlah kendala. Salah satunya adalah kabel LPJU yang melewati tanah milik Perhutani. Kabel tersebut juga terhalang oleh batang pohon tidak bisa begitu saja dipotong.

“Dulu pernah ada yang mendapat teguran karena memotong batang yang menghalangi kabel. Selain itu juga perbaikan baru bisa kita lakukan setekah material siap paling tidak 2 bulan setelah pengajuan dokumen disetujui,” kata dia.

Sementara itu, Adhe Yoga seorang mahasiswa asal Desa Giring, Kecamatan Paliyan yang kerap melintasi jalan tersebut mengatakan, gelapnya jalanan membuat kekhawatirannya saat berkendara. Sebab pada kondisi jalan yang minim penerangan itu menambah risiko kecelakaan sangat mungkin terjadi.

“Selain gelap, juga ada jalanan yang berlubang jadi tidak bisa kelihatan. Kan dapat memicu kecelakaan,” ucap dia.

Ia berharap agar, pemerintah memalui dinas terkait segera memperbaiki LPJU agar jalanan menjadi terang kembali. Sebab saat ini, selain kecelakaan lalu lintas, tindakan kriminalitas jalanan tengah menjadi sorotan.

“Meski kita tidak menginginkannya, tapi bisa saja terjadi tindakan kriminalitas jalanan di kondisi jalan yang sepi dan gelap itu,” kata dia.

Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler