Pemerintahan
Gunungkidul Expo Resmi Dibuka Bupati, Stand Milik Para Penyandang Disabilitas Sukses Tarik Perhatian
Playen, (pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Bupati Gunungkidul, Hj Badingah resmi membuka pameran Gunungkidul Expo di kompleks Gedung Olah Raga (GOR) Siyono pada Rabu (13/06/2019). Gunungkidul Expo ini sendiri nantinya digadang-gadang akan menjadi wadah bagi para pelaku usaha Industri Kecil Menengah (IKM) dalam mengenalkan serta mempromosikan usahanya kepada masyarakat Gunungkidul. Gunungkidul Expo ini sendiri diselenggarakan sebagai bagian dalam rangkaian perayaan HUT Kabupaten Gunungkidul ke 188 yang telah berlangsung sejak beberapa waktu silam.
Pada event Gunungkidul Expo cukup menarik lantaran bertabur dengan produk-produk asli Gunungkidul. Sebanyak 120 IKM se-Gunungkidul memamerkan barang-barang hasil produksinya di stand-stand yang disediakan panitia. Adapun IKM yang berpartisipasi bergerak di bidang konveksi, souvenir, hingga produk makanan.
Dalam sambutannya, Bupati Badingah mengatakan bahwa dengan adanya event tersebut ia harapkan bisa dimanfaatkan sebesar-besarnya oleh para pelaku usaha. Peran serta aktif pemerintah dalam memberikan wadah ini diharapkan dapat mendorong sektor industri dan kerajinan yang berbasis potensi lokal untuk lebih berkembang. Menurut Badingah, sektor ini sangat krusial lantaran nantinya bisa berkesinambungan dengan pembangunan pariwisata yang saat ini getol dilakukan oleh pemerintah. Berkembangnya pariwisata yang diikuti dengan majunya IKM akan memutar roda perekonomian yang tentunya bisa dinikmati oleh masyarakat dengan berbagai dampaknya.
“Sekarang ini sektor wisata semakin menguat, dinamis, dan menjadi sektor unggulan Gunungkidul,” jelas Badingah.
Badingah menyatakan Gunungkidul Expo merupakan bentuk nyata pemerintah dalam upaya untuk mendukung IKM yang ada. Ia berharap dalam event ini, masyarakat dan produsen dapat melakukan transaksi jual beli selama diadakannya Gunungkidul Expo. Tak hanya transaksi di lokasi pameran, dampak dari hubungan industrial ini didorong terus berlanjut dan berkesinambungan meski ajang Gunungkidul Expo telah usai.

“Di situ ada nilai bisnis dan sosialisasi terkait produk lokal,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Gunungkidul, Johan Eko Sudarto menambahkan, event Gunungkidul Expo ini dapat memberikan motivasi dan dorongan kepada masyarakat untuk lebih mencintai produk-produk asli Bumi Handayani. Dengan rasa memiliki tersebut, maka IKM asli Gunungkidul akan mendapatkan pasar sehingga mudah akan berkembang. Adanya hal ini maka, para pelaku IKM nantinya akan termotivasi dalam mengembangkan usaha.
“Pelaku IKM lebih bisa diapresiasi dengan adanya event ini,” ujarnya.
Lebih lanjut ia menjelaskan, berkembangnya IKM dapat membantu meningkatkan kesejahteraan serta mengurangi jumlah pengangguran. Selain itu akan banyak pula lapangan kerja baru.

Pantauan pidjar-com-525357.hostingersite.com, ada yang menarik dari 80 stand pameran yang ada dalam Gunungkidul Expo adalah adanya karya dari Forum Komunikasi Disabilitas Gunungkidul (FKDG) yang menambah warna. Sebuah hal yang menggembirakan mengingat sejumlah anggota FKDG ini dengan segala keterbatasannya rupanya bisa eksis mengembangkan usaha di masing-masing lini. Bahkan hasil dari komunitas ini tidak kalah dari hasil produksi stand lain.
“Forum ini kan ada dari desa, kecamatan dan kabupaten kami berusaha mengenalkan karya kami kepada masyarakat luas,” kata koordinator pameran, Sumiyati.
Pihaknya mengapresiasi usaha Dinas Sosial dalam mendampingi dan mendorong keberadaan FKDG untuk mengasah ketrampilan bagi para penyandang disabilitas seperti pelatihan peternakan lele, membuat olahan makanan. Hasilnya sendiri cukup positif lantaran para penyandang disabilitas berangsur-angsur mulai memiliki kemampuan dan pada akhirnya bisa produktif.
Alhasil, sejumlah karya seperti pakaian, jilbab, olahan makanan seperti kripik, krupuk jantung pisang hasil produksi komunitasnya sudah layak dipamerkan dan bahkan sudah diterima di sejumlah pusat perbelanjaan di Kabupaten Gunungkidul. Dengan keterbatasan yang ada mereka berharap masyarakat bisa menerima keberadaan kaum disabilitas.
“Kami minta keberadaan kami juga dianggap, kami punya karya yang tidak jauh beda dari teman-teman yang diberikan kenormalan fisik,” tutupnya. (Ulfah Nurul Azizah)
-
Kriminal3 minggu yang laluDisiksa Dari Dipukuli Hingga Lukanya Dilumuri Garam, Remaja 17 Tahun Mengaku Sempat Diancam Ditembak Oknum
-
Peristiwa2 minggu yang laluPerempuan Muda di Ponjong Ditemukan Meninggal Dunia dengan Seutas Tali Dipohon
-
Sosial2 minggu yang laluKisah Sedih Andheng Pasca Kecelakaan, Saat di RS Nurohmah Hanya Dijahit Telinga, Ternyata Patah Tulang Belakang dan Terancam Lumpuh
-
Uncategorized2 minggu yang laluMBG Libur, Harga Sembako Mulai Turun Drastis
-
Pemerintahan2 minggu yang laluDinas Bongkar Upaya Kecurangan Pendaftar SMP N 1 Wonosari, Dari ASN Manipulasi Data Bansos Hingga Gunakan Sertifikat Palsu
-
Uncategorized3 minggu yang laluHeboh Bola Api Berekor Panjang Melintas di Langit Gunungkidul, Warga Kaitkan dengan Pulung Gantung Jelang Bulan Suro
-
Peristiwa3 minggu yang laluDalam Posisi Terduduk, Lansia 81 Tahun Ditemukan Gantung Diri di Belakang Rumah
-
Peristiwa2 minggu yang laluRS Nur Rohmah “Cuek” di Tengah Operasi-operasi Yang Harus Dijalani Andheng, Keluarga Pilih Tempuh Jalur Hukum
-
Uncategorized3 minggu yang laluCetak Sejarah di Moto3, Veda Dapat Hadiah Mobil Impian Dari Konglomerat
-
Peristiwa3 minggu yang laluDiserempet Pemotor Tak Dikenal di Baleharjo, Pemotor Wanita Luka Parah Terjun ke Tegalan
-
Hukum4 minggu yang laluNekat Posting Motor Curian di Facebook, Pemuda Ditangkap Polisi Nyamar
-
Pemerintahan2 minggu yang laluRatusan Warga Gunungkidul Terjangkit Penyakit Menular Mematikan Ini
