Connect with us

Sosial

Jumlah Produksi Minim, Gunungkidul Masih Andalkan Kedelai Impor

Diterbitkan

pada

Playen,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Impor kedelai tak hanya terjadi di kota besar di Indonesia. Namun, di Kabupaten Gunungkidul sendiri yang mana mayoritas penduduknya ialah petani masih belum bisa memenuhi kebutuhan kedelai warga Gunungkidul per kapita.

Kepala Bidang Tanaman dan Pangan Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Raharjo Yuwono mengatakan, pada tahun 2020 terdapat 3.775 hektare lahan aktif yang ditanami petani Gunungkidul kedelai. Selama dua kali panen, lahan tersebut mamlu menghasilkan 4.753 ton wose. Adapun kebutuhan kedelai pada tiap tahunnya yakni 15.172 ton wose.

“Jadi ada selisih sekitar 10 ribu ton wose lebih di tahun 2020,” jelas Raharja, Rabu (13/01/2020).

Raharjo menambahkan, kedelai masih menjadi komoditas yang cukup dibutuhkan masyarakat. Dimana penduduk di Bumi Handayani ini masih menjadikan tahu dan tempe sebagai lauk favorit.

“Jika dihitung setiap tahunnya kebutuhan kedelai di Gunungkidul per kapita 19,4 kilogram dengan jumlah penduduk 782.095 jiwa,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Perindustrian Dinas Perindustrian dan Perdagangan Gunungkidul, Wibawanti mengatakan, untuk memenuhi disparitas antara kebutuhan dan produksi kedelai di Gunungkidul kran impor tak mampu dibendung. Di tingkat petani, kedelai lokal diberi harga Rp. 10ribu per kilogram. Sedangkan kedelai impor sebelum melonjak hanya dengan harga Rp. 7ribu per kilogram.

Berita Lainnya  Minat Petani Tanam Kedelai Rendah, Hasil Panen di Gunungkidul Tak Capai Target

“Tapi sekarang naik menjadi Rp 9 ribu per kilogram,” imbuh Wibawanti.

Wibawanti mengatakan, bagi industri tahu dan tempe yang bersentra di Kalurahan Kepek, Kalurahan Siraman serta Kapanewon Ponjong, masih menjadikan kedelai impor idola. Selain karena bentuk butirannya cukup besar, ketersediaannya pun kontinyu.

“Harganya juga lebih murah, makanya sekarang kedelai impor pengrajin tahu dan tempe cukup menjerit, mereka tak berani menaikkan harga tapi merubah ukuran,” jelas dia.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto mengatakan, pertanian di Kalurahan Bleberan memiliki potensi tinggi dalam produksi kedelai. Ia menargetkan, pada musim tanam kedua 2021 nantinya pengembangan kedele 155 hektare di beberapa kelompok tani di Kalurahan Bleberan tersasar. Sementara di Kapanewon Playen total akan ditanam 350 hektare kedele juga dapat dilaksanakan.

Berita Lainnya  Layanan SIM Keliling Kembali Dibuka, Ini Jadwalnya

“Kami berharap pengembangan kedelai bantuan pemerintah di musim kedua ini, ditambah dengan pertanaman swadaya diharapkan target produksi kedelai di Gunungkidul tahun 2021 sebesar 5000 ton bisa tercapai,” jelas Bambang.

Menurutnya, varietas kedelai dega1 merupakan hasil unggul hasil persilangan kedai jenis grobogan dan jenis malabar. Jenis inilah nantinya yang akan dikembangkan di Kalurahan Bleberan.

“Kedelai dega1 umur panennya 70 hari, bijinya besar dengan potensi hasil 3,1 ton per hektare,” ucap Bambang.

Termasuk.pada Selasa (12/01/2021) kemarin, para petani di Kalurahan Bleberan mengadakan panen perdana kedelai jenis dega1. Pengelola P4S Bleberan, Sumari mengatakan luas lahan kedelai yang dipanen sebagai percontohan yakni 1 hektare. Adapun hasil dari kedelai dega1 dengan lahan 1 hektare yakni 1,55 ton wose. Adapun harga kedelai konsumsi saat ini masih cukup tinggi sekitar Rp. 10ribu per kilogramnya.

Berita Lainnya  Merasa Tak Pernah Telat Bayar Listrik, Mila Ditagih PLN Rp 44juta

“Hasil ini memang belum optimal dikarenakan ditanam secara tumpangsari dengan jagung dan ubi kayu,” ucap Sumari.

Sumari menambahkan, penanaman kedelai belakangan ini tak banyak gamghuan hama dan penyakit. Hal ini karena para petanu sudah menerapkan prinsip Pengendalian Hama Terpadu.

“Mereka juga sudah mengurangi pestisida kimia dan menggalakan pestisida hayati ramah lingkungan sehingga musuh alami dapat berkembang dan terkjadi keseimbangan populasi sehingga hama tidak merugikan karena populasi terkendali oleh musuh alam,” jelasnya.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata6 hari yang lalu

Hampir Capai Target Tahunan, Baru Juni Pendapatan Retribusi Wisata Telah Capai 35,8 Miliar

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)- Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Gunungkidul hampir mencapai target tahunan meski baru di pertengahan tahun 2026...

Pariwisata1 minggu yang lalu

Gunungkidul Geopark Night Specta 8.0 Masuk KEN 2026, Siap Promosikan Geopark Gunung Sewu ke Dunia

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari(pidjar.com)– Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) kembali menggelar Gunungkidul Geopark Night Specta (GNS) Vol. 8.0 di...

Pariwisata2 minggu yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis3 minggu yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Pariwisata3 minggu yang lalu

Libur Sekolah, Obyek-obyek Wisata Mulai Dibanjiri Siswa Study Tour

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)-Libur sekolah tahun 2026 mulai menggerakkan sektor pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) termasuk juga di Gunungkidul. Saat...

Berita Terpopuler